KSM Gemilang Bangun Kemandirian Pangan Warga Lewat Eco Farm

KSM Gemilang Bangun Kemandirian Pangan Warga Lewat Eco Farm
Kota Pekalongan – Pemanfaatan lahan lingkungan menjadi langkah nyata warga Kluster Satria Medono (KSM) Gemilang, RT 07 RW 20 Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat, dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat masyarakat. Melalui Eco Farm, KSM Gemilang mengembangkan berbagai tanaman pangan dan budidaya ikan serta ayam yang hasilnya dapat dimanfaatkan langsung oleh warga.
Ketua RT setempat, Tony, mengatakan pengembangan Eco Farm berangkat dari keinginan warga untuk memberikan kontribusi terhadap terciptanya lingkungan Kota Pekalongan yang lebih hijau sekaligus memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita ingin berkontribusi ke alam, minimal untuk Kota Pekalongan. Artinya, hijaunya Pekalongan, langit birunya Pekalongan, dan bebas banjirnya Pekalongan, ada kontribusi dari kita walaupun sedikit,” katanya.
Lahan fasilitas umum dan sebagian lahan milik warga yang dipinjamkan dimanfaatkan untuk menanam sejumlah komoditas, seperti cabai, melon, kangkung, serta tanaman pangan lainnya. Kawasan tersebut juga dilengkapi kolam budidaya ikan yang ke depan akan dikembangkan untuk ikan nila.
Menurut Tony, hasil budidaya tidak semata-mata diarahkan untuk produksi, tetapi diprioritaskan agar dapat dirasakan warga sekitar. Masyarakat dapat mengambil hasil tanaman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara telur ayam juga disediakan dengan mekanisme pengambilan dan pembayaran secara mandiri.
“Konsep kita, ketahanan pangan dan lingkungan menjadi satu. Minimal warga RT bisa menikmati sayur dan ikan dari lingkungan sendiri,” tandasnya.
Pengembangan Eco Farm mulai dilakukan sejak akhir Februari 2026 setelah pengurus RT melakukan pembelajaran ke lingkungan yang telah menerapkan konsep serupa di Jakarta. Konsep tersebut kemudian disesuaikan dengan kondisi serta potensi lingkungan setempat.
Pengelolaan kawasan dilakukan bersama melalui tim ketahanan pangan dan Eco Farm yang melibatkan sekitar lima hingga tujuh warga aktif, didukung tenaga kebersihan. Ke depan, KSM Gemilang berencana memperluas jenis tanaman dan budidaya pangan serta mengembangkan konsep lumbung pangan di tingkat RT.
“Kalau ini berhasil, cita-cita saya konsep ini bisa menjadi lumbung pangan. Bisa kita transfer ilmunya ke lingkungan lain, bahkan kalau memungkinkan hasilnya juga bisa dijual ke luar,” pungkasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Kota Pekalongan – Pemanfaatan lahan lingkungan menjadi langkah nyata warga Kluster Satria Medono (KSM) Gemilang, RT 07 RW 20 Kelurahan Medono, Kecamatan Pekalongan Barat, dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat masyarakat. Melalui Eco Farm, KSM Gemilang mengembangkan berbagai tanaman pangan dan budidaya ikan serta ayam yang hasilnya dapat dimanfaatkan langsung oleh warga.
Ketua RT setempat, Tony, mengatakan pengembangan Eco Farm berangkat dari keinginan warga untuk memberikan kontribusi terhadap terciptanya lingkungan Kota Pekalongan yang lebih hijau sekaligus memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita ingin berkontribusi ke alam, minimal untuk Kota Pekalongan. Artinya, hijaunya Pekalongan, langit birunya Pekalongan, dan bebas banjirnya Pekalongan, ada kontribusi dari kita walaupun sedikit,” katanya.
Lahan fasilitas umum dan sebagian lahan milik warga yang dipinjamkan dimanfaatkan untuk menanam sejumlah komoditas, seperti cabai, melon, kangkung, serta tanaman pangan lainnya. Kawasan tersebut juga dilengkapi kolam budidaya ikan yang ke depan akan dikembangkan untuk ikan nila.
Menurut Tony, hasil budidaya tidak semata-mata diarahkan untuk produksi, tetapi diprioritaskan agar dapat dirasakan warga sekitar. Masyarakat dapat mengambil hasil tanaman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sementara telur ayam juga disediakan dengan mekanisme pengambilan dan pembayaran secara mandiri.
“Konsep kita, ketahanan pangan dan lingkungan menjadi satu. Minimal warga RT bisa menikmati sayur dan ikan dari lingkungan sendiri,” tandasnya.
Pengembangan Eco Farm mulai dilakukan sejak akhir Februari 2026 setelah pengurus RT melakukan pembelajaran ke lingkungan yang telah menerapkan konsep serupa di Jakarta. Konsep tersebut kemudian disesuaikan dengan kondisi serta potensi lingkungan setempat.
Pengelolaan kawasan dilakukan bersama melalui tim ketahanan pangan dan Eco Farm yang melibatkan sekitar lima hingga tujuh warga aktif, didukung tenaga kebersihan. Ke depan, KSM Gemilang berencana memperluas jenis tanaman dan budidaya pangan serta mengembangkan konsep lumbung pangan di tingkat RT.
“Kalau ini berhasil, cita-cita saya konsep ini bisa menjadi lumbung pangan. Bisa kita transfer ilmunya ke lingkungan lain, bahkan kalau memungkinkan hasilnya juga bisa dijual ke luar,” pungkasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF