Kreakota 2026 Hadirkan Kreativitas, Wali Kota Aaf Dorong Batik Makin Berkelanjutan

Kreakota 2026 Hadirkan Kreativitas, Wali Kota Aaf Dorong Batik Makin Berkelanjutan

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan menggelar Kreakota 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Batik Nasional. Mengusung semangat penguatan kreativitas dan ekonomi kreatif (ekraf), kegiatan ini menjadi ruang bagi para perajin, pelaku UMKM, desainer, serta pegiat ekonomi kreatif untuk memperkenalkan dan memasarkan berbagai karya serta produk unggulannya.

Kreakota 2026 berlangsung selama empat hari, 1-4 Oktober 2026, di Gedung Rumah Dinas Eks Bakorwil Kawasan Budaya Jetayu Kota Pekalongan. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid, Kamis (1/10/2026) malam. Turut hadir Kabid Ekraf Disbudparekraf Jawa Tengah, Sarido, Bupati Pekalongan, Sukirman, Bupati Temanggung, Agus Setyawan, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta para pegiat ekraf.

Rangkaian Kreakota 2026 dikemas melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM. Pada pembukaan, masyarakat dapat menikmati fashion show karya batik, stand kuliner, job fair, pameran produk batik dan kerajinan, lelang produk, serta kunjungan ke berbagai stan UMKM. Kehadiran para perajin secara langsung dalam kegiatan juga menjadi bentuk apresiasi terhadap pihak-pihak yang selama ini berada di balik proses kreatif dan produksi batik.

Wali Kota Aaf menyampaikan bahwa meskipun pelaksanaan Kreakota tahun ini dikemas dengan konsep yang tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya, kreativitas dan partisipasi para pelaku usaha tetap mampu menghadirkan kegiatan yang menarik dan memberikan ruang promosi bagi produk lokal.

“Alhamdulillah, dalam rangka Hari Batik, malam hari ini kita membuka Kreakota. Walaupun gebyarnya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi dengan kreativitas teman-teman dan partisipasi beberapa pengrajin batik, mudah-mudahan acara ini tetap berjalan lancar,” ujar Aaf.

Menurutnya, batik diharapkan tetap menjadi salah satu penopang perekonomian Kota Pekalongan. Namun, keberlanjutan industri batik juga perlu diiringi perhatian terhadap kesejahteraan pekerja dan pengelolaan lingkungan, termasuk limbah batik.

“Harapannya batik tetap menjadi penopang ekonomi Kota Pekalongan. Tinggal ke depan bagaimana dipikirkan para pekerja, dipikirkan limbah dan sebagainya. Mudah-mudahan kesadaran dari pengrajin-pengrajin batik untuk mengelola limbah juga semakin baik,” tuturnya.

Aaf menegaskan, upaya menjaga keberlanjutan batik merupakan tanggung jawab bersama. Status Kota Pekalongan sebagai World City of Batik perlu terus dijaga melalui komitmen pemerintah, masyarakat, perajin, pelaku usaha, maupun seluruh pemangku kepentingan.

“Kota Pekalongan sudah ditetapkan sebagai World City of Batik, tetapi ada beberapa catatan. Mudah-mudahan ke depan komitmen kita bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat, pengrajin, juragan, semuanya, batik dalam segala hal bisa lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Pekalongan Inggit Soraya mengapresiasi penyelenggaraan Kreakota 2026 yang turut memberikan ruang bagi para perajin untuk tampil dan mendapatkan apresiasi secara langsung.

Menurutnya, selama ini para perajin batik lebih banyak bekerja di balik layar, sementara yang tampil di hadapan publik umumnya pemilik usaha maupun desainer. Melalui kegiatan tersebut, para perajin turut diberikan kesempatan untuk tampil dalam fashion show.

“Ini bentuk apresiasi buat para perajin batik. Selama ini perajin hanya di belakang layar, sementara yang tampil owner atau desainernya. Kali ini diberikan kesempatan untuk fashion show dan tampil juga,” ungkap Inggit.

Selain fashion show dan lelang produk, Kreakota 2026 juga menghadirkan berbagai produk batik, kerajinan, serta karya UMKM. Inggit menilai pemilihan Gedung Eks Bakorwil sebagai lokasi kegiatan turut memberikan suasana berbeda karena memiliki nilai estetika dan nuansa klasik yang mendukung penyelenggaraan pameran.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi para perajin dan pelaku UMKM, khususnya dalam memperluas pemasaran serta meningkatkan daya saing produk lokal.

“Semoga ini bisa memberikan harapan kepada perajin dan UMKM untuk terus berkembang dan memasarkan produk-produknya. Mudah-mudahan sukses dan UMKM bisa cepat naik kelas,” ujarnya.

Inggit menambahkan, sejumlah UMKM binaan Dekranasda Kota Pekalongan turut berpartisipasi dalam Kreakota 2026. Produk yang ditampilkan pun beragam, mulai dari batik, kerajinan hingga produk bernuansa vintage.

“Harapannya bisa berpengaruh untuk UMKM semuanya, tidak hanya Dekranasda, tetapi seluruh UMKM yang ada di Kota Pekalongan. Mudah-mudahan bisa memajukan ekonomi yang ada di Kota Pekalongan,” pungkasnya.

Kreakota 2026 berlangsung hingga Minggu (4/10/2026). Masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya dipersilakan hadir untuk menikmati rangkaian kegiatan sekaligus mendukung perajin, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif lokal agar semakin berkembang dan naik kelas.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)