Kota Pekalongan Bidik Jadi Tuan Rumah Turnamen Padel Nasional 2027

Kota Pekalongan Bidik Jadi Tuan Rumah Turnamen Padel Nasional 2027

Kota Pekalongan – Kota Pekalongan membidik peluang menjadi tuan rumah turnamen padel berskala nasional pada 2027 dengan total hadiah yang direncanakan mencapai Rp500 juta hingga Rp1 miliar. Rencana ini diharapkan mampu meningkatkan prestasi olahraga sekaligus mendorong pertumbuhan sektor kuliner, batik, dan perekonomian daerah.
Rencana tersebut disampaikan Owner Grand Keisha Padel Court, H.M. Andy Arslan Djunaid, saat pembukaan Grand Keisha Padel Court di kawasan Medono, Kota Pekalongan, Sabtu (10/10/2026). 

Ia optimistis, turnamen berskala besar dapat menarik perhatian pecinta padel dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut Andy, padel semakin diminati karena dapat dimainkan oleh berbagai kalangan dan menjadi pilihan olahraga bersama keluarga. Kehadiran fasilitas lapangan padel juga diharapkan membuka peluang pembinaan serta penjaringan bibit atlet potensial dari Kota Pekalongan.

“Supaya menggemparkan seluruh Indonesia. Kalau itu bisa terjadi, seluruh pemain padel bisa datang ke Kota Pekalongan. Kalau semuanya datang ramai-ramai, kuliner bisa ramai, batik bisa ramai, dan Kota Pekalongan lebih dikenal,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, pembukaan Grand Keisha Padel Court turut diramaikan turnamen yang diikuti 144 peserta dari Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Jepara, dan Semarang. Kompetisi tersebut mempertandingkan sejumlah kategori, yakni beginner, bronze, dan financial institution, baik putra maupun putri.

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, menyambut positif hadirnya fasilitas olahraga baru melalui dukungan sektor swasta. Ia menilai, kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, KONI, dan cabang olahraga terkait penting untuk memperluas fasilitas sekaligus memperkuat pembinaan atlet daerah. 

"Dengan dibukanya Grand Keisha Padel Court ini, mudah-mudahan semakin menyemarakkan olahraga padel di Kota Pekalongan,” kata Aaf.

Aaf berharap, rencana penyelenggaraan turnamen nasional tersebut dapat direalisasikan dan menjadi momentum bagi Kota Pekalongan untuk semakin dikenal melalui olahraga. 

"Selain membuka kesempatan bagi atlet lokal untuk berkembang, ajang ini diharapkan mendatangkan pengunjung, menggerakkan UMKM, serta memperkenalkan kuliner dan batik khas Pekalongan kepada masyarakat yang lebih luas,"pungkasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)