Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Batik Kota Pekalongan

Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Batik Kota Pekalongan

Kota Pekalongan – Koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan usaha batik yang menjadi salah satu identitas Kota Pekalongan. Melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi, koperasi diharapkan mampu menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk berkembang, berinovasi, dan meningkatkan daya saing di tengah dinamika ekonomi kreatif. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil dan Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, saat membuka kegiatan Talk Show Generasi Muda Berkoperasi bertema “Muda Bergerak, Koperasi Berdampak” dalam rangkaian Pekan Batik Nusantara (PBN) 2026 di Gapura Nusantara Alun-Alun Kota Pekalongan, Rabu (14/10/2026).

"Kekuatan industri batik tidak hanya terletak pada keindahan motif dan kualitas produknya, tetapi juga pada kerja keras pembatik, kreativitas perajin, aktivitas pedagang, serta kehidupan keluarga yang menggantungkan penghasilan dari sektor tersebut,"ucapnya.

Oleh karena itu, kata Wismo, pengembangan usaha batik membutuhkan dukungan dan kerja sama berbagai pihak. Upaya meningkatkan kualitas produksi, memperluas pemasaran, memperkuat usaha, serta meningkatkan daya saing perlu dilakukan secara berkelanjutan agar batik Pekalongan semakin mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Dalam hal ini, koperasi dapat mengambil peran sebagai wadah kolaborasi bagi para pelaku usaha. Melalui koperasi, kebutuhan bahan baku dapat dikelola bersama, kualitas produksi ditingkatkan, serta jaringan pemasaran dikembangkan untuk membuka peluang usaha yang lebih besar.

"Keterlibatan generasi muda juga menjadi bagian penting dalam memperkuat peran koperasi. Dengan kreativitas, kemampuan desain, penguasaan pemasaran digital, serta pemanfaatan teknologi, anak muda dapat menghadirkan inovasi baru yang mendukung perkembangan koperasi dan UMKM, termasuk industri batik,"bebernya.

Ia menegaskan, koperasi pun perlu dipandang sebagai ruang untuk bertumbuh bersama, bukan sebagai penghambat kreativitas. Sebaliknya, semangat berkoperasi dapat menyatukan berbagai potensi generasi muda agar mampu menciptakan nilai tambah dan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Melalui kegiatan talk show ini, Wismo berharap, semakin banyak generasi muda yang tertarik mengenal, bergabung, dan mengembangkan koperasi. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya wirausaha baru, memperkuat inovasi, serta membuka peluang kerja di berbagai sektor ekonomi kreatif.

"Momentum Pekan Batik Nusantara 2026 menjadi kesempatan untuk upaya kolaborasi antara koperasi, generasi muda, dan pelaku UMKM dalam menjaga keberlanjutan industri batik. Dengan semangat Muda Bergerak, Koperasi Berdampak, koperasi diharapkan semakin berkontribusi dalam memperkuat ekonomi kreatif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pekalongan,"pungkasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian/Saif)