Kolaborasi Polres Pekalongan Kota dan Bag Psikologi Polda Jateng Gelar Psikologi Trauma Healing di Lokasi Pengungsian Banjir

Kota Pekalongan – Kepedulian terhadap pemulihan psikologis korban bencana banjir terus dilakukan oleh jajaran Kepolisian Republik Indonesia. Bagian Psikologi (Bagpsi) Biro SDM Polda Jawa Tengah berkolaborasi dengan Polres Pekalongan Kota melaksanakan kegiatan psikologi trauma healing bagi para korban banjir di sejumlah lokasi pengungsian di wilayah Kota Pekalongan, Selasa (27/1/2026).
 
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam memberikan dukungan mental dan emosional kepada masyarakat yang terdampak bencana.
 
Dalam pelaksanaannya, tim Bagpsi Ro SDM Polda Jateng mengunjungi tiga titik lokasi pengungsian, yakni Eks Kelurahan Kraton Kidul, Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, serta Gedung Kopindo Wiradesa yang saat ini digunakan sebagai tempat pengungsian warga Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.
 
Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Psikologi Polda Jawa Tengah, AKBP Ahli Rumekso, M.Psi., bersama tim psikologi dari Bagpsi Ro SDM Polda Jateng. Kegiatan ini turut dihadiri Kabag SDM Polres Pekalongan Kota Kompol Guritno, S.H., Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Slamet Mustamto, S.H., M.H., tim Konselor Bhayangkara Trauma Healing Polres Pekalongan Kota, serta Ps. Kasi Dokkes dan tim kesehatan Polres Pekalongan Kota.
 
Di setiap lokasi pengungsian, tim psikologi memberikan pendampingan dan terapi trauma healing yang difokuskan pada upaya meredakan tekanan mental akibat bencana, mengatasi rasa cemas dan trauma, membantu para pengungsi mengelola stres, serta menumbuhkan kembali ketahanan psikologis dalam menghadapi situasi sulit yang tengah dialami.
 
Pendekatan humanis menjadi kunci dalam kegiatan tersebut. Anak-anak pengungsi diajak mengikuti berbagai aktivitas menyenangkan seperti mewarnai, bermain, dan permainan interaktif lainnya guna mengembalikan keceriaan serta rasa aman mereka. Suasana pengungsian pun tampak lebih hidup dengan tawa dan senyum anak-anak yang mulai kembali muncul.
 
Sementara itu, bagi para pengungsi dewasa, tim psikologi memberikan dukungan emosional, motivasi, serta ruang untuk berbagi cerita dan keluh kesah. Selain itu, tim juga membuka layanan konsultasi psikologis, termasuk pendampingan khusus bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar tetap mendapatkan perhatian dan penanganan yang sesuai di tengah kondisi darurat.
 
Tidak hanya fokus pada pemulihan psikologis, rombongan juga menyalurkan bantuan logistik di setiap titik pengungsian. Bantuan tersebut meliputi beras, air mineral, susu, snack anak, buku mewarnai, bingkisan, hingga minyak kayu putih. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi sekaligus memberikan rasa diperhatikan dan didampingi oleh negara selama masa penanganan bencana.
 
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H. melalui Ps. Kasi Humas Iptu Purno Utomo, S.H., menyampaikan bahwa, kegiatan trauma healing ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen Polri dalam membantu masyarakat bangkit, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan emosional.
 
“Melalui kegiatan trauma healing ini, kami ingin menghadirkan semangat, harapan, dan keceriaan kembali di tengah saudara-saudara kita yang sedang menghadapi musibah banjir. Senyum anak-anak yang kembali muncul menjadi energi positif bagi kita semua dan menjadi tanda bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Iptu Purno Utomo.
 
Ia menambahkan, kehadiran personel Polri bersama tim psikologi di lokasi pengungsian diharapkan dapat memberikan rasa aman, menumbuhkan ketenangan, serta memperkuat solidaritas antara aparat dan masyarakat.
 
Selama kegiatan berlangsung, suasana kehangatan dan interaksi humanis sangat terasa. Para pengungsi menyambut baik kehadiran tim psikologi dan personel Polres Pekalongan Kota yang secara langsung turun memberikan pendampingan. 
 
"Diharapkan, kegiatan ini mampu membantu proses pemulihan psikologis para korban banjir serta membangkitkan semangat untuk kembali menjalani aktivitas dan menata kehidupan pascabencana,"harapnya.
 
Camat Pekalongan Barat, M. Natsir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Polres Pekalongan Kota bersama Bag Psikologi Polda Jawa Tengah yang telah hadir langsung memberikan pendampingan psikologis kepada para pengungsi banjir di wilayahnya.
 
Menurutnya, pendampingan trauma healing ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, mengingat dampak bencana tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kondisi mental dan emosional para korban.
 
“Kami sangat mengapresiasi langkah Polres Pekalongan Kota dan Bag Psikologi Polda Jateng yang telah memberikan perhatian serius terhadap pemulihan psikologis para pengungsi. Kehadiran tim trauma healing ini sangat membantu, khususnya dalam mengembalikan semangat dan ketenangan warga, terutama anak-anak yang sempat mengalami ketakutan akibat banjir,” ujar M. Natsir.
 
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi para pengungsi benar-benar pulih.
 
"Kegiatan ini juga sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat dalam penanganan dampak bencana,"pungkasnya.
 
 
 
(Tim Liputan Kominfo/Dian)