Kolaborasi BPSJ dan Puskesmas Dorong Layanan Kesehatan Tradisional

Kota Pekalongan – Balai Pelayanan dan Saintifikasi Jamu (BPSJ) Kota Pekalongan memperluas jangkauan pemanfaatan jamu tersaintifikasi melalui kerja sama dengan sejumlah Puskesmas di Kota Pekalongan. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPSJ Kota Pekalongan, dr. Teuku Reza Fadly, saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini. 
 
dr. Reza menyampaikan bahwa program yang telah berjalan sejak tahun 2024 ini merupakan bentuk sinergi antara pelayanan kesehatan dan pemerintah daerah untuk mendorong pemanfaatan jamu yang telah melalui proses saintifikasi.
 
“BPSJ bekerja sama dengan tiga Puskesmas, yakni Puskesmas Krapyak Kidul, Pekalongan Selatan, dan Kusumabangsa. Ketiganya kami dukung dalam hal penyediaan jamu serbuk tersaintifikasi yang telah kami uji dan kembangkan,” terangnya.
 
Distribusi produk dilakukan dengan dukungan dari Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, yang memastikan penyaluran berjalan sesuai standar serta dimanfaatkan dalam layanan kesehatan tradisional yang tersedia di ketiga Puskesmas tersebut.
 
“Produk jamu ini kami kirimkan melalui jalur resmi, dan telah masuk ke fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari program pengembangan layanan tradisional. Jamu serbuk tersebut dapat digunakan dalam kegiatan kunjungan maupun pelayanan langsung kepada masyarakat,” tandasnya.
 
Dengan adanya suplai jamu dari BPSJ, diharapkan pelayanan bisa lebih optimal, terutama dalam upaya promotif dan preventif berbasis kearifan lokal. Program ini sekaligus mendukung penguatan layanan kesehatan tradisional yang ilmiah, teruji, dan sesuai regulasi. Kami berharap masyarakat bisa lebih mudah mengakses produk jamu yang aman dan terbukti secara ilmiah, melalui fasilitas kesehatan yang resmi.
 
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)