Klaster SMAN 4 Terkendali

Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan bersama TNI Polri cepat tanggap dalam penanganan munculnya klaster penaran Covid-19 di SMAN 4 Pekalongan. Klaster SMAN 4 ini akhirnya terkendali usai dilakukan tracing.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Dr Slamet Budiyanto SKM MKes saat dikonfirmasi di Gedung PIBB, Minggu (6/6/2021) mengungkapkan bahwa Tim Satgas Covid-19 di Kota Pekalongan langsung cepat melakukan tracing sejak awal diketahui satu orang guru terkonfirmasi positif. "Sampai saat ini jumlah kasus Covid-19 klaster SMAN 4 berjumlah 37 orang yakni 20 orang dari Kota Pekalongan, 11 orang Kabupaten Pekalongan, dan 6 orang Kabupaten Batang," papar Budi.
Budi menceritakan kronologi adanya klaster SMAN 4 yakni berawal dari seorang guru postif Covid-19, dua orang yang kontak erat juga diswab hasilnya positif, kemudian tujuh orang yang dekat lagi dan diswab hasilnya satu positif. "Karena sudah ada kesepakatan guru dan pihak sekolah akhirnya semua diswab, dari 56 orang 33 yang positif," beber Budi.
Disampaikan Budi bahwa dari 20 orang dari Kota Pekalongan, pihak keluarga dan tetangga terdekatnya diswab antigen, alhasil tidak ada yang terkonfirmasi positif.
Budi berharap tak ada penambahan kasus atau klaster lain. Budi menekankan agar masyarakat Kota Pekalongan tak lalai menerapkan protokol kesehatan. "Sudah atau belum divaksin tetap harus menerapkan protokol kesehatan," tukas Budi.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Dr Slamet Budiyanto SKM MKes saat dikonfirmasi di Gedung PIBB, Minggu (6/6/2021) mengungkapkan bahwa Tim Satgas Covid-19 di Kota Pekalongan langsung cepat melakukan tracing sejak awal diketahui satu orang guru terkonfirmasi positif. "Sampai saat ini jumlah kasus Covid-19 klaster SMAN 4 berjumlah 37 orang yakni 20 orang dari Kota Pekalongan, 11 orang Kabupaten Pekalongan, dan 6 orang Kabupaten Batang," papar Budi.
Budi menceritakan kronologi adanya klaster SMAN 4 yakni berawal dari seorang guru postif Covid-19, dua orang yang kontak erat juga diswab hasilnya positif, kemudian tujuh orang yang dekat lagi dan diswab hasilnya satu positif. "Karena sudah ada kesepakatan guru dan pihak sekolah akhirnya semua diswab, dari 56 orang 33 yang positif," beber Budi.
Disampaikan Budi bahwa dari 20 orang dari Kota Pekalongan, pihak keluarga dan tetangga terdekatnya diswab antigen, alhasil tidak ada yang terkonfirmasi positif.
Budi berharap tak ada penambahan kasus atau klaster lain. Budi menekankan agar masyarakat Kota Pekalongan tak lalai menerapkan protokol kesehatan. "Sudah atau belum divaksin tetap harus menerapkan protokol kesehatan," tukas Budi.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF