Kerja Sama Pemkot-Poltekkes Kemenkes Semarang Perkuat Sinergi Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Kerja Sama Pemkot-Poltekkes Kemenkes Semarang Perkuat Sinergi Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat
Kota Pekalongan– Pemerintah Kota Pekalongan bersama Polteknik Kesehatan (Poltekkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Semarang memperkuat kerja sama dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui implementasi tridharma perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan oleh Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid dan Kepala Dinas Kesehatan, Puji Winarti dengan Direktur Poltekkes Kemenkes, Bedjo Santoso, di ruang Buketan, Kantor Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Jumat (26/6/2026).
Wali Kota Pekalongan Aaf menerangkan bahwa kerja sama yang terjalin harus memberikan manfaat nyata, baik bagi masyarakat, Pemerintah Kota, maupun Poltekkes. Ia berharap sinergi tersebut terus berkembang, termasuk melalui peningkatan jenjang pendidikan di Poltekkes yang saat ini masih didominasi program Diploma III (D3).
"Kami berharap kerja sama ini benar-benar berdampak bagi masyarakat. Selain itu, usulan yang telah kami sampaikan dapat menjadi perhatian, termasuk pengembangan jenjang pendidikan dari D3 ke D4 maupun S1 sehingga keberadaan Poltekkes semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas," terangnya.
Sementara itu, Bedjo menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi konsep Poltekkes Berdampak, yakni memastikan keberadaan institusi pendidikan kesehatan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Pihaknya berkomitmen mendukung penanganan berbagai persoalan kesehatan di Kota Pekalongan, khususnya penyakit menular seperti tuberkulosis (TB) dan kusta, melalui edukasi, upaya preventif, serta penempatan mahasiswa di wilayah dengan risiko tinggi melalui pendekatan interprofessional collaboration.
"Kami ingin berperan aktif membantu menyelesaikan permasalahan kesehatan, terutama melalui edukasi dan pencegahan agar angka TB dan kusta dapat ditekan. Mahasiswa kami juga diterjunkan di sejumlah wilayah yang menjadi zona merah penyakit menular sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut, Puji mengatakan bahwa tingginya angka temuan kasus kusta di Kota Pekalongan merupakan hasil dari upaya deteksi dini yang dilakukan secara aktif hingga ke tingkat masyarakat. Seluruh kasus yang ditemukan segera ditangani hingga sembuh.
Selain kusta, Kota Pekalongan juga masih menghadapi tantangan penanganan TB dan HIV. Di sisi lain, capaian penurunan angka stunting menunjukkan hasil yang menggembirakan, yakni dari 28,2 persen menjadi 19,3 persen, dan diharapkan kembali menurun pada evaluasi tahun ini.
"Kami berharap sinergi dengan Poltekkes Kemenkes Semarang terus diperkuat melalui berbagai inovasi program sehingga implementasi kerja sama semakin optimal dan mampu menekan angka berbagai permasalahan kesehatan di Kota Pekalongan," tutupnya.
(Dinkominfo Kota Pekalongan/Dea)
Kota Pekalongan– Pemerintah Kota Pekalongan bersama Polteknik Kesehatan (Poltekkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Semarang memperkuat kerja sama dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui implementasi tridharma perguruan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kerja sama ditandai dengan penandatanganan oleh Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid dan Kepala Dinas Kesehatan, Puji Winarti dengan Direktur Poltekkes Kemenkes, Bedjo Santoso, di ruang Buketan, Kantor Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Jumat (26/6/2026).
Wali Kota Pekalongan Aaf menerangkan bahwa kerja sama yang terjalin harus memberikan manfaat nyata, baik bagi masyarakat, Pemerintah Kota, maupun Poltekkes. Ia berharap sinergi tersebut terus berkembang, termasuk melalui peningkatan jenjang pendidikan di Poltekkes yang saat ini masih didominasi program Diploma III (D3).
"Kami berharap kerja sama ini benar-benar berdampak bagi masyarakat. Selain itu, usulan yang telah kami sampaikan dapat menjadi perhatian, termasuk pengembangan jenjang pendidikan dari D3 ke D4 maupun S1 sehingga keberadaan Poltekkes semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas," terangnya.
Sementara itu, Bedjo menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi konsep Poltekkes Berdampak, yakni memastikan keberadaan institusi pendidikan kesehatan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Pihaknya berkomitmen mendukung penanganan berbagai persoalan kesehatan di Kota Pekalongan, khususnya penyakit menular seperti tuberkulosis (TB) dan kusta, melalui edukasi, upaya preventif, serta penempatan mahasiswa di wilayah dengan risiko tinggi melalui pendekatan interprofessional collaboration.
"Kami ingin berperan aktif membantu menyelesaikan permasalahan kesehatan, terutama melalui edukasi dan pencegahan agar angka TB dan kusta dapat ditekan. Mahasiswa kami juga diterjunkan di sejumlah wilayah yang menjadi zona merah penyakit menular sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut, Puji mengatakan bahwa tingginya angka temuan kasus kusta di Kota Pekalongan merupakan hasil dari upaya deteksi dini yang dilakukan secara aktif hingga ke tingkat masyarakat. Seluruh kasus yang ditemukan segera ditangani hingga sembuh.
Selain kusta, Kota Pekalongan juga masih menghadapi tantangan penanganan TB dan HIV. Di sisi lain, capaian penurunan angka stunting menunjukkan hasil yang menggembirakan, yakni dari 28,2 persen menjadi 19,3 persen, dan diharapkan kembali menurun pada evaluasi tahun ini.
"Kami berharap sinergi dengan Poltekkes Kemenkes Semarang terus diperkuat melalui berbagai inovasi program sehingga implementasi kerja sama semakin optimal dan mampu menekan angka berbagai permasalahan kesehatan di Kota Pekalongan," tutupnya.
(Dinkominfo Kota Pekalongan/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF