Kenali Gejala dan Bahaya Campak-Rubella, Warga Diminta Tak Lengah

Kenali Gejala dan Bahaya Campak-Rubella, Warga Diminta Tak Lengah

Kota Pekalongan — Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak dan rubella yang masih berpotensi menular, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.

Programmer Imunisasi Dinkes Kota Pekalongan, Samsiyah Ratnawati, menjelaskan bahwa campak memiliki gejala khas yang perlu dikenali sejak dini. “Campak gejalanya punya ciri tersendiri, seperti mata merah dan muncul bintik-bintik. Biasanya bintik pertama muncul di belakang telinga, kemudian menyebar ke leher hingga ke seluruh tubuh,” jelasnya.

Selain itu, penderita campak umumnya mengalami demam tinggi, batuk, dan pilek. Penyakit ini, lanjutnya, tidak boleh dianggap sepele karena dapat menimbulkan komplikasi serius. “Campak bisa menyerang paru-paru dan berkembang menjadi bronkopneumonia. Bahkan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani dengan tepat, terutama pada anak yang tidak memiliki kekebalan,” terangnya.

Ia menambahkan, masa gejala campak umumnya berlangsung sekitar enam hari. Oleh karena itu, apabila ditemukan tanda-tanda tersebut, masyarakat diminta segera mencari penanganan medis. “Penanganan yang tepat sangat penting agar pasien mendapatkan anjuran sesuai dari tenaga kesehatan. Pada anak-anak biasanya juga diberikan vitamin A untuk membantu pemulihan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Samsiyah mengungkapkan bahwa rubella memiliki gejala yang hampir mirip dengan campak, namun cenderung lebih ringan. Meski demikian, rubella memiliki risiko besar bagi ibu hamil. “Jika ibu hamil terkena rubella atau campak, virus dapat menyerang janin dan menyebabkan kecacatan, seperti katarak, kelainan jantung, hingga cacat fisik,” ungkapnya.

Campak sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebar dengan cepat melalui percikan batuk atau bersin. Gejala umum meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta ruam kulit, dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi pada anak-anak.

Pihaknya mengingatkan masyarakat untuk melengkapi imunisasi sebagai langkah pencegahan utama, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada campak atau rubella.

(Tim Liputan Dinkominfo/dea)