Kementerian UMKM Dorong Digitalisasi dan Perluas Akses Fasilitasi bagi UMKM Pekalongan

Kementerian UMKM Dorong Digitalisasi dan Perluas Akses Fasilitasi bagi UMKM Pekalongan

Kota Pekalongan - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pelaku UMKM di Kota Pekalongan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam mengembangkan usaha, memperluas pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk. Hal tersebut disampaikan Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil Kementrian UMKM, Aku Alkatiri dalam Workshop UMKM Cerdas Digital dan Literasi Keuangan yang menjadi bagian dari rangkaian Pekan Batik Nasional 2026, berlangsung di Alun-alun setempat, Kamis (15/10/2025).

Ali menuturkan, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari penerapan ilmu yang diperoleh peserta untuk membangun bisnis berkelanjutan.

“Yang penting dari kegiatan semacam ini adalah bukan saat pelaksanaannya, tetapi setelah itu, bagaimana informasi yang didapat dari forum ini dimanfaatkan sampai nanti membuahkan satu strategi bisnis yang berkelanjutan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai aspek usaha, mulai dari pengurusan legalitas, akses pembiayaan, pengembangan desain dan produksi, hingga pemasaran. Pelaku UMKM juga perlu menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar agar mampu bersaing.

“Kita mau berjualan harus mengikuti selera pasar, bukan selera kita. Asal bikin nanti nggak laku. Pasar itu seperti apa kemauannya? Sampai nanti dibuat proses produksi yang mengikuti itu. Ini lebih mudah sekarang dengan adanya perkembangan teknologi digital,” jelas Ali.

Untuk memperluas akses terhadap berbagai layanan pemerintah, Kementerian UMKM telah meluncurkan aplikasi Sapa UMKM. Platform tersebut dirancang untuk mengintegrasikan beragam fasilitas dari kementerian dan lembaga, sehingga pelaku usaha dapat mengakses layanan melalui satu pintu.

“Cukup masuk satu pintu dengan satu akun, teman-teman UMKM bisa mendapatkan fasilitas, mulai dari kemudahan berusaha, pembiayaan, sampai bantuan alat dan mesin, penguatan dalam bidang sertifikasi berusaha, dan pelatihan-pelatihan,” ungkap Ali.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab berharap workshop tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi memberikan manfaat nyata bagi pengembangan usaha masyarakat.

“Tentu kita tidak ingin acara ini hanya menjadi acara seremonial saja, tetapi kemanfaatannya bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan,” tuturnya.

Ia berharap pelaku UMKM semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, serta mengembangkan usaha secara inovatif dan berkelanjutan.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)