Kemenag Kota Pekalongan Tekankan Prokes Ketat di Rumah Ibadat

Kota Pekalongan – Kementerian Agama (Kemenag) RI menerbitkan Surat Edaran No 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah, menyusul melonjaknya kasus virus corona (Covid-19) di sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satu poin dalam SE tersebut adalah kegiatan keagamaan di daerah zona merah untuk sementara ditiadakan.

Menanggapi hal tersebut, Kemenag Kota Pekalongan meminta kepada seluruh masyarakat untuk dapat bergerak bersama dengan menaati dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di Rumah Ibadat.

Kepala Kemenag Kota Pekalongan, Drs H Maksum saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (16/4/2021) menyampaikan bahwa menanggapi SE Kemenag RI pihaknya sudah melaporkan dan menyurati kepada Walikota Pekalongan, ketua FKUB, DMI, MUI, ormas islam, para pengurus rumah ibadat, Kepala KUA, madrasah, penyuluh agama islam serta pondok pesantren.

“Kami sebarluaskan ke seluruh lapisan agar dapat disosialisasikan ke masyarakat. Sehingga, pandemi Covid-19 dapat ditekan bersama. Mudah-mudahan seluruh masyarakat menyadari dengan menerapkan prokes ketat,”ungkap Maksum.

Ia menerangkan, SE tersebut mengatur batasan-batasan yang ditetapkan pada masing-masing zona. Dimana pada wilayah Zona Merah kegiatan keagamaan ditiadakan.

Kemudian, kegiatan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan seperti pengajian umum, pertemuan, pernikahan, haul dan sejenisnya di ruang serba guna rumah ibadat dihentikan sementara untuk daerah zona Merah dan Orange sampai kondisi memungkinkan.

Sementara, untuk daerah yang dinyatakan aman dari penyebaran Covid-19, kegiatan peribadatan di rumah ibadat hanya boleh dilakukan oleh warga lingkungan setempat dengan tetap menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

“Mengingat Kota Pekalongan berada dalam Zona Orange, kegiatan peribadatan masih diperbolehkan tetapi dengan prokes yang ketat,”imbuhnya.

Maksum berpesan, agar semua pihak dapat bergerak bersama dalam menekan penyebaran Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan ketat melalui 5M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.


Dalam pelaksanaanya, pihaknya juga akan melakukan pemantauan secara intensif dan berkoordinasi dengan Pemkot Pekalongan dan Satuan Tugas Covid-19 setempat.

“Secara masif kami juga selalu mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar setiap hari baik di rumah/diluar selalu menerapkan prokes 5M. Kalau itu bisa dilaksanakan semua, harapannya dapat menekan angka penyebaran Covid-19 sehingga kenyamanan masyarakat bisa tercapai,”pungkasnya.


(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)