Kelas Ibu Hamil Perkuat Pengetahuan, Puskesmas Buaran Tekan Risiko Kematian Maternal dan Bayi

Kelas Ibu Hamil Perkuat Pengetahuan, Puskesmas Buaran Tekan Risiko Kematian Maternal dan Bayi
Kota Pekalongan – UPT Puskesmas Buaran Kota Pekalongan terus memperkuat upaya pencegahan risiko kematian ibu dan bayi melalui penyelenggaraan Kelas Ibu Hamil. Kegiatan yang diikuti ibu hamil dari Kelurahan Buaran Kradenan, Banyurip Ageng, dan Banyurip Alit ini menjadi sarana pembekalan bagi calon ibu agar mampu menjalani kehamilan secara sehat, mengenali tanda bahaya, serta mempersiapkan persalinan dan perawatan bayi, Rabu (5/8/2026).
Kepala UPT Puskesmas Buaran, drg. Intan Apriliani, menjelaskan bahwa kelas ibu hamil menghadirkan berbagai materi penting, mulai dari persiapan menyusui, pemberian ASI eksklusif, senam ibu hamil, hingga edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan ibu sehingga dapat segera memperoleh penanganan apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan.
"Ini merupakan salah satu upaya kami menurunkan angka kematian ibu. Ibu hamil harus mengetahui tanda-tanda bahaya kehamilan agar dapat segera mencari pertolongan ketika muncul gejala yang berisiko," jelasnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini wilayah kerja Puskesmas Buaran belum mencatat kasus kematian ibu sepanjang tahun 2026, sementara terdapat satu kasus kematian bayi. Karena itu, edukasi dan deteksi dini terus diperkuat melalui kelas ibu hamil yang diupayakan berlangsung setiap tiga bulan sekali. Dalam waktu dekat, kegiatan juga akan kembali digelar dengan menghadirkan dokter spesialis dari Rumah Sakit Anugerah sebagai narasumber.
Selain edukasi tatap muka, Puskesmas Buaran memberikan pendampingan berkelanjutan melalui kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta grup WhatsApp Permata Hati yang menghubungkan seluruh ibu hamil dengan bidan dan dokter. Melalui layanan tersebut, konsultasi dapat dilakukan kapan saja, disertai tindak lanjut berupa kunjungan rumah apabila diperlukan.
drg. Intan berharap seluruh ibu hamil aktif mengikuti kelas dan menerapkan pola hidup sehat selama kehamilan. Menurutnya, bekal pengetahuan, pemenuhan gizi seimbang, serta kemampuan mengenali tanda bahaya merupakan langkah penting untuk melahirkan generasi yang sehat sekaligus menekan risiko kematian ibu dan bayi.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Kota Pekalongan – UPT Puskesmas Buaran Kota Pekalongan terus memperkuat upaya pencegahan risiko kematian ibu dan bayi melalui penyelenggaraan Kelas Ibu Hamil. Kegiatan yang diikuti ibu hamil dari Kelurahan Buaran Kradenan, Banyurip Ageng, dan Banyurip Alit ini menjadi sarana pembekalan bagi calon ibu agar mampu menjalani kehamilan secara sehat, mengenali tanda bahaya, serta mempersiapkan persalinan dan perawatan bayi, Rabu (5/8/2026).
Kepala UPT Puskesmas Buaran, drg. Intan Apriliani, menjelaskan bahwa kelas ibu hamil menghadirkan berbagai materi penting, mulai dari persiapan menyusui, pemberian ASI eksklusif, senam ibu hamil, hingga edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan. Pengetahuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan ibu sehingga dapat segera memperoleh penanganan apabila terjadi kondisi kegawatdaruratan.
"Ini merupakan salah satu upaya kami menurunkan angka kematian ibu. Ibu hamil harus mengetahui tanda-tanda bahaya kehamilan agar dapat segera mencari pertolongan ketika muncul gejala yang berisiko," jelasnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini wilayah kerja Puskesmas Buaran belum mencatat kasus kematian ibu sepanjang tahun 2026, sementara terdapat satu kasus kematian bayi. Karena itu, edukasi dan deteksi dini terus diperkuat melalui kelas ibu hamil yang diupayakan berlangsung setiap tiga bulan sekali. Dalam waktu dekat, kegiatan juga akan kembali digelar dengan menghadirkan dokter spesialis dari Rumah Sakit Anugerah sebagai narasumber.
Selain edukasi tatap muka, Puskesmas Buaran memberikan pendampingan berkelanjutan melalui kader kesehatan, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta grup WhatsApp Permata Hati yang menghubungkan seluruh ibu hamil dengan bidan dan dokter. Melalui layanan tersebut, konsultasi dapat dilakukan kapan saja, disertai tindak lanjut berupa kunjungan rumah apabila diperlukan.
drg. Intan berharap seluruh ibu hamil aktif mengikuti kelas dan menerapkan pola hidup sehat selama kehamilan. Menurutnya, bekal pengetahuan, pemenuhan gizi seimbang, serta kemampuan mengenali tanda bahaya merupakan langkah penting untuk melahirkan generasi yang sehat sekaligus menekan risiko kematian ibu dan bayi.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF