KDKMP Jadi Wadah Produk Lokal dan Penggerak Ekonomi Desa

KDKMP Jadi Wadah Produk Lokal dan Penggerak Ekonomi Desa

Kota Pekalongan – Keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Kementerian Koperasi RI, Krisdianto,  saat hadir mewakili Menteri Koperasi RI dalam Acara Pembukaan Pekan Kreatif Nusantara Tahun 2026 dalam rangka 12 Tahun Pekalongan Kota Kreatif Dunia, baru-baru ini.

Menurut Krisdianto, KDKMP tidak hanya menjadi wadah bagi produk-produk unggulan daerah, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk naik kelas melalui badan usaha koperasi. Dengan bergabung dalam koperasi, pelaku usaha memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan, pelatihan, hingga pendampingan usaha yang dapat meningkatkan kapasitas dan daya saing produk mereka.

"Kami mengapresiasi kehadiran gerai-gerai KDKMP dalam Pekan Kreatif Nusantara yang menampilkan beragam produk lokal, mulai dari kopi, makanan ringan, hingga produk kreatif lainnya,"ucapnya.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa KDKMP dibangun untuk memperkuat kemandirian desa dan kelurahan, sekaligus melibatkan masyarakat sebagai pemasok maupun pelaku usaha yang berkontribusi dalam rantai ekonomi lokal.

"KDKMP memang bertujuan meningkatkan kemandirian desa. Produk-produk lokal yang ditampilkan menunjukkan potensi besar masyarakat yang bisa terus dikembangkan. Harapannya, perekonomian di Pekalongan semakin meningkat dan manfaatnya dirasakan lebih banyak warga," ujarnya.

Terkait keterbatasan lahan di Kota Pekalongan, Krisdianto menjelaskan bahwa pemerintah pusat memberikan fleksibilitas dalam pengembangan KDKMP. Penyesuaian desain dan pemanfaatan lahan yang tersedia dapat dilakukan sesuai kondisi daerah, sehingga program ini tetap dapat berjalan optimal tanpa mengurangi tujuan utamanya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. 

"Selain itu, pemerintah juga terus mendorong peningkatan kualitas produk UMKM melalui pendampingan kemasan, perizinan, dan standarisasi yang disesuaikan dengan karakteristik serta kearifan lokal masing-masing daerah,"tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)