Kauman Batik Art Festival 2019 Suguhkan Berbagai Kreativitas Anak Muda

Berbagai seni budaya dan tradisi disuguhkan dalam Gelaran Kauman Batik Art Fest (KBAF) Tahun 2019 yang diinisiasi oleh Perkumpulan Kampung Batik Kauman (PKBK) dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional Tahun 2019. Gelaran yang mengusung Srawoeng Saroengan Creative Night diselenggarakan di Kampung Batik Kauman, Minggu malam (20/10/2019).

 

Hadir Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE membuka kegiatan festival yang telah dimulai diselenggarakan tahun 2018 lalu. Usai menghadiri kegiatan tersebut, Aaf, sapaan akrabnya mengaku sangat terkesan dan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan Kauman Batik Art Fest tahun ini.

 

“Kegiatan Kauman Batik Art Fest 2019 diselenggarakan sangat luar biasa, kami sangat apresiasi karena semua ini merupakan bentuk kreativitas dari para pengurus dan Paguyuban warga Kampung Batik Kauman khususnya para generasi muda kampung ini,” tutur Aaf.

 

Menurut Aaf, terdapat beberapa catatan positif dalam penyelenggaraan tahun ini yakni ramainya antusias warga Kota Pekalongan yang hadir memadati Kampung Batik Kauman untuk turut memeriahkan gelaran KBAF tersebut.

 

“Disini banyak sekali dijumpai ada stand-stand seni budaya, ada pasar kuliner yang menyediakan makanan khas daerah dan makanan kekinian,jajanan tradisional, dengan menggandeng para komunitas Komika, sketsa, nginang, sebagai tradisi yang sudah lama dilakukan oleh leluhur kita dan sekarang dibangkitkan lagi oleh anak-anak muda disini, ternyata nginang ini tidak hanya untuk kesehatan gigi mulut, namun juga sangat bermanfaat untuk organ dalam tubuh manusia,” terang Aaf.

 

Aaf berharap kreativitas anak muda yang ditorehkan dalam berbagai kegiatan seni budaya menarik ini harus terus dipertahankan dan digali untuk memberikan dampak positif bagi kemajuan kampung mereka dan Kota Pekalongan pada umumnya.

 

Dilain pihak, Ketua Paguyuban Kampung Batik Kauman (PKBK) sekaligus menjadi ketua panitia, Husni Mubarok menjelaskan penyelenggaraan rangkaian KBAF pada tahun ini tidak jauh berbeda dari tahun pertama diselenggarakan di tahun 2018 silam.

 

“Pelaksanaan pada tahun ini kami lebih fokus dalam kemasannya saja lebih tematik mulai dari Pranggok On the Street yang bertujuan pengenalan batik secara langsung kepada pengguna jalan sekaligus promosi Omah Kreatif Kauman Pekalongan, dilanjutkan dengan Mlaku-Mlaku Kampung Batik Kauman sebagai agenda tetap untuk silaturahmi antar warga dan pada puncak acara diselenggarakan malam ini Srawoeng Saroeng Creative Night sebagai puncak penutup rangkaian gelaran KBAF pada tahun 2019,” terang Husni.

 

Husni menambahkan dalam gelaran KBAF turut dilibatkan berbagai komunitas di Kota Pekalongan dan juga diramaikan beberapa pertunjukan baik seni rupa,budaya dan musik.

 

“Pada tema tahun ini Srawoeng Saroeng Creative Night kami ingin menyampaikan pesan untuk terjalinnya silaturahmi dan kedekatan antar komunitas. Disamping itu, kami ingin mengangkat sarung sebagai salah satu kultur busana warga Kota Pekalongan terutama sarung batik. Alhamdulillah. untuk event tahun ini apresiasi dan antusiasme warga serta para stake holder sangat positif, kami sangat berterima kasih supaya menambah semangat kami untuk semakin baik dalam berkreasi di tahun-tahun mendatang,” papar Husni.