Kasus DBD Masih Terkendali, Dinkes Imbau Warga Tetap Waspada

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga saat ini masih dalam kondisi terkendali meskipun wilayah kota dilanda banjir dan cuaca ekstrem. Berdasarkan pemantauan rutin yang dilakukan menunjukkan belum adanya peningkatan signifikan kasus DBD selama Januari.
 
Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Puji Winarti melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit setempat, dr. Dita Rasnasuri, menerangkan bahwa berdasarkan data Dinkes, jumlah kasus DBD tercatat lima kasus dengan pola fluktuatif yang masih dalam batas kewajaran. Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir yang terjadi belum berdampak langsung terhadap lonjakan kasus DBD di Kota Pekalongan.
 
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa kewaspadaan tetap harus ditingkatkan, mengingat potensi munculnya genangan air saat cuaca ekstrem dan pascabanjir bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Terlebih, sebagian rumah warga masih terendam dan belum diketahui kondisi kebersihannya.
 
“Kami bersyukur sampai saat ini kasus DBD tidak menunjukkan peningkatan. Namun kami tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada, karena risiko biasanya muncul setelah banjir surut,” ungkapnya.
 
Sebagai upaya pencegahan, pihaknya terus mengintensifkan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat. Edukasi dilakukan melalui media flyer dan imbauan langsung agar warga rutin membersihkan lingkungan, menguras tempat penampungan air, serta mengubur atau membuang barang bekas seperti ban dan kaleng yang berpotensi menampung air.
 
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak menggantung pakaian di dalam rumah, membuka ventilasi pada pagi hari, serta memastikan tidak ada genangan air di sekitar tempat tinggal. Menurutnya, langkah-langkah sederhana ini dinilai efektif dalam menekan risiko penyebaran DBD.
 
Lebih lanjut, dr. Dita mendorong masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, terutama bagi kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, dan ibu nifas. Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) turut dioptimalkan sebagai bagian dari upaya menjaga daya tahan tubuh masyarakat di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
 
Dengan kondisi kasus yang masih terkendali dan upaya pencegahan yang terus digencarkan, dirinya berharap masyarakat tetap tenang namun tidak lengah, serta berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah peningkatan kasus DBD ke depan.
 
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)