Karnaval HUT ke-81 RI, Siswi SD Islam 04 Pekalongan Tampilkan Kreativitas Lewat Kostum

Karnaval HUT ke-81 RI, Siswi SD Islam 04 Pekalongan Tampilkan Kreativitas Lewat Kostum

Kota Pekalongan – Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, siswi SD Islam 04 Pekalongan menunjukkan kreativitas melalui beragam kostum dalam kegiatan karnaval yang digelar di lingkungan sekolah, Minggu (23/8/2026).

Kegiatan yang diikuti 175 siswi kelas 1 hingga kelas 6 tersebut berlangsung meriah. Para siswi tampil mengenakan kostum dengan beragam tema, mulai dari nuansa merah putih hingga karakter budaya Nusantara. Kreativitas juga terlihat dari pemanfaatan bahan bekas sebagai bagian dari kostum yang dikenakan.

Salah satunya ditunjukkan Erlita Almahira Sasongko, siswi kelas 3, yang mengenakan kostum bernuansa merah putih dengan ornamen permainan tradisional Indonesia. Kostum tersebut dibuat menggunakan bahan bekas, seperti plastik, kardus, dan kertas, bersama ibunya.

“Tema kostum saya merah putih. Di sini ada permainan yang biasa dimainkan di Indonesia. Kostumnya dibuat dari plastik, sedangkan topinya dari kardus dan kertas,” ujar Erlita.

Ia mengaku senang dapat mengikuti karnaval bersama teman-temannya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang menyenangkan dan ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar.

Antusiasme serupa disampaikan Ersa Mahran Putri Erlangga, siswa kelas 3, yang tampil mengenakan kostum bertema burung Cenderawasih. Meski rute karnaval cukup jauh, ia tetap menikmati kegiatan bersama teman-temannya.

“Saya senang banget. Tadi kelilingnya jauh, tapi tetap senang,” katanya.

Lebih lanjut, Kepala SD Islam 04 Pekalongan, Yuliati, mengatakan karnaval tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi sarana mendorong kreativitas dan kebersamaan siswa.

Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan guru, tenaga kependidikan, serta orang tua melalui komite kelas. Keterlibatan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan antara sekolah dan keluarga dalam mendukung proses pendidikan.

“Kami ingin mempererat silaturahmi dan kekeluargaan. Sekolah membutuhkan orang tua sebagai mitra pembelajaran,” katanya.

Selain karnaval dan parade kostum, kegiatan juga dilanjutkan dengan market day yang dikelola orang tua melalui komite kelas. Beragam makanan dan jajanan disiapkan untuk memeriahkan kegiatan sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar kelas.

Dengan kegiatan ini, pihaknya tidak hanya mengajak siswa memaknai semangat kemerdekaan, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi, berkreasi, dan membangun kebersamaan bersama teman, guru, dan keluarga.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)