Jelang Ramadan, Pemkot Gelar Gerakan Pangan Murah 3 Hari

Kota Pekalongan – Sebagai upaya untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Ramadan, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama tiga hari, Jumat–Minggu (13–15), bertempat di GOR Jetayu setempat. Kegiatan ini merupakan sinergi Dinperpa bersama Perum Bulog, Bank Indonesia Tegal, serta Rooang Karya Kanzus Sholawat. GPM dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia untuk menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga pangan.
Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati saat ditemui pada kegiatan tersebut, Jumat (13/2/2026) mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, terlebih belum lama ini sejumlah masyarakat Kota Pekalongan terdampak bencana banjir.
“Hari ini kami Dinperpa bekerja sama dengan Bulog, BI Tegal, dan Rooang Karya Kanzus Sholawat menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah serentak. Tujuannya menyediakan pangan berkualitas dengan harga wajar agar masyarakat terbantu mencukupi kebutuhan pokok,” katanya.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 kegiatan serupa akan kembali digelar tidak hanya menjelang Ramadan, tetapi juga pada pertengahan Ramadan, Iduladha, serta menjelang Natal dan Tahun Baru.
Lili menyebutkan, dalam pelaksanaan GPM kali ini, kebutuhan pokok yang disediakan per hari antara lain beras 750 kantong terdiri dari beras premium 400 kantong dan SPHP350 kantong, minyak goreng dan gula pasir masing-masing 600 kilogram, telur ayam 100 kilogram, bawang merah dan bawang putih 500 kilogram. Sistem pembelian menggunakan kupon dengan pembatasan maksimal dua item per jenis guna pemerataan distribusi.
Terkait harga, ia merinci untuk harga beras premium 5 kg Rp63.000, beras SPHP 5 kg Rp55.000, minyak goreng Rp14.500/liter, gula pasir Rp15.500/kg, telur ayam Rp27.500/kg, daging ayam Rp35.000/ekor, bawang merah Rp36.000/kg, bawang putih Rp33.000/kg. Juga tersedia aneka frozen food, sayuran, cabai-cabaian, ikan dan olahan ikan.
Sementara itu, salah satu warga Panjang, Eva, mengaku terbantu dengan harga yang lebih terjangkau.
“Saya beli beras dan minyak. Selisihnya lumayan. Beras premium di pasaran sekitar Rp75 ribuan, di sini Rp63 ribu. Pelayanannya juga cepat,” tuturnya.
Antusiasme warga terlihat sejak hari pertama pelaksanaan, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati saat ditemui pada kegiatan tersebut, Jumat (13/2/2026) mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam meringankan beban masyarakat, terlebih belum lama ini sejumlah masyarakat Kota Pekalongan terdampak bencana banjir.
“Hari ini kami Dinperpa bekerja sama dengan Bulog, BI Tegal, dan Rooang Karya Kanzus Sholawat menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah serentak. Tujuannya menyediakan pangan berkualitas dengan harga wajar agar masyarakat terbantu mencukupi kebutuhan pokok,” katanya.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 kegiatan serupa akan kembali digelar tidak hanya menjelang Ramadan, tetapi juga pada pertengahan Ramadan, Iduladha, serta menjelang Natal dan Tahun Baru.
Lili menyebutkan, dalam pelaksanaan GPM kali ini, kebutuhan pokok yang disediakan per hari antara lain beras 750 kantong terdiri dari beras premium 400 kantong dan SPHP350 kantong, minyak goreng dan gula pasir masing-masing 600 kilogram, telur ayam 100 kilogram, bawang merah dan bawang putih 500 kilogram. Sistem pembelian menggunakan kupon dengan pembatasan maksimal dua item per jenis guna pemerataan distribusi.
Terkait harga, ia merinci untuk harga beras premium 5 kg Rp63.000, beras SPHP 5 kg Rp55.000, minyak goreng Rp14.500/liter, gula pasir Rp15.500/kg, telur ayam Rp27.500/kg, daging ayam Rp35.000/ekor, bawang merah Rp36.000/kg, bawang putih Rp33.000/kg. Juga tersedia aneka frozen food, sayuran, cabai-cabaian, ikan dan olahan ikan.
Sementara itu, salah satu warga Panjang, Eva, mengaku terbantu dengan harga yang lebih terjangkau.
“Saya beli beras dan minyak. Selisihnya lumayan. Beras premium di pasaran sekitar Rp75 ribuan, di sini Rp63 ribu. Pelayanannya juga cepat,” tuturnya.
Antusiasme warga terlihat sejak hari pertama pelaksanaan, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF