Java Carnival Fest 2026 Dorong Kreativitas, Budaya, dan Ekonomi Lokal

Java Carnival Fest 2026 Dorong Kreativitas, Budaya, dan Ekonomi Lokal


Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengapresiasi penyelenggaraan Java Carnival Fest 2026 yang digelar Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat, sebagai wadah kreativitas, kebersamaan, pelestarian budaya, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, saat mewakili Wali Kota Aaf saat membuka Java Carnival Fest 2026 di Jalan Jawa, Kelurahan Bendan Kergon, Jumat malam (28/8/2026).

Budi, sapaan akrabnya menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk kolaborasi dan sinergi yang baik antara pemerintah kelurahan dengan seluruh elemen masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Pemerintah Kota Pekalongan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kelurahan Bendan Kergon yang telah menyelenggarakan Java Carnival Fest 2026. Ini merupakan kolaborasi dan sinergi yang sangat baik, karena seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81,” ujarnya.

Menurutnya, Java Carnival Fest tidak sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kreativitas, memperkuat kebersamaan dan gotong royong, serta memberikan dampak positif terhadap seni budaya dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Budi berharap semangat kreativitas tersebut terus dikembangkan, khususnya oleh generasi muda. Ia mendorong anak-anak muda Kota Pekalongan untuk berani berkarya, tampil, serta mencoba berbagai hal baru melalui kegiatan yang positif dan produktif.

“Kita ingin generasi muda Pekalongan menjadi generasi yang kreatif, produktif, berkarakter, dan bangga terhadap budaya daerahnya,” katanya.

Selain menjadi ruang ekspresi dan pelestarian budaya, Java Carnival Fest 2026 juga dinilai memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian lokal. Masyarakat yang hadir diajak turut mendukung pelaku UMKM dengan membeli produk-produk lokal yang ditawarkan selama kegiatan berlangsung.

“Ketika kita membeli produk UMKM lokal, sesungguhnya kita ikut membantu menggerakkan ekonomi keluarga dan masyarakat. Karena itu, mari kita jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat gotong royong, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, sekaligus penguatan ekonomi lokal,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Bendan Kergon, Achmad Machmudin, menjelaskan bahwa Java Carnival Fest 2026 berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali senam massal yang melibatkan kelompok-kelompok senam di wilayah kelurahan, dilanjutkan lomba memasak yang diikuti perwakilan ibu-ibu dari setiap RW.

"Puncak kegiatan berupa Java Carnival digelar pada Sabtu malam dengan menampilkan berbagai kelompok masyarakat yang akan berkreasi dalam parade karnaval. Para peserta nantinya akan mendapatkan penilaian, hadiah, trofi, dan penghargaan,"ungkap Machmudin.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi terobosan sekaligus wadah untuk mengakomodasi berbagai potensi positif masyarakat yang selama ini banyak berkembang di tingkat RW maupun kelompok.

“Kami ingin mewadahi seluruh elemen yang berpotensi mengadakan kegiatan positif menjadi satu kegiatan bernama Java Carnival Fest 2026. Harapan kami kegiatan ini bisa berkesinambungan dan menjadi salah satu aset budaya serta hiburan bagi warga Kota Pekalongan,” tuturnya.

Melalui Java Carnival Fest 2026, masyarakat diajak mengisi momentum kemerdekaan dengan kegiatan yang positif, produktif, dan memberikan manfaat. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kreativitas, budaya, gotong royong, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kami juga mengajak seluruh peserta dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung,"tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian/Saif)