Jangkau Tuna Wisma, BPS Pekalongan Gandeng Satpol PP Tuntaskan Sensus Ekonomi

Jangkau Tuna Wisma, BPS Pekalongan Gandeng Satpol PP Tuntaskan Sensus Ekonomi
Kota Pekalongan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan terus mengoptimalkan penyelesaian Sensus Ekonomi 2026 yang ditargetkan rampung pada 31 Agustus 2026. Tak hanya menyasar rumah tangga dan perusahaan, pendataan juga dilakukan ke sejumlah kelompok masyarakat, termasuk pondok pesantren, lembaga pemasyarakatan (lapas), hingga tuna wisma.
Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, mengatakan berbagai upaya dilakukan petugas agar seluruh sasaran pendataan dapat terjangkau.
“Selain teman-teman petugas sensus yang door-to-door dari rumah ke rumah dan ke perusahaan, kami juga melakukan pendataan di pondok pesantren dan lapas. Bahkan untuk tuna wisma, kami juga melakukan pendataan,” terang Hayu saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).
Khusus pendataan tuna wisma, BPS Kota Pekalongan berkolaborasi dengan Satpol PP Kota Pekalongan. Pendataan tersebut dilakukan pada 14 Agustus 2026 dengan menyasar lokasi-lokasi yang menjadi tempat beristirahat tuna wisma.
Hayu menjelaskan, pendataan tuna wisma menjadi tantangan tersendiri karena keberadaan mereka cenderung berpindah-pindah. Untuk itu, petugas bersama Satpol PP harus melakukan pendataan pada waktu tertentu, termasuk hingga tengah malam.
“Karena tuna wisma itu berpindah-pindah, otomatis kami harus menyasar dalam satu hari. Kami melakukannya di tengah malam bersama Satpol PP, saat mereka sedang beristirahat dan tidak berpindah lagi,” jelasnya.
Menurut Hayu, sinergi dengan Satpol PP membantu petugas menjangkau sasaran pendataan secara lebih kondusif dan memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang terlewat dalam Sensus Ekonomi 2026.
"Kami pun terus mendorong seluruh proses pendataan dapat diselesaikan sesuai jadwal, sehingga data ekonomi yang dihasilkan nantinya semakin lengkap dan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekalongan terus mengoptimalkan penyelesaian Sensus Ekonomi 2026 yang ditargetkan rampung pada 31 Agustus 2026. Tak hanya menyasar rumah tangga dan perusahaan, pendataan juga dilakukan ke sejumlah kelompok masyarakat, termasuk pondok pesantren, lembaga pemasyarakatan (lapas), hingga tuna wisma.
Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, mengatakan berbagai upaya dilakukan petugas agar seluruh sasaran pendataan dapat terjangkau.
“Selain teman-teman petugas sensus yang door-to-door dari rumah ke rumah dan ke perusahaan, kami juga melakukan pendataan di pondok pesantren dan lapas. Bahkan untuk tuna wisma, kami juga melakukan pendataan,” terang Hayu saat dikonfirmasi, Rabu (26/8/2026).
Khusus pendataan tuna wisma, BPS Kota Pekalongan berkolaborasi dengan Satpol PP Kota Pekalongan. Pendataan tersebut dilakukan pada 14 Agustus 2026 dengan menyasar lokasi-lokasi yang menjadi tempat beristirahat tuna wisma.
Hayu menjelaskan, pendataan tuna wisma menjadi tantangan tersendiri karena keberadaan mereka cenderung berpindah-pindah. Untuk itu, petugas bersama Satpol PP harus melakukan pendataan pada waktu tertentu, termasuk hingga tengah malam.
“Karena tuna wisma itu berpindah-pindah, otomatis kami harus menyasar dalam satu hari. Kami melakukannya di tengah malam bersama Satpol PP, saat mereka sedang beristirahat dan tidak berpindah lagi,” jelasnya.
Menurut Hayu, sinergi dengan Satpol PP membantu petugas menjangkau sasaran pendataan secara lebih kondusif dan memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang terlewat dalam Sensus Ekonomi 2026.
"Kami pun terus mendorong seluruh proses pendataan dapat diselesaikan sesuai jadwal, sehingga data ekonomi yang dihasilkan nantinya semakin lengkap dan dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF