Jambore Kwarran Pekalongan Barat 2026 Tanamkan Karakter Tangguh dan Semangat Kebersamaan

Jambore Kwarran Pekalongan Barat 2026 Tanamkan Karakter Tangguh dan Semangat Kebersamaan
Kota Pekalongan – Jambore Ranting Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Pekalongan Barat 2026 menjadi ajang pembentukan karakter sekaligus mempererat semangat kebersamaan bagi Pramuka Penggalang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 Agustus 2026, di Lapangan Peturen, Kelurahan Tirto, diikuti 72 regu yang terdiri atas 37 regu putri dan 35 regu putra dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs.
Koordinator kegiatan, Rosi, S.Pd., menjelaskan, jambore tahun ini menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan kompetitif, seperti Penggalang Hebat berbasis aplikasi Quizizz, pionering, penyajian menu, wide game, hastakarya, pentas seni, K3 tenda, hingga karnaval yang akan diikuti 37 kontingen pada hari terakhir. Menurutnya, seluruh peserta dan pembina menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempersiapkan setiap rangkaian kegiatan, termasuk pembuatan gapura yang menjadi salah satu mata lomba.
"Jambore tahun ini lebih meriah karena untuk pertama kalinya melibatkan peserta SD, MI, SMP, dan MTs. Kolaborasi antara Penggalang SD dan SMP membuat suasana semakin hidup dan penuh semangat kebersamaan," ujar Kak Rosi saat ditemui pada hari kedua pelaksanaan kegiatan, Kamis (13/8/2026).
Ia menambahkan, kegiatan yang digelar tiga tahun sekali tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Pramuka. Selain memberikan penghargaan bagi para juara di setiap mata lomba, jambore dirancang sebagai wahana pembelajaran karakter melalui aktivitas yang melatih kedisiplinan, kerja sama, kreativitas, hingga kepemimpinan peserta.
"Selama tiga hari mengikuti jambore, adik-adik mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Secara fisik mereka tertempa, mentalnya semakin berani, rasa percaya diri tumbuh, dan mereka belajar menjadi Pramuka yang disiplin serta bertanggung jawab terhadap lingkungan," ungkapnya.
Ia menegaskan, nilai kepedulian terhadap lingkungan juga tampak selama kegiatan berlangsung. Setelah acara pentas seni pada malam hari, seluruh peserta bergotong royong membersihkan area bumi perkemahan usai salat Subuh dan senam bersama.
"Semangat menjaga kebersihan tersebut menjadi salah satu pembelajaran nyata yang ditanamkan kepada seluruh peserta,"bebernya.
Salah satu peserta, Namira Pelangi Cinta dari SDN Sapuro 1, mengaku sangat senang mengikuti jambore pertamanya. Ia menikmati pengalaman menginap di tenda bersama teman-teman, makan bersama, hingga berbagai aktivitas kebersamaan yang membuatnya lebih mandiri.
"Senang sekali, bisa nginep bareng, bercanda sama teman-teman, dan jadi lebih mandiri karena tidak ditemani orang tua. Pengalaman ini sangat berkesan," tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Jambore Ranting Kwartir Ranting (Kwarran) Kecamatan Pekalongan Barat 2026 menjadi ajang pembentukan karakter sekaligus mempererat semangat kebersamaan bagi Pramuka Penggalang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 12–14 Agustus 2026, di Lapangan Peturen, Kelurahan Tirto, diikuti 72 regu yang terdiri atas 37 regu putri dan 35 regu putra dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs.
Koordinator kegiatan, Rosi, S.Pd., menjelaskan, jambore tahun ini menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan kompetitif, seperti Penggalang Hebat berbasis aplikasi Quizizz, pionering, penyajian menu, wide game, hastakarya, pentas seni, K3 tenda, hingga karnaval yang akan diikuti 37 kontingen pada hari terakhir. Menurutnya, seluruh peserta dan pembina menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempersiapkan setiap rangkaian kegiatan, termasuk pembuatan gapura yang menjadi salah satu mata lomba.
"Jambore tahun ini lebih meriah karena untuk pertama kalinya melibatkan peserta SD, MI, SMP, dan MTs. Kolaborasi antara Penggalang SD dan SMP membuat suasana semakin hidup dan penuh semangat kebersamaan," ujar Kak Rosi saat ditemui pada hari kedua pelaksanaan kegiatan, Kamis (13/8/2026).
Ia menambahkan, kegiatan yang digelar tiga tahun sekali tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Pramuka. Selain memberikan penghargaan bagi para juara di setiap mata lomba, jambore dirancang sebagai wahana pembelajaran karakter melalui aktivitas yang melatih kedisiplinan, kerja sama, kreativitas, hingga kepemimpinan peserta.
"Selama tiga hari mengikuti jambore, adik-adik mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Secara fisik mereka tertempa, mentalnya semakin berani, rasa percaya diri tumbuh, dan mereka belajar menjadi Pramuka yang disiplin serta bertanggung jawab terhadap lingkungan," ungkapnya.
Ia menegaskan, nilai kepedulian terhadap lingkungan juga tampak selama kegiatan berlangsung. Setelah acara pentas seni pada malam hari, seluruh peserta bergotong royong membersihkan area bumi perkemahan usai salat Subuh dan senam bersama.
"Semangat menjaga kebersihan tersebut menjadi salah satu pembelajaran nyata yang ditanamkan kepada seluruh peserta,"bebernya.
Salah satu peserta, Namira Pelangi Cinta dari SDN Sapuro 1, mengaku sangat senang mengikuti jambore pertamanya. Ia menikmati pengalaman menginap di tenda bersama teman-teman, makan bersama, hingga berbagai aktivitas kebersamaan yang membuatnya lebih mandiri.
"Senang sekali, bisa nginep bareng, bercanda sama teman-teman, dan jadi lebih mandiri karena tidak ditemani orang tua. Pengalaman ini sangat berkesan," tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF