Jadi Satu dari Tiga Saka Pustaka di Jateng, Kota Pekalongan Siapkan Program Kerja, Gandeng Komunitas dan Relawan Literasi

Jadi Satu dari Tiga Saka Pustaka di Jateng, Kota Pekalongan Siapkan Program Kerja, Gandeng Komunitas dan Relawan Literasi
Kota Pekalongan – Tak berhenti pada pelantikan, Saka Pustaka Kota Pekalongan segera menyusun program kerja untuk satu tahun ke depan dengan melibatkan berbagai unsur literasi. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan akan mendorong kolaborasi dengan komunitas, relawan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), satuan pendidikan, hingga jejaring literasi lainnya.
Kepala Dinarpus Kota Pekalongan, Gufron Faza, mengatakan penyusunan program kerja menjadi langkah pertama setelah terbentuknya kepengurusan Saka Pustaka masa bakti 2026–2030.
“Pertama yang akan kita lakukan adalah membuat program kerja. Nanti bersama semua pengurus kita lakukan kerja, karena ada beberapa bidang yang akan bergerak di kepengurusan Saka Pustaka,” katanya.
Ia menargetkan, dalam satu tahun ke depan Saka Pustaka dapat berperan aktif menggerakkan budaya literasi di Kota Pekalongan, terutama melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan di bidang perpustakaan maupun layanan perpustakaan.
Untuk mendukung hal tersebut, Saka Pustaka tidak akan berjalan sendiri. Dinarpus akan membuka ruang kolaborasi dengan unsur internal, komunitas literasi, relawan TBM, serta berbagai pihak lainnya.
Menurut Gufron, kolaborasi tersebut penting agar kegiatan Saka Pustaka tidak berhenti sebagai aktivitas organisasi, tetapi mampu memberikan manfaat nyata sekaligus memperluas partisipasi generasi muda dalam gerakan literasi.
“Harapannya dengan adanya Saka Pustaka ini kita bisa mengajak generasi muda di lingkungan Pramuka untuk berpartisipasi membangun budaya literasi, salah satunya melalui kegiatan kepramukaan,” imbuhnya.
Menariknya, Saka Pustaka Kota Pekalongan merupakan salah satu Saka Pustaka yang baru terbentuk di Jawa Tengah. Saat ini, Gufron menyebut baru terdapat tiga Saka Pustaka di Jawa Tengah, yakni di Banyumas, Kendal, dan Kota Pekalongan.
Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Kota Pekalongan untuk menunjukkan kontribusi Saka Pustaka dalam memperkuat gerakan literasi melalui pendekatan kepramukaan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Slamet Budiyanto yang hadir mewakili Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kota Pekalongan, Nur Priyantomo menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas, termasuk dalam bidang literasi.
Ia berharap Saka Pustaka dapat menjalankan pembinaan secara aktif dengan dukungan Majelis Pembimbing, pimpinan, pamong, dan instruktur, serta membangun koordinasi dengan Dinarpus, sekolah, komunitas, dan pihak lain yang memiliki perhatian terhadap pengembangan literasi.
“Harapannya dengan dilantiknya pengurus masa bakti 2026–2030 ini, kegiatan literasi di Kota Pekalongan, khususnya bagi generasi muda, mempunyai wadah untuk mengembangkan kreativitas di bidang literasi,” harapnya.
Program tersebut nantinya diharapkan dapat memperkenalkan layanan perpustakaan, pengembangan dan pengolahan bahan pustaka, sekaligus mendorong lahirnya kegiatan literasi yang kreatif dan menyenangkan.
Dengan semangat "Literasi Bergerak, Kreativitas Berdampak”, Saka Pustaka diharapkan mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna perpustakaan, tetapi juga ikut menggerakkan dan mengembangkan budaya literasi di Kota Pekalongan.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Kota Pekalongan – Tak berhenti pada pelantikan, Saka Pustaka Kota Pekalongan segera menyusun program kerja untuk satu tahun ke depan dengan melibatkan berbagai unsur literasi. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan akan mendorong kolaborasi dengan komunitas, relawan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), satuan pendidikan, hingga jejaring literasi lainnya.
Kepala Dinarpus Kota Pekalongan, Gufron Faza, mengatakan penyusunan program kerja menjadi langkah pertama setelah terbentuknya kepengurusan Saka Pustaka masa bakti 2026–2030.
“Pertama yang akan kita lakukan adalah membuat program kerja. Nanti bersama semua pengurus kita lakukan kerja, karena ada beberapa bidang yang akan bergerak di kepengurusan Saka Pustaka,” katanya.
Ia menargetkan, dalam satu tahun ke depan Saka Pustaka dapat berperan aktif menggerakkan budaya literasi di Kota Pekalongan, terutama melalui penguatan pengetahuan dan keterampilan di bidang perpustakaan maupun layanan perpustakaan.
Untuk mendukung hal tersebut, Saka Pustaka tidak akan berjalan sendiri. Dinarpus akan membuka ruang kolaborasi dengan unsur internal, komunitas literasi, relawan TBM, serta berbagai pihak lainnya.
Menurut Gufron, kolaborasi tersebut penting agar kegiatan Saka Pustaka tidak berhenti sebagai aktivitas organisasi, tetapi mampu memberikan manfaat nyata sekaligus memperluas partisipasi generasi muda dalam gerakan literasi.
“Harapannya dengan adanya Saka Pustaka ini kita bisa mengajak generasi muda di lingkungan Pramuka untuk berpartisipasi membangun budaya literasi, salah satunya melalui kegiatan kepramukaan,” imbuhnya.
Menariknya, Saka Pustaka Kota Pekalongan merupakan salah satu Saka Pustaka yang baru terbentuk di Jawa Tengah. Saat ini, Gufron menyebut baru terdapat tiga Saka Pustaka di Jawa Tengah, yakni di Banyumas, Kendal, dan Kota Pekalongan.
Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Kota Pekalongan untuk menunjukkan kontribusi Saka Pustaka dalam memperkuat gerakan literasi melalui pendekatan kepramukaan.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Slamet Budiyanto yang hadir mewakili Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kota Pekalongan, Nur Priyantomo menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kreativitas, termasuk dalam bidang literasi.
Ia berharap Saka Pustaka dapat menjalankan pembinaan secara aktif dengan dukungan Majelis Pembimbing, pimpinan, pamong, dan instruktur, serta membangun koordinasi dengan Dinarpus, sekolah, komunitas, dan pihak lain yang memiliki perhatian terhadap pengembangan literasi.
“Harapannya dengan dilantiknya pengurus masa bakti 2026–2030 ini, kegiatan literasi di Kota Pekalongan, khususnya bagi generasi muda, mempunyai wadah untuk mengembangkan kreativitas di bidang literasi,” harapnya.
Program tersebut nantinya diharapkan dapat memperkenalkan layanan perpustakaan, pengembangan dan pengolahan bahan pustaka, sekaligus mendorong lahirnya kegiatan literasi yang kreatif dan menyenangkan.
Dengan semangat "Literasi Bergerak, Kreativitas Berdampak”, Saka Pustaka diharapkan mampu menjadi ruang bagi generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna perpustakaan, tetapi juga ikut menggerakkan dan mengembangkan budaya literasi di Kota Pekalongan.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF