Jadi Responden Sensus Ekonomi, Azmi Dorong Masyarakat Berikan Data Valid

Jadi Responden Sensus Ekonomi, Azmi Dorong Masyarakat Berikan Data Valid

Kota Pekalongan – Ketua DPRD Kota Pekalongan, M. Azmi Basyir, mengajak masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan valid kepada petugas Sensus Ekonomi dari Badan Pusat Statistik (BPS). Ajakan tersebut disampaikan usai dirinya menjadi responden Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Diklat Kota Pekalongan, Rabu sore (8/7/2026).

Azmi mengapresiasi jajaran BPS Kota Pekalongan yang terus bekerja melakukan pendataan sebagai upaya menghadirkan basis data ekonomi yang akurat. Menurutnya, hasil sensus akan menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah dan DPRD dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Saya ucapkan terima kasih kepada BPS Kota Pekalongan. Kepada masyarakat, mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026 supaya pemerintah mempunyai data yang valid terkait kondisi ekonomi, khususnya di Kota Pekalongan,"ucapnya.

Azmi menyebut, dari data ini akan memberikan gambaran kondisi ekonomi yang menjadi dasar pemerintah dan DPRD dalam melakukan intervensi program dan kebijakan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, sejalan dengan visi misi Presiden dan Asta Cita.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti menyampaikan progres pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Pekalongan telah mendekati 30 persen pada hari ke-22 pelaksanaan. BPS menargetkan capaian pendataan mencapai 40 persen pada 15 Juli 2026 dengan terus memperkuat komitmen petugas di lapangan.

"Meski masih ditemukan sejumlah kendala berupa penolakan masyarakat yang dipengaruhi informasi di media sosial, BPS terus melakukan pendekatan persuasif agar masyarakat dapat menerima petugas sensus dengan baik,"ungkap Hayu.

Selain Ketua DPRD, lanjut Hayu menambahkan, sejumlah pejabat yang telah menjadi responden antara lain Sekretaris Daerah, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Ketua Pengadilan Negeri Kota Pekalongan.

"Sementara pendataan terhadap pejabat lainnya akan dilakukan menyesuaikan jadwal masing-masing,"pungkasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)