IWIMA Expo 2026 Dorong Mahasiswa Wujudkan Ide Bisnis Berbasis Teknologi

IWIMA Expo 2026 Dorong Mahasiswa Wujudkan Ide Bisnis Berbasis Teknologi

Kota Pekalongan - Institut Widya Pratama (IWIMA) kembali menggelar IWIMA Expo 2026 sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil inovasi dan rintisan usaha yang dikembangkan selama perkuliahan. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, expo kali ini dikolaborasikan dengan penyelenggaraan Job Fair sehingga menghadirkan ruang yang lebih luas bagi pengembangan karier maupun kewirausahaan, Kamis (16/7/2026). 

Panitia IWIMA Expo, Rifqi Maulana, menyatakan bahwa kolaborasi tersebut menjadi upaya kampus dalam mempertemukan dunia pendidikan, dunia usaha, dan dunia industri dalam satu rangkaian kegiatan.

"IWIMA Expo rutin kami selenggarakan setiap tahun. Tahun ini konsepnya berbeda karena digabungkan dengan job fair. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru dari kalangan mahasiswa," ujarnya.

Ia menjelaskan, expo merupakan luaran dari mata kuliah Technopreneurship pada Program Studi Teknik Informatika serta mata kuliah Inovasi dan Kewirausahaan pada Program Studi Sistem Informasi dan Komputer Akuntansi. Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa tidak hanya diminta menyusun ide bisnis, tetapi juga merealisasikannya menjadi usaha yang dijalankan secara nyata sebelum dipresentasikan dalam expo.

Pada penyelenggaraan tahun ini, IWIMA Expo menghadirkan 40 stan, terdiri atas usaha mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum. Sekitar 72 persen stan bergerak di bidang kuliner, sementara 22 persen lainnya merupakan rintisan startup digital.

Meski didominasi usaha kuliner, setiap peserta tetap diwajibkan mengintegrasikan teknologi dalam pengembangan bisnisnya, mulai dari pembuatan landing page, pemanfaatan digital marketing, hingga pemasaran melalui marketplace. Langkah tersebut menjadi bagian dari pembelajaran agar mahasiswa mampu membangun usaha yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Lebih lanjut, Rifqi mengungkapkan bahwa IWIMA juga memberikan alternatif penyelesaian studi melalui jalur kewirausahaan. Mahasiswa yang telah memiliki usaha rintisan dapat menjadikannya sebagai pengganti skripsi dengan memenuhi sejumlah persyaratan, seperti memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), menjalankan usaha secara konsisten selama tiga hingga enam bulan, serta menyusun laporan kegiatan dan laporan keuangan.

"Selama dua semester terakhir sudah ada beberapa mahasiswa yang lulus melalui jalur kewirausahaan. Kami ingin memberikan motivasi bahwa usaha yang dirintis di bangku kuliah bukan sekadar tugas mata kuliah, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi bisnis yang berkelanjutan," ungkapnya.

Salah satu alumni yang turut berpartisipasi dalam IWIMA Expo, Cahyani, menjadi bukti keberlanjutan program tersebut. Pemilik usaha Chasu itu mengembangkan bisnis makanan penutup (dessert sweet and savory) sejak lulus kuliah dan kini melayani penjualan secara online maupun offline.

Menurut Cahyani, membangun usaha membutuhkan keberanian untuk memulai. Ia mengajak mahasiswa agar tidak ragu mengembangkan ide bisnis yang dimiliki karena pengalaman akan terbentuk seiring proses yang dijalani.

"Kalau ingin usaha, dicoba saja dulu. Lama-kelamaan akan terbiasa, berkembang, dan menemukan jalannya sendiri," pungkasnya.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)