Indeks Kepuasan Haji 2026 Capai 91,4, Kota Pekalongan Siapkan Pelayanan Lebih Baik

Indeks Kepuasan Haji 2026 Capai 91,4, Kota Pekalongan Siapkan Pelayanan Lebih Baik
Kota Pekalongan — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus memperkuat kualitas pelayanan ibadah haji melalui evaluasi dan persiapan penyelenggaraan haji tahun 2027. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj. Balgis Diab, saat membuka kegiatan Evaluasi dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Kota Pekalongan Tahun 1448 H/2027 M di Hotel Nirwana, Rabu (26/8/2026).
Ia mengatakan, evaluasi menjadi momentum untuk mempertahankan hal-hal yang sudah baik sekaligus memperbaiki berbagai kendala yang ditemui pada penyelenggaraan haji 2026.
“Harapan kami, kendala yang terjadi tahun ini bisa menjadi bahan perbaikan, sementara hal-hal yang sudah baik kita pertahankan. Pelayanan kepada jemaah harus dilakukan dengan hati, profesional, serta didukung koordinasi seluruh stakeholder,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Tengah, Fitriyanto, menyampaikan Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2026 mencapai 91,4, menjadi capaian tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia. Capaian tersebut tidak lepas dari sinergi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, KBIHU, Kementerian Haji dan Umrah serta OPD terkait.
"Untuk 2027, kuota haji nasional ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah. Penguatan pelayanan juga terus dilakukan, termasuk peningkatan jumlah petugas haji agar pelayanan di lapangan semakin optimal,"tegasnya.
Kepala Kemenhaj Kota Pekalongan, R. Antono, menegaskan capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh stakeholder.
"Kami juga memberikan apresiasi kepada KBIHU terbaik sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan jemaah,"ungkapnya.
Kasi Bina Haji dan Umrah dan Pelayanan Haji Kemenhaj Kota Pekalongan, Mahmudah, menambahkan bahwa evaluasi mencakup pelaksanaan haji di tanah air maupun Tanah Suci sekaligus menjadi dasar persiapan haji 2027.
“Secara umum pelayanan tahun 2026 sudah baik. Dari jemaah juga mendapat respons positif, termasuk pelayanan konsumsi yang dinilai aman dan sesuai dengan cita rasa Indonesia,” terangnya.
Melalui evaluasi dan persiapan lebih awal, ia berharap penyelenggaraan haji 2027 semakin tertib, aman, nyaman, lancar dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan — Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus memperkuat kualitas pelayanan ibadah haji melalui evaluasi dan persiapan penyelenggaraan haji tahun 2027. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota (Wawalkot) Pekalongan, Hj. Balgis Diab, saat membuka kegiatan Evaluasi dan Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Kota Pekalongan Tahun 1448 H/2027 M di Hotel Nirwana, Rabu (26/8/2026).
Ia mengatakan, evaluasi menjadi momentum untuk mempertahankan hal-hal yang sudah baik sekaligus memperbaiki berbagai kendala yang ditemui pada penyelenggaraan haji 2026.
“Harapan kami, kendala yang terjadi tahun ini bisa menjadi bahan perbaikan, sementara hal-hal yang sudah baik kita pertahankan. Pelayanan kepada jemaah harus dilakukan dengan hati, profesional, serta didukung koordinasi seluruh stakeholder,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Tengah, Fitriyanto, menyampaikan Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2026 mencapai 91,4, menjadi capaian tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia. Capaian tersebut tidak lepas dari sinergi seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, KBIHU, Kementerian Haji dan Umrah serta OPD terkait.
"Untuk 2027, kuota haji nasional ditetapkan sebanyak 221.000 jemaah. Penguatan pelayanan juga terus dilakukan, termasuk peningkatan jumlah petugas haji agar pelayanan di lapangan semakin optimal,"tegasnya.
Kepala Kemenhaj Kota Pekalongan, R. Antono, menegaskan capaian tersebut merupakan hasil sinergi seluruh stakeholder.
"Kami juga memberikan apresiasi kepada KBIHU terbaik sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan jemaah,"ungkapnya.
Kasi Bina Haji dan Umrah dan Pelayanan Haji Kemenhaj Kota Pekalongan, Mahmudah, menambahkan bahwa evaluasi mencakup pelaksanaan haji di tanah air maupun Tanah Suci sekaligus menjadi dasar persiapan haji 2027.
“Secara umum pelayanan tahun 2026 sudah baik. Dari jemaah juga mendapat respons positif, termasuk pelayanan konsumsi yang dinilai aman dan sesuai dengan cita rasa Indonesia,” terangnya.
Melalui evaluasi dan persiapan lebih awal, ia berharap penyelenggaraan haji 2027 semakin tertib, aman, nyaman, lancar dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF