INC2DM, Upaya Peningkatan Penanganan Penyakit Kronis

Sebagai upaya peningkatan penanganan penyakit kronis, Universitas Pekalongan (Unikal) menyelenggarakan International Nursing Conference on Chronic Diseases Management (INC2DM) 2019. Konferensi tersebut berlangsung di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Rabu (7/8/2019).
 
Walikota Pekalongan, H.M. Saelany Machfudz, S.E., yang juga hadir dalam Pembukaan Konferensi tersebut menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya atas terselenggaranya konferensi internasional mengenai keperawatan ini dalam hal penanganan penyakit kronis yang akhir-akhir ini jumlahnya kian meningkat.
 
“Kami harapkan melalui forum ini dapat menginspirasi para pemerhati penyakit kronis baik dari kalangan akademisi, maupun praktisi dan para pengambil kebijakan untuk memberikan kontribusi dan sumbangsihnya bagi upaya-upaya konkret untuk mengantisipasi pengembangan penyakit kronis. Hal ini dikarenakan penyakit kronis apabila menyerang para penyelenggara pemerintahan dan pembangunan, maka akan berakibat menghambat laju pembangunan mulai dari program pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, peningkatan SDM dan berbagai bidang pembangunan lainnya. Sehingga, diperlukan langkah-langkah strategis agar penyakit kronis ini bisa dimanage sedemikian rupa supaya jalannya roda pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan sebagaimana semestinya,” ungkap Saelany.
 
Saelany menyebutkan, berdasarkan data penelitian kesehatan tahun 2018, rata-rata prevelensi penyakit kronis mengalami kenaikan. Diantaranya, penyakit kanker naik dari 1,4 % pada tahun 2013 menjadi 1,8 % di tahun 2018, stroke naik dari 7% menjadi 10,9 %, ginjal kronis naik dari 2% menjadi 3,8%, diabetes melitus naik dari 6,9% menjadi 9% dan hipertensi paling tinggi kenaikkannya dari 25,8% menjadi 34,1%.
 
“Oleh karena itu melalui forum hari ini, kami mengapresiasi Universitas Pekalongan khususnya Prodi Keperawatan Fakultas Kesehatan yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan harapan akan terus menggali potensi-potensi akademik untuk dikembangkan dan dipublikasikan sebagai tanggungjawab Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam hal pengabdian kepada masyarakat,” ujar Saelany.
 
Rektor Unikal, Suryani S.H., M. Hum., mengungkapkan dalam konferensi ini dihadirkan para pakar dan peneliti di bidang kesehatan dari berbagai negara seperti dari Vietnam, Thailand, Taiwan, Malaysia, Brunei, dan Indonesia khususnya mengenai penanganan penyakit kronis.
 
“Konferensi ini diselenggarakan untuk menemukan solusi yang tepat dalam menekan pengembangan penyakit. Saya berharap pakar yang kami datangkan dari Vietnam, Thailand, Taiwan, Malaysia dan Brunei dapat memberikan pengetahuan dan informasi tentang penyakit kronis. Terimakasih juga kami sampaikan kepada para pembicara dan co-host sehingga acara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. Diharapkan para peserta konferensi ini dapat mengikuti diskusi ini dengan sungguh-sungguh dan menerapkan ilmunya nanti,” kata Rektor Suryani.
 
Ditambahkan Kepala Prodi S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Unikal, Sri Mumpuni Yuniarsih, Ns., M.Kep, kian meningkatkan penyakit kronis akhir-akhir ini disebabkan karena pengaruh gaya hidup yang kurang sehat. Menurut Uni, sapaan akrabnya, penyakit kronis ini saat ini dapat diderita siapa saja baik dari kalangan tua bahkan kalangan muda pun rentan mengalaminya.
 
“Konferensi ini pertama kali dilaksanakan yang berlangsung selama 2 hari, yakni mulai tanggal 7-8 Agustus 2019. Peserta kurang lebih 200 orang dari pelajar, mahasiswa, praktisi kesehatan, dosen, dan akademisi. Mereka akan mendapatkan ilmu, mampu mengembangkan hasil-hasil penelitian terbaru mengenai penyakit kronis dari hasil penelitian sebelumnya dan diharapkan saat terjun dalam melayani masyarakat akan semakin paham, melakukannya lebih baik lagi, karena dalam menangani ini, tenaga kesehatan dituntut harus selalu mengupdate keilmuannya,” imbuh Uni.
 
Uni menjelaskan masing-masing dari pemateri akan menyampaikan materi mengenai clinical setting (penanganan saat di klinik), community setting (penanganan di masyarakat), psychological setting (penanganan dalam sisi psikologi) dan ethics setting atau (penanganan etika).
 
“Hasil penelitian mereka ini akan dibagikan kepada peserta untuk dikembangkan lebih lanjut dalam membuat penelitian yang terbaru. Penelitian mereka selanjutnya akan kita terbitkan di proceding dan jurnal ilmiah serta sebagai referensi untuk penanganan penyakit kronis yang ada di Kota Pekalongan,” tandas Uni.