Hari Anak Nasional, Dinkes Hadirkan Layanan Spesialis Gratis bagi Ibu dan Bayi

Hari Anak Nasional, Dinkes Hadirkan Layanan Spesialis Gratis bagi Ibu dan Bayi
Kota Pekalongan – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan menggelar kegiatan Sapu Bersih Angka Kematian Ibu, dan Angka Kematian Bayi (Saber AKI dan AKB ) di UPT Puskesmas Krapyak Kidul, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan layanan pemeriksaan dan konsultasi dokter spesialis anak dan obgyn secara gratis bagi ibu hamil, dan bayi.
Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Puji Winarti, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menekan angka kematian ibu, bayi, dan balita melalui deteksi dini faktor risiko kehamilan maupun gangguan tumbuh kembang anak. Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien dapat segera dirujuk ke rumah sakit sehingga penanganannya tidak terlambat.
"Selain itu, kegiatan juga difokuskan pada upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui pemeriksaan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta kolaborasi lintas sektor agar intervensi yang diberikan lebih tepat sasaran,"tutur Puji.
Dalam pelaksanaannya, Puji menyebut, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan klinis, USG kehamilan, serta konsultasi langsung dengan dokter spesialis, di antaranya dr. Aan, Sp.A. dari RS Budi Rahayu sebagai spesialis anak dan dokter spesialis kandungan dari RS Karomah Holistik, dr. Nadya Adi Kusuma, M.Biomed, Sp.OG.
"Layanan ini diharapkan membantu para calon ibu mempersiapkan kehamilan dan persalinan yang sehat sekaligus memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal,"tegasnya.
Puji menuturkan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan anak sejak dalam kandungan. Sejalan dengan tema "Sayangi, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan", seluruh pihak diajak bersama-sama menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
Salah satu peserta, Fretty, warga Kelurahan Degayu, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan anaknya yang berusia 1 tahun 2 bulan karena mengalami keterlambatan perkembangan berjalan. Ia mengaku bersyukur dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis tanpa dipungut biaya.
"Layanan kesehatan gratis seperti ini sangat membantu masyarakat, khususnya orang tua yang ingin memastikan kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini. Saya berharap program serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak ibu dan anak yang memperoleh pelayanan kesehatan berkualitas,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan menggelar kegiatan Sapu Bersih Angka Kematian Ibu, dan Angka Kematian Bayi (Saber AKI dan AKB ) di UPT Puskesmas Krapyak Kidul, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan layanan pemeriksaan dan konsultasi dokter spesialis anak dan obgyn secara gratis bagi ibu hamil, dan bayi.
Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Puji Winarti, menjelaskan bahwa program ini bertujuan menekan angka kematian ibu, bayi, dan balita melalui deteksi dini faktor risiko kehamilan maupun gangguan tumbuh kembang anak. Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien dapat segera dirujuk ke rumah sakit sehingga penanganannya tidak terlambat.
"Selain itu, kegiatan juga difokuskan pada upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui pemeriksaan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, serta kolaborasi lintas sektor agar intervensi yang diberikan lebih tepat sasaran,"tutur Puji.
Dalam pelaksanaannya, Puji menyebut, masyarakat mendapatkan layanan pemeriksaan klinis, USG kehamilan, serta konsultasi langsung dengan dokter spesialis, di antaranya dr. Aan, Sp.A. dari RS Budi Rahayu sebagai spesialis anak dan dokter spesialis kandungan dari RS Karomah Holistik, dr. Nadya Adi Kusuma, M.Biomed, Sp.OG.
"Layanan ini diharapkan membantu para calon ibu mempersiapkan kehamilan dan persalinan yang sehat sekaligus memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal,"tegasnya.
Puji menuturkan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan anak sejak dalam kandungan. Sejalan dengan tema "Sayangi, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan", seluruh pihak diajak bersama-sama menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh menuju Indonesia Emas 2045.
Salah satu peserta, Fretty, warga Kelurahan Degayu, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan anaknya yang berusia 1 tahun 2 bulan karena mengalami keterlambatan perkembangan berjalan. Ia mengaku bersyukur dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis tanpa dipungut biaya.
"Layanan kesehatan gratis seperti ini sangat membantu masyarakat, khususnya orang tua yang ingin memastikan kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini. Saya berharap program serupa dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak ibu dan anak yang memperoleh pelayanan kesehatan berkualitas,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF