Hadapi Musim Penghujan, Pemkot Siapkan Langkah Antisipasi

Kota Pekalongan, Info Publik - Mengantisipasi musim penghujan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan  melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan gencar melakukan Sosialisasi Kebencanaan dengan mengusung tema "Antisipasi Menghadapi Musim Hujan Tahun 2018 Bagi Aparatur dan Relawan" di Ruang Amarta Pemkot Pekalongan, Rabu (28/11).

 

Kegiatan sosialisasi ini dibuka oleh Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz dan dihadiri oleh segenap jajaran OPD terkait di lingkungan Pekalongan, organisasi masyarakat, perwakilan kecamatan dan kelurahan serta para relawan yang ada di Kota Pekalongan.

 

Pada kesempatan tersebut, Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz yang membuka kegiatan tersebut mengajak masyarakat dan para peserta yang hadir untuk mempersiapkan langkah antisipasi bencana khususnya dalam menghadapi musim penghujan yang dapat berdampak banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.

 

"Pertengahan November sudah mulai masuk musim hujan, masyarakat harus waspada terhadap bencana banjir yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Masyarakat harus baur membaur membantu pemerintah dalam menangani bencana khususnya banjir baik yang disebabkan ulah manusia maupun faktor alam. Pemkot Pekalongan telah menetapkan status siaga darurat banjir, angin kencang,dan tanah longsor pada tanggal 1 September 2018 - 28 Februari 2019 sesuai prediksi BMKG.  Lebih lanjut, untuk mencegah banjir, rutin dilakukan normalisasi drainase di berbagai daerah", terang Walikota.

 

Selanjutnya, Saelany juga berpesan selain bencana banjir, rob masyarakat dihimbau untuk selalu waspada terhadap bencana kebakaran yang kerap terjadi di Kota Pekalongan. Menurutnya,  

hampir 30 kejadian kebakaran telah terjadi di Pekalongan salah satunya peristiwa kebakaran Pasar Banjarsari yg meluluhlantakan harta dan benda serta kerugian yang cukup besar.

 

"Saya kira perlu disikapi bersama untuk penanganan bencana di Kota Pekalongan. Masyarakat harus cukup mawas diri dan mengantisipasi dari berbagai masalah bencana serta hal-hal yg harus dihindari. Terkadang bencana di Pekalongan bisa juga datang dari ulah manusia sendiri, nilai-nilai kegotong-royongan yang sudah mulai luntur. Rasa gotong royong dan kerjasama harus ditanamkan kembali kemudian rasa kedisiplinan termasuk tidak membuang sampah sembarangan juga perlu digalakkan", ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Pekalongan yang diwakilkan oleh Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Arif Mahanani saat ditemui seusai acara menuturkan tujuan sosialisasi ini agar masyarakat lebih siap terhadap antisipasi bencana khususnya bencana yang terjadi di musim penghujan.

 

"Sosialisasi ini diadakan agar masyarakat lebih siap biarpun sudah bertahun-tahun telah menghadapi bencana namun terkadang masih terjadi kepanikan", kata Arif.

 

Arif menerangkan bahwa BPBD Kota Pekalongan berkoordinasi dengan Pemerintah dan instansi terkait  telah melakukan langkah upaya mengatasi bencana di musim penghujan diantaranya membuka posko tanggap darurat bencana sampai bulan Februari 2019, kegiatan rutin bersih sungai dan pada tanggal 30 November 2018 nanti akan diadakan bersih sungai Bremi.

 

Pihaknya berharap melalui sosialisasi ini, peserta yang hadir dapat menginformasikan kepada masyarakat dan ikut berperan membantu mencegah terjadinya bencana khususnya bencana banjir di Kota Pekalongan.

 

Bertindak sebagai pemateri ialah Kaharudin, Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional BMKG Tegal yang memaparkan mengenai materi Prakiraan Awal Musim Hujan Tahun 2018/2019 dan Likha Susiana Widiyanti dari Pusdataru Pemali Comal yang menyampaikan materi tentang Rakor Persiapan Musim Hujan Tahun Anggaran 2018.

 

Dilain pihak, Kaharudin selaku Koordinator Kelompok Jabatan Fungsional BMKG Kota Tegal mengatakan bahwa musim hujan tahun 2018/2019 BMKG telah mengeluarkan prediksi untuk wilayah pantura khususnya dari Tegal hingga Pekalongan memasuki awal musim hujan di 10 hari terakhir bulan November dimana sifatnya curah hujan masih dibawah normal.

 

"Walaupun curah hujan dibawah normal yang perlu diwaspadai adalah banjir kiriman dari Selatan dan angin barat yang bisa menyebabkan rob dan gelombang tinggi. Oleh karena itu, masyarakat perlu membenahi saluran air, selokan dan tanggul di pinggir sungai yang sekiranya telah retak harus melapor ke dinas terkait. Untuk potensi banjir tidak terlalu parah namun tetap perlu waspada karena faktor lain seperti gencar-gencarnya pembangunan jalan yang ditinggikan sehingga alih fungsi lahan bisa memperparah banjir", pungkasnya

 

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)