Greeva Hadir Bantu UMKM Lokal Perluas Pasar Lewat Pendampingan Digital Berbasis Sustainability

Greeva Hadir Bantu UMKM Lokal Perluas Pasar Lewat Pendampingan Digital Berbasis Sustainability
Kota Pekalongan – Transformasi digital menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Institut Widya Pratama (IWIMA) Pekalongan mengembangkan Greeva (Green Creative Value), sebuah digital agency berbasis sustainability yang memberikan pendampingan digital bagi UMKM ramah lingkungan.
Melalui Greeva, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh dukungan dalam memasarkan produk, tetapi juga layanan pembuatan website, company profile, hingga penguatan identitas merek untuk meningkatkan daya saing usaha.
Perwakilan tim pengembang Greeva, Yansen Valerio, mengatakan pihaknya ingin membantu UMKM memanfaatkan teknologi digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Greeva tidak hanya menjadi wadah pemasaran produk UMKM, tetapi juga menyediakan layanan seperti pembuatan website dan company profile bagi mitra kami," katanya.
Ia menjelaskan, Greeva menyasar UMKM yang menerapkan konsep keberlanjutan melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle. Ke depan, platform tersebut dirancang berkembang menjadi marketplace yang menghimpun berbagai UMKM berbasis sustainability dalam satu ekosistem digital.
Saat ini Greeva telah mendampingi sejumlah UMKM di Pekalongan, di antaranya Notie yang mengolah limbah plastik HDPE menjadi produk bernilai tambah, Reperca yang memanfaatkan limbah kain perca menjadi produk kerajinan, serta Tintara yang memproduksi kaus tie dye dengan motif khas hasil teknik pewarnaan jemputan.
Sementara itu, perwakilan tim lainnya, Diah, menuturkan pemanfaatan website dan media digital membantu produk para mitra lebih mudah dikenal masyarakat sekaligus memperluas peluang pemasaran.
"Kami menaungi UMKM yang memiliki visi yang sama dalam mengusung tema sustainability. Dengan website dan media digital yang kami kembangkan, produk mereka menjadi lebih mudah dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas," tuturnya.
Pendampingan tersebut mulai menunjukkan hasil. Produk Notie kini telah dipasarkan hingga Jakarta dan dipercaya sebagai penyedia merchandise untuk berbagai kegiatan. Sementara itu, Reperca semakin mudah menjangkau calon pelanggan melalui katalog digital, sedangkan Tintara mampu memenuhi permintaan pasar dengan kapasitas produksi sekitar 50 kaus setiap hari.
Lewat pemanfaatan teknologi digital yang dipadukan dengan prinsip keberlanjutan, Greeva diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM lokal, meningkatkan nilai tambah produk, serta mendorong terbentuknya ekosistem bisnis yang lebih inovatif.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Kota Pekalongan – Transformasi digital menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Institut Widya Pratama (IWIMA) Pekalongan mengembangkan Greeva (Green Creative Value), sebuah digital agency berbasis sustainability yang memberikan pendampingan digital bagi UMKM ramah lingkungan.
Melalui Greeva, pelaku UMKM tidak hanya memperoleh dukungan dalam memasarkan produk, tetapi juga layanan pembuatan website, company profile, hingga penguatan identitas merek untuk meningkatkan daya saing usaha.
Perwakilan tim pengembang Greeva, Yansen Valerio, mengatakan pihaknya ingin membantu UMKM memanfaatkan teknologi digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Greeva tidak hanya menjadi wadah pemasaran produk UMKM, tetapi juga menyediakan layanan seperti pembuatan website dan company profile bagi mitra kami," katanya.
Ia menjelaskan, Greeva menyasar UMKM yang menerapkan konsep keberlanjutan melalui prinsip reduce, reuse, dan recycle. Ke depan, platform tersebut dirancang berkembang menjadi marketplace yang menghimpun berbagai UMKM berbasis sustainability dalam satu ekosistem digital.
Saat ini Greeva telah mendampingi sejumlah UMKM di Pekalongan, di antaranya Notie yang mengolah limbah plastik HDPE menjadi produk bernilai tambah, Reperca yang memanfaatkan limbah kain perca menjadi produk kerajinan, serta Tintara yang memproduksi kaus tie dye dengan motif khas hasil teknik pewarnaan jemputan.
Sementara itu, perwakilan tim lainnya, Diah, menuturkan pemanfaatan website dan media digital membantu produk para mitra lebih mudah dikenal masyarakat sekaligus memperluas peluang pemasaran.
"Kami menaungi UMKM yang memiliki visi yang sama dalam mengusung tema sustainability. Dengan website dan media digital yang kami kembangkan, produk mereka menjadi lebih mudah dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas," tuturnya.
Pendampingan tersebut mulai menunjukkan hasil. Produk Notie kini telah dipasarkan hingga Jakarta dan dipercaya sebagai penyedia merchandise untuk berbagai kegiatan. Sementara itu, Reperca semakin mudah menjangkau calon pelanggan melalui katalog digital, sedangkan Tintara mampu memenuhi permintaan pasar dengan kapasitas produksi sekitar 50 kaus setiap hari.
Lewat pemanfaatan teknologi digital yang dipadukan dengan prinsip keberlanjutan, Greeva diharapkan mampu memperkuat daya saing UMKM lokal, meningkatkan nilai tambah produk, serta mendorong terbentuknya ekosistem bisnis yang lebih inovatif.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF