Gerakan Pangan Murah Kembali Digelar, Tiga Agenda Lanjutan Disiapkan hingga Akhir Tahun

Gerakan Pangan Murah Kembali Digelar, Tiga Agenda Lanjutan Disiapkan hingga Akhir Tahun
Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pertanian dan Pangan masih menyiapkan tiga kali pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga akhir 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Ani Kusumaningrum. Dari tiga agenda tersebut, salah satunya telah direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia pada Oktober 2026. Sementara dua agenda lainnya masih dalam tahap penjadwalan, termasuk penentuan lokasi pelaksanaan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami masih mengagendakan untuk Gerakan Pangan Murah. Yang sudah kami pastikan itu mungkin bertepatan dengan Hari Pangan bulan Oktober. Tahun ini masih ada tiga kali Gerakan Pangan Murah,” ujar Ani.
Dalam pelaksanaannya, GPM akan menghadirkan sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau. Komoditas yang biasanya disediakan meliputi beras, telur, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih dan lainnya.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya. Dengan demikian, GPM tidak hanya diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi produk UMKM lokal.
Untuk lokasi pelaksanaan, pemerintah masih melakukan pemetaan. GPM dapat digelar di tingkat kecamatan maupun kelurahan agar akses masyarakat terhadap pangan terjangkau dapat semakin dekat. Salah satu wilayah yang menjadi pertimbangan adalah Kecamatan Pekalongan Barat.
Sebelumnya, pelaksanaan GPM di Kota Pekalongan juga mendapat respons positif masyarakat karena menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar.
Melalui pelaksanaan yang berkelanjutan, pihaknya berharap GPM dapat menjadi salah satu upaya untuk menjaga daya beli masyarakat, memperluas akses terhadap pangan dengan harga terjangkau, serta mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Pekalongan.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pertanian dan Pangan masih menyiapkan tiga kali pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga akhir 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Ani Kusumaningrum. Dari tiga agenda tersebut, salah satunya telah direncanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia pada Oktober 2026. Sementara dua agenda lainnya masih dalam tahap penjadwalan, termasuk penentuan lokasi pelaksanaan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami masih mengagendakan untuk Gerakan Pangan Murah. Yang sudah kami pastikan itu mungkin bertepatan dengan Hari Pangan bulan Oktober. Tahun ini masih ada tiga kali Gerakan Pangan Murah,” ujar Ani.
Dalam pelaksanaannya, GPM akan menghadirkan sejumlah komoditas pangan kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau. Komoditas yang biasanya disediakan meliputi beras, telur, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, bawang putih dan lainnya.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan produknya. Dengan demikian, GPM tidak hanya diarahkan untuk membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi produk UMKM lokal.
Untuk lokasi pelaksanaan, pemerintah masih melakukan pemetaan. GPM dapat digelar di tingkat kecamatan maupun kelurahan agar akses masyarakat terhadap pangan terjangkau dapat semakin dekat. Salah satu wilayah yang menjadi pertimbangan adalah Kecamatan Pekalongan Barat.
Sebelumnya, pelaksanaan GPM di Kota Pekalongan juga mendapat respons positif masyarakat karena menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar.
Melalui pelaksanaan yang berkelanjutan, pihaknya berharap GPM dapat menjadi salah satu upaya untuk menjaga daya beli masyarakat, memperluas akses terhadap pangan dengan harga terjangkau, serta mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Pekalongan.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF