Gandeng BRI, Lapas Pekalongan Bekali Pegawai dengan Pelatihan Service Excellence

Kota Pekalongan – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik terus dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Pelayanan Prima (Service Excellence) bagi para pegawai yang digelar pada Jumat (13/3/2026) di Aula Ki Hajar Dewantara Lapas Pekalongan. Kegiatan ini menggandeng Bank Rakyat Indonesia Cabang Pekalongan sebagai mitra dalam memberikan pembekalan terkait pelayanan profesional kepada masyarakat.
Pelatihan tersebut diikuti oleh jajaran pegawai Lapas Pekalongan dengan tujuan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya dalam memberikan pelayanan yang lebih optimal, profesional, dan berorientasi pada kepuasan pengguna layanan.
Dalam pelatihan ini, hadir narasumber dari Tim Bank Rakyat Indonesia Cabang Pekalongan dengan pemateri Ritky Lutfyanti yang menyampaikan berbagai materi mengenai penerapan pelayanan prima di lingkungan instansi pelayanan publik.
Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Teguh Suroso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, pelayanan yang berkualitas merupakan salah satu kunci penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah. Oleh karena itu, pihaknya mendorong seluruh pegawai untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Bagi para pegawai agar mengikuti kegiatan pelatihan ini dengan baik sehingga materi yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kalapas Teguh.
Ia menambahkan bahwa, peningkatan kualitas pelayanan menjadi komitmen bersama di lingkungan Lapas Pekalongan. Selain menjaga keamanan dan pembinaan warga binaan, Lapas juga memiliki tanggung jawab memberikan layanan yang ramah, cepat, serta transparan kepada masyarakat yang membutuhkan layanan pemasyarakatan.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pegawai mampu meningkatkan kompetensi serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan penerapan nilai-nilai service excellence secara konsisten, pelayanan di Lapas Pekalongan diharapkan semakin optimal, profesional, serta mampu memberikan kepuasan bagi para pengguna layanan,"terangnya.
Dalam sesi pemaparan materi, Ritky Lutfyanti menjelaskan bahwa, pelayanan berkualitas tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan pengguna layanan, tetapi juga menciptakan pengalaman pelayanan yang positif bagi masyarakat. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui sikap ramah, empati terhadap kebutuhan pengguna layanan, komunikasi yang jelas, serta kemampuan petugas dalam memberikan solusi secara cepat dan tepat.
Menurutnya, penerapan service excellence juga menuntut petugas untuk mampu membangun hubungan yang baik dengan pengguna layanan. Hal itu dapat dilakukan melalui sikap profesional, kemampuan mendengarkan secara aktif, serta penyampaian informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami oleh masyarakat.
“Pelayanan yang dilakukan secara konsisten dengan standar yang baik akan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh instansi pemerintah,” jelasnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan pelatihan juga diisi dengan diskusi interaktif antara narasumber dan para peserta. Para pegawai terlihat antusias mengikuti jalannya pelatihan dengan aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait tantangan pelayanan di lingkungan kerja mereka.
"Melalui forum diskusi tersebut, para peserta juga mendapatkan berbagai contoh penerapan pelayanan prima dalam situasi nyata, termasuk bagaimana menghadapi berbagai karakter pengguna layanan dengan tetap menjaga sikap profesional dan komunikatif,"bebernya.
Ia menilai, suasana pelatihan berlangsung tertib namun tetap interaktif.
"Para peserta tampak serius menyimak materi yang disampaikan serta berupaya memahami berbagai prinsip pelayanan prima yang dapat diterapkan dalam tugas sehari-hari di lingkungan Lapas Kelas IIA Pekalongan,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF