Forum Transisi PAUD-SD Perkuat Sinergi, Pastikan Anak Masuk Jenjang Sekolah Dasar Tanpa Jurang Peralihan

Forum Transisi PAUD-SD Perkuat Sinergi, Pastikan Anak Masuk Jenjang Sekolah Dasar Tanpa Jurang Peralihan
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan terus memperkuat implementasi transisi PAUD ke SD yang menyenangkan melalui forum diskusi lintas satuan pendidikan. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penyamaan langkah antara pemerintah, Bunda PAUD, guru PAUD, dan guru SD untuk memastikan perpindahan anak dari pendidikan usia dini menuju jenjang sekolah dasar berlangsung mulus dan menyenangkan.
Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya menegaskan, transisi PAUD-SD perlu dikawal secara berkelanjutan, bukan hanya melalui sosialisasi, tetapi juga dengan mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi satuan pendidikan di lapangan.
“Forum ini mempertemukan pemerintah, Bunda PAUD, guru PAUD dan guru SD untuk berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi di lapangan. Kita perlu melakukan monitoring dan evaluasi agar transisi dari PAUD ke SD benar-benar berjalan soft, tanpa ada jurang atau jembatan pemisah bagi anak maupun gurunya,” ujarnya pada kegiatan tersebut, Kamis (24/9/2026) di aula Dinas Pendidikan.
Salah satu tantangan yang masih perlu mendapat perhatian adalah pemahaman sebagian orang tua mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini. Masih ditemukan orang tua yang belum menyekolahkan anaknya di PAUD, bukan semata karena kendala ekonomi, tetapi juga karena belum memahami manfaat pendidikan prasekolah.
Karena itu, edukasi kepada masyarakat terus diperkuat. Pemerintah juga menyiapkan dukungan bagi anak usia PAUD yang belum bersekolah karena keterbatasan ekonomi melalui program Jaring, termasuk dengan membuka peluang sinergi bersama CSR.
“Kalau dukungan sudah diberikan dan akses sudah dibuka, tetapi masih ada yang belum mau, ini yang perlu terus kita edukasi. Pendidikan anak usia dini sangat penting sebagai bekal sebelum mereka masuk SD,” tandas Inggit
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Siti Nurul Izzah menjelaskan, forum komunikasi menjadi bagian penting dalam mengevaluasi berbagai program transisi PAUD-SD yang telah berjalan. Di antaranya melalui Bimtek Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan, kegiatan saling berkunjung antara PAUD dan SD, serta penguatan program Wajib Belajar 13 Tahun.
“Dari forum ini kami bisa mengevaluasi progres dan capaian program. Harapannya, semua upaya tersebut dapat membuat proses dari PAUD menuju SD berjalan lebih mulus,” jelasnya.
Ia menyebut, salah satu persoalan yang muncul di lapangan berkaitan dengan perbedaan kurikulum dan kesiapan pembelajaran antara PAUD dengan kelas awal SD. Karena itu, diperlukan komunikasi dan sinergi agar kedua jenjang tidak saling menuntut, melainkan memahami kebutuhan dan karakteristik anak secara bersama-sama.
“Kalau duduk bersama seperti ini, kendala-kendala tersebut bisa terfasilitasi dan terjembatani dengan baik,” sambungnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah menyampaikan, program Jaring Anak Usia Dini saat ini masih dalam proses penjaringan dan verifikasi. Pemerintah bekerja sama dengan kelurahan serta kader posyandu untuk mendata anak usia PAUD yang belum masuk sekolah.
Data tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi, termasuk untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga. Anak yang memenuhi kriteria nantinya akan diusulkan memperoleh dukungan agar dapat bersekolah di lingkungan terdekat.
“Sekarang masih dalam proses verifikasi. Teman-teman di kelurahan bersama kader posyandu sedang menjaring anak-anak yang belum masuk sekolah. Setelah data terverifikasi, akan kami usulkan untuk mendapatkan bantuan,” bebernya.
Ia menambahkan, data jumlah anak yang telah terjaring masih dalam proses pemutakhiran dan akan kembali dikonsolidasikan bersama lintas sektor pada akhir September atau Oktober.
Melalui forum tersebut, Pemkot Pekalongan menegaskan bahwa keberhasilan transisi PAUD ke SD tidak hanya bergantung pada kesiapan anak, tetapi juga membutuhkan kesiapan guru, dukungan orang tua, serta kesinambungan pembelajaran antarsatuan pendidikan. Dengan sinergi tersebut, anak diharapkan dapat memasuki jenjang SD dengan lebih siap, percaya diri, dan tetap menikmati proses belajar.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan terus memperkuat implementasi transisi PAUD ke SD yang menyenangkan melalui forum diskusi lintas satuan pendidikan. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penyamaan langkah antara pemerintah, Bunda PAUD, guru PAUD, dan guru SD untuk memastikan perpindahan anak dari pendidikan usia dini menuju jenjang sekolah dasar berlangsung mulus dan menyenangkan.
Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya menegaskan, transisi PAUD-SD perlu dikawal secara berkelanjutan, bukan hanya melalui sosialisasi, tetapi juga dengan mendengarkan langsung berbagai kendala yang dihadapi satuan pendidikan di lapangan.
“Forum ini mempertemukan pemerintah, Bunda PAUD, guru PAUD dan guru SD untuk berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi di lapangan. Kita perlu melakukan monitoring dan evaluasi agar transisi dari PAUD ke SD benar-benar berjalan soft, tanpa ada jurang atau jembatan pemisah bagi anak maupun gurunya,” ujarnya pada kegiatan tersebut, Kamis (24/9/2026) di aula Dinas Pendidikan.
Salah satu tantangan yang masih perlu mendapat perhatian adalah pemahaman sebagian orang tua mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini. Masih ditemukan orang tua yang belum menyekolahkan anaknya di PAUD, bukan semata karena kendala ekonomi, tetapi juga karena belum memahami manfaat pendidikan prasekolah.
Karena itu, edukasi kepada masyarakat terus diperkuat. Pemerintah juga menyiapkan dukungan bagi anak usia PAUD yang belum bersekolah karena keterbatasan ekonomi melalui program Jaring, termasuk dengan membuka peluang sinergi bersama CSR.
“Kalau dukungan sudah diberikan dan akses sudah dibuka, tetapi masih ada yang belum mau, ini yang perlu terus kita edukasi. Pendidikan anak usia dini sangat penting sebagai bekal sebelum mereka masuk SD,” tandas Inggit
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Siti Nurul Izzah menjelaskan, forum komunikasi menjadi bagian penting dalam mengevaluasi berbagai program transisi PAUD-SD yang telah berjalan. Di antaranya melalui Bimtek Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan, kegiatan saling berkunjung antara PAUD dan SD, serta penguatan program Wajib Belajar 13 Tahun.
“Dari forum ini kami bisa mengevaluasi progres dan capaian program. Harapannya, semua upaya tersebut dapat membuat proses dari PAUD menuju SD berjalan lebih mulus,” jelasnya.
Ia menyebut, salah satu persoalan yang muncul di lapangan berkaitan dengan perbedaan kurikulum dan kesiapan pembelajaran antara PAUD dengan kelas awal SD. Karena itu, diperlukan komunikasi dan sinergi agar kedua jenjang tidak saling menuntut, melainkan memahami kebutuhan dan karakteristik anak secara bersama-sama.
“Kalau duduk bersama seperti ini, kendala-kendala tersebut bisa terfasilitasi dan terjembatani dengan baik,” sambungnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah menyampaikan, program Jaring Anak Usia Dini saat ini masih dalam proses penjaringan dan verifikasi. Pemerintah bekerja sama dengan kelurahan serta kader posyandu untuk mendata anak usia PAUD yang belum masuk sekolah.
Data tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi, termasuk untuk memastikan kondisi ekonomi keluarga. Anak yang memenuhi kriteria nantinya akan diusulkan memperoleh dukungan agar dapat bersekolah di lingkungan terdekat.
“Sekarang masih dalam proses verifikasi. Teman-teman di kelurahan bersama kader posyandu sedang menjaring anak-anak yang belum masuk sekolah. Setelah data terverifikasi, akan kami usulkan untuk mendapatkan bantuan,” bebernya.
Ia menambahkan, data jumlah anak yang telah terjaring masih dalam proses pemutakhiran dan akan kembali dikonsolidasikan bersama lintas sektor pada akhir September atau Oktober.
Melalui forum tersebut, Pemkot Pekalongan menegaskan bahwa keberhasilan transisi PAUD ke SD tidak hanya bergantung pada kesiapan anak, tetapi juga membutuhkan kesiapan guru, dukungan orang tua, serta kesinambungan pembelajaran antarsatuan pendidikan. Dengan sinergi tersebut, anak diharapkan dapat memasuki jenjang SD dengan lebih siap, percaya diri, dan tetap menikmati proses belajar.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)
PRINT +
DOWNLOAD PDF