Festival Nusantara, Upaya Tanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini

Festival Nusantara, Upaya Tanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini
Kota Pekalongan - KB TPA Ma’had Islam sukses menyelenggarakan kegiatan Festival Nusantara dengan mengusung tema “Cinta Tanah Air Sejak Dini, Bangga Menjadi Anak Indonesia”. Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi sarana edukatif bagi anak-anak untuk mengenal keberagaman budaya Indonesia sejak usia dini.
Kepala KB TPA Ma’had Islam, Sri Yuniati, menyampaikan bahwa festival ini bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan edukatif.
“Melalui festival ini, kami mengajak anak-anak mencintai tanah air dengan mengenal budaya bangsa Indonesia, baik melalui pentas seni tarian daerah, wisata kuliner Nusantara, maupun busana tradisional yang mereka kenakan,” ujarnya saat ditemui pada kegiatan tersebut, Sabtu (25/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa menampilkan beragam pertunjukan seni dari tiga kelas. Kelas Ceria menampilkan tari Padang Bulan, kelas Riang mempersembahkan dolanan anak, dan kelas Gembira menampilkan tari Sabin Melayu. Total sebanyak 66 siswa turut berpartisipasi dalam acara ini.
Selain pentas seni, festival juga dimeriahkan dengan 12 stand kuliner yang mewakili berbagai daerah di Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian adalah stand khas Pekalongan yang menyajikan makanan tradisional seperti sego megono, tempe mendoan, serta aneka jajanan pasar. Stand lainnya berasal dari daerah seperti Tegal, Purwokerto, Palembang, Sunda, Cirebon, dan daerah lainnya.
Antusiasme orang tua dalam kegiatan ini juga sangat terlihat, mereka berperan aktif dalam menyiapkan dan menghias stand dengan penuh kreativitas.
“Dari tahun ke tahun, antusiasme orang tua luar biasa. Usaha mereka dalam menyiapkan dan menghias stand bahkan di luar ekspektasi kami sebagai pihak sekolah. Ini menjadi bentuk apresiasi yang sangat kami syukuri,” tambahnya.
Ke depan, pihak sekolah berharap penyelenggaraan festival dapat semakin baik dan nyaman bagi semua pihak, serta mampu menghadirkan lebih banyak ragam budaya Indonesia untuk dieksplorasi oleh anak-anak.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Siti Nurniati, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai Festival Nusantara menjadi media pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini.
“Kegiatan ini berlangsung luar biasa dari pagi hingga siang. Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai kuliner Nusantara, sehingga mereka dapat memahami sekaligus mencicipi makanan dari berbagai daerah. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat besar bagi anak-anak maupun sekolah,” ungkapnya.
Festival Nusantara KB TPA Ma’had Islam menjadi bukti bahwa pendidikan karakter, khususnya cinta tanah air, dapat ditanamkan sejak dini melalui pendekatan yang kreatif, menyenangkan, dan penuh makna.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
Kota Pekalongan - KB TPA Ma’had Islam sukses menyelenggarakan kegiatan Festival Nusantara dengan mengusung tema “Cinta Tanah Air Sejak Dini, Bangga Menjadi Anak Indonesia”. Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi sarana edukatif bagi anak-anak untuk mengenal keberagaman budaya Indonesia sejak usia dini.
Kepala KB TPA Ma’had Islam, Sri Yuniati, menyampaikan bahwa festival ini bertujuan menanamkan rasa cinta tanah air melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan edukatif.
“Melalui festival ini, kami mengajak anak-anak mencintai tanah air dengan mengenal budaya bangsa Indonesia, baik melalui pentas seni tarian daerah, wisata kuliner Nusantara, maupun busana tradisional yang mereka kenakan,” ujarnya saat ditemui pada kegiatan tersebut, Sabtu (25/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para siswa menampilkan beragam pertunjukan seni dari tiga kelas. Kelas Ceria menampilkan tari Padang Bulan, kelas Riang mempersembahkan dolanan anak, dan kelas Gembira menampilkan tari Sabin Melayu. Total sebanyak 66 siswa turut berpartisipasi dalam acara ini.
Selain pentas seni, festival juga dimeriahkan dengan 12 stand kuliner yang mewakili berbagai daerah di Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian adalah stand khas Pekalongan yang menyajikan makanan tradisional seperti sego megono, tempe mendoan, serta aneka jajanan pasar. Stand lainnya berasal dari daerah seperti Tegal, Purwokerto, Palembang, Sunda, Cirebon, dan daerah lainnya.
Antusiasme orang tua dalam kegiatan ini juga sangat terlihat, mereka berperan aktif dalam menyiapkan dan menghias stand dengan penuh kreativitas.
“Dari tahun ke tahun, antusiasme orang tua luar biasa. Usaha mereka dalam menyiapkan dan menghias stand bahkan di luar ekspektasi kami sebagai pihak sekolah. Ini menjadi bentuk apresiasi yang sangat kami syukuri,” tambahnya.
Ke depan, pihak sekolah berharap penyelenggaraan festival dapat semakin baik dan nyaman bagi semua pihak, serta mampu menghadirkan lebih banyak ragam budaya Indonesia untuk dieksplorasi oleh anak-anak.
Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Siti Nurniati, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai Festival Nusantara menjadi media pembelajaran yang efektif bagi anak usia dini.
“Kegiatan ini berlangsung luar biasa dari pagi hingga siang. Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai kuliner Nusantara, sehingga mereka dapat memahami sekaligus mencicipi makanan dari berbagai daerah. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa manfaat besar bagi anak-anak maupun sekolah,” ungkapnya.
Festival Nusantara KB TPA Ma’had Islam menjadi bukti bahwa pendidikan karakter, khususnya cinta tanah air, dapat ditanamkan sejak dini melalui pendekatan yang kreatif, menyenangkan, dan penuh makna.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF