Festival Literasi Pekalongan Hadirkan Buku Terjangkau, Ajak Masyarakat Gemar Membaca

Festival Literasi Pekalongan Hadirkan Buku Terjangkau, Ajak Masyarakat Gemar Membaca
Kota Pekalongan – Mendapatkan bahan bacaan tak harus mengeluarkan biaya besar. Melalui pameran buku dalam rangka Festival Literasi Kota Pekalongan pada 5–11 Oktober 2026, masyarakat dapat menemukan beragam koleksi, mulai dari buku anak, novel, komik, hingga buku pendidikan, dengan harga mulai Rp5.000.
Pameran yang digelar di halaman Perpustakaan Daerah Kota Pekalongan ini menghadirkan penerbit dan toko buku dari luar daerah. Beragam pilihan bacaan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat dan memilih buku secara langsung sesuai minat dan anggaran.
Perwakilan Bintoro Barokah dari Bandung, Rony, mengatakan pihaknya membawa berbagai jenis buku dengan kisaran harga Rp5.000 hingga sekitar Rp100.000. Buku anak dan novel menjadi beberapa koleksi yang diminati pengunjung.
Menurutnya, pola belanja buku masyarakat mengalami perubahan seiring berkembangnya penjualan melalui platform daring. Meski demikian, pameran tetap menjadi sarana untuk memperkenalkan koleksi secara langsung kepada calon pembeli.
"Kalau pembelinya agak ada penurunan. Mungkin ada faktor dari online juga, karena lewat online lebih enak," kata Rony.
Sementara itu, Hari Dermawan dari Paguyuban Penerbit Yogyakarta menyampaikan, pihaknya membawa koleksi dari sejumlah penerbit untuk memberikan lebih banyak pilihan bacaan kepada masyarakat. Koleksi tersebut meliputi buku anak, novel, pengembangan diri, sejarah, komik, hingga buku pendidikan. Sejumlah buku juga ditawarkan dengan harga khusus selama pameran.
Hari berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi sarana untuk menumbuhkan kebiasaan membaca di tengah masyarakat. Menurutnya, budaya literasi perlu dibangun sejak usia dini dan dikembangkan secara berkelanjutan tanpa terbatas kelompok usia tertentu.
"Kita harapkan untuk semua, untuk membangun gemar membaca dari usia dini hingga seterusnya. Tidak mengenal batas umur, jadi menggerakkan minat baca," ujarnya.
Melalui pameran ini, masyarakat memiliki alternatif untuk memperoleh bahan bacaan dengan harga yang beragam sekaligus mengenal berbagai jenis buku. Kehadiran pameran diharapkan turut mendekatkan akses terhadap bahan bacaan dan memperkuat upaya membangun budaya literasi di Kota Pekalongan.
Festival Literasi Kota Pekalongan berlangsung hingga 11 Oktober 2026, dengan menghadirkan pameran buku dan multiproduk serta berbagai kegiatan literasi.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)
Kota Pekalongan – Mendapatkan bahan bacaan tak harus mengeluarkan biaya besar. Melalui pameran buku dalam rangka Festival Literasi Kota Pekalongan pada 5–11 Oktober 2026, masyarakat dapat menemukan beragam koleksi, mulai dari buku anak, novel, komik, hingga buku pendidikan, dengan harga mulai Rp5.000.
Pameran yang digelar di halaman Perpustakaan Daerah Kota Pekalongan ini menghadirkan penerbit dan toko buku dari luar daerah. Beragam pilihan bacaan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat dan memilih buku secara langsung sesuai minat dan anggaran.
Perwakilan Bintoro Barokah dari Bandung, Rony, mengatakan pihaknya membawa berbagai jenis buku dengan kisaran harga Rp5.000 hingga sekitar Rp100.000. Buku anak dan novel menjadi beberapa koleksi yang diminati pengunjung.
Menurutnya, pola belanja buku masyarakat mengalami perubahan seiring berkembangnya penjualan melalui platform daring. Meski demikian, pameran tetap menjadi sarana untuk memperkenalkan koleksi secara langsung kepada calon pembeli.
"Kalau pembelinya agak ada penurunan. Mungkin ada faktor dari online juga, karena lewat online lebih enak," kata Rony.
Sementara itu, Hari Dermawan dari Paguyuban Penerbit Yogyakarta menyampaikan, pihaknya membawa koleksi dari sejumlah penerbit untuk memberikan lebih banyak pilihan bacaan kepada masyarakat. Koleksi tersebut meliputi buku anak, novel, pengembangan diri, sejarah, komik, hingga buku pendidikan. Sejumlah buku juga ditawarkan dengan harga khusus selama pameran.
Hari berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi sarana untuk menumbuhkan kebiasaan membaca di tengah masyarakat. Menurutnya, budaya literasi perlu dibangun sejak usia dini dan dikembangkan secara berkelanjutan tanpa terbatas kelompok usia tertentu.
"Kita harapkan untuk semua, untuk membangun gemar membaca dari usia dini hingga seterusnya. Tidak mengenal batas umur, jadi menggerakkan minat baca," ujarnya.
Melalui pameran ini, masyarakat memiliki alternatif untuk memperoleh bahan bacaan dengan harga yang beragam sekaligus mengenal berbagai jenis buku. Kehadiran pameran diharapkan turut mendekatkan akses terhadap bahan bacaan dan memperkuat upaya membangun budaya literasi di Kota Pekalongan.
Festival Literasi Kota Pekalongan berlangsung hingga 11 Oktober 2026, dengan menghadirkan pameran buku dan multiproduk serta berbagai kegiatan literasi.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Saif)
PRINT +
DOWNLOAD PDF