Festival Balon Udara Tambat Targetkan Lebih Banyak Pengunjung

Pemerintah Kota Pekalongan bekerjasama dengan Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia kembali menggelar festival balon udara tambat 2019 saat perayaan Syawalan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dengan tema "Java Baloon Festival Pekalongan 2019. Untuk mempersiapkan pelaksanaan festival tersebut , Pemerintah Kota Pekalongan menyelenggarakan Rapat Pleno pelaksanaan Festival Balon Udara di Ruang Amarta, Selasa (28/5/2019).
Wakil Walikota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid mengatakan bahwa tidak hanya balon udara, tradisi Syawalan itu juga disertai petasan yang akan meledak saat di udara. Tradisi itu dinilai sangat membahayakan karena dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan menimbulkan ledakan apabila mengenai mesin pesawat.
“Alhamduliah pihak AirNav Indonesia dapat memfasilitasi festival tersebut tanpa menghilangkan tradisi Syawalan di Kota Pekalongan dengan konsep yang lebih rapi, kreatif dan terencana yang dapat mengembangkan kreativitas masyarakat setempat,” kata Afzan.
Afzan berharap seluruh jajaran pemerintahan, TNI/POLRI dan elemen masyarakat dapat mensukseskan acara tersebut dan mendukung pencegahan penerbangan balon liar di udara.
“Masalah teknis di lapangan pasti ada, pada saat hari H juga ada , PR kita adalah mensosialisaikan kepada masyarakat , penerbangan liar itu beresiko, serta mulai tahun ini hingga ke depannya, Saya berharap tidak ada balon udara liar yang terbang, tegas Afzan.
Asisten I Pemkot Pekalongan, R. Doyo Budi Wibowo menjelaskan, Pemkot menyambut baik upaya bersama dengan berbagai pihak untuk tetap melestarikan budaya tradisonal tanpa membahayakan keselamatan bersama. Diharapkan event ini juga dapat menjadi agenda wisata di Kota Pekalongan.
“Festival ini dapat menjadi solusi yang awalnya budaya menerbangkan balon secara liar menjadi festival balon yang diharapkan dapat menjadi event wisata. Pelaksanaannya nanti pada tgl 12 Juni (seminggu setelah lebaran) di Stadion Hoegeng dimana estimasinya pukul 05.00-08.00 WIB. Tahun 2019 ini, Alhamdulillah partisipasi lebih meningkat dari tahun sebelumnya. Dari data yang sudah mendaftar sekitar 90 peserta, ini meningkat 100% dari tahun lalu yg hanya sekitar 38 peserta,” jelas Doyo.
Dituturkan Doyo, sebelum pelaksanaan festival tersebut, pada H-2 Hari Raya Idul Fitri hingga hari H Syawalan, pihaknya bersama seluruh tim panitia pelaksanaan akan kembali melakukan sosialisasi dan sweeping balon udara untuk mencegah penerbangan balon secara liar.
Sementara itu, Sekretaris Airnav Indonesia, Didiet K. S. Radityo, menerangkan tupoksi Airnav adalah mengatur penerbangan dan menjamin keselamatan penerbangan di Indonesia. Lebih lanjut, kata beliau, penyelenggaraan festival balon udara tambat merupakan upaya menjaga keselamatan penerbangan yang mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan no. 40 Tahun 2018 tentang penggunaan balon udara pada kegiatan budaya masyarakat. Adapun ketentuan balon yang diperbolehkan yakni ukuran diameter 4 meter, panjang 7 meter dan dilepas dengan tali sepanjang 150 meter dan ditambatkan minimal di tiga tali penambat dan balon berwarna cerah atau warna warni agar terlihat oleh pilot apabila terlepas.
“Sejak tahun kemarin, Airnav bersama Pemkot melakukan edukasi kepada masyarakat terkait tradisi balon dengan melaksanakan festival balon tambat (diikat). Kami bentuk tim agar hasilnya optimal dan bahaya penerbangan dapat diminimalisir,” terang Didiet.
Ditambahkan Event Organizer Festival Balon Tambat yang telah ditunjuk oleh pihak Pemkot Pekalongan dan Airnav Indonesia, Imam, dalam pelaksanaan festival balon udara tambat juga dimeriahkan oleh berbagai event menarik lainnya seperti bazar UMKM, lomba fotografi, doorprize puluhan juta rupiah, dance performance, panggung hiburan pada malam harinya. Pendaftaran peserta lomba festival balon melalui komunitas Sedulur Balon Pekalongan dan ditutup pada tanggal 6 Juni 2019.
“Sebelum hari H, kami juga akan laksanakan teknikal meeting untuk para peserta dan panitia. Lomba balon pada tanggal 12 juni 2019 pukul 05.00-08.00, malam hari nya akan ada panggung hiburan yang dimeriahkan oleh guest star Didi Kempot, Resa Lawangsewu, Gita Bayu, diisi juga puluhan stand UMKM Kota Pekalongan yang diakomodir oleh Dindagkop, tari kreasi Pekalongan, Tari Rengganis, total hadiah Rp 70 Juta untuk menarik partisipasi dari peserta maupun pengunjung yang ditargetkan mencapai 1000-2000 partisipan,” papar Imam.
PRINT +
DOWNLOAD PDF