Estafet Tunas Kelapa 2026, Semangat Pramuka Kota Pekalongan Siapkan Generasi Tangguh

Estafet Tunas Kelapa 2026, Semangat Pramuka Kota Pekalongan Siapkan Generasi Tangguh
Kota Pekalongan – Semangat membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, dan memiliki jiwa pengabdian terus digaungkan Gerakan Pramuka Kota Pekalongan. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2026.
Mewakili Wali Kota Aaf, Slamet Budiyanto selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, hadir dalam serah terima ETK di Halaman Koperasi Desa Merah Putih Desa Curug, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Senin (7/9/2026).
Sebelumnya, rombongan ETK Kota Pekalongan diberangkatkan dari MTs Ishthifaiyah Nahdliyah (MTs IN) Kota Pekalongan. Sebanyak 60 pasukan mengikuti kegiatan tersebut, termasuk membawa 14 Tunas Kelapa yang selanjutnya diserahterimakan kepada Kwarcab Kabupaten Pekalongan untuk meneruskan estafet menuju Kabupaten Banyumas.
Budi, sapaan akrabnya menuturkan, Kota Pekalongan menjadi salah satu titik pemberangkatan dari 14 daerah di Jawa Tengah dalam rangkaian ETK menuju Banyumas yang menjadi lokasi puncak peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka. Menurutnya, Tunas Kelapa memiliki makna sebagai simbol kesiapan generasi muda untuk meneruskan perjuangan dan pengabdian para pendahulu.
“Seperti yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah, ada semangat Ngopeni dan Nglakoni, yakni semangat untuk melayani dan bekerja keras. Semoga ke depan generasi muda kita menjadi generasi penerus yang tangguh,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekalongan, M. Amhar Azet, mengatakan ETK merupakan salah satu rangkaian Bulan Bakti Pramuka yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
Selain ETK, Bulan Bakti Pramuka di Kota Pekalongan juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, seperti bersih-bersih sanggar serta tempat-tempat ibadah.
“Yang pasti semangat dari anak-anak untuk terus kita lanjutkan melalui estafet Tunas Kelapa ini. Apalagi kegiatan ini juga membawa semangat swasembada pangan,” ujarnya.
ETK Kwarda Jawa Tengah 2026 berlangsung pada 31 Agustus hingga 9 September 2026 dengan melibatkan 14 titik start kabupaten/kota. Estafet dilakukan secara bergantian antar-Kwarcab hingga menuju Kabupaten Banyumas. Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026 di GOR Satria, Kabupaten Banyumas.
"Melalui ETK, semangat kepramukaan tidak sekadar diwujudkan dalam perjalanan estafet, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai disiplin, gotong royong, kerja keras, kepedulian, dan pengabdian kepada generasi muda,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Semangat membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, dan memiliki jiwa pengabdian terus digaungkan Gerakan Pramuka Kota Pekalongan. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2026.
Mewakili Wali Kota Aaf, Slamet Budiyanto selaku Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, hadir dalam serah terima ETK di Halaman Koperasi Desa Merah Putih Desa Curug, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Senin (7/9/2026).
Sebelumnya, rombongan ETK Kota Pekalongan diberangkatkan dari MTs Ishthifaiyah Nahdliyah (MTs IN) Kota Pekalongan. Sebanyak 60 pasukan mengikuti kegiatan tersebut, termasuk membawa 14 Tunas Kelapa yang selanjutnya diserahterimakan kepada Kwarcab Kabupaten Pekalongan untuk meneruskan estafet menuju Kabupaten Banyumas.
Budi, sapaan akrabnya menuturkan, Kota Pekalongan menjadi salah satu titik pemberangkatan dari 14 daerah di Jawa Tengah dalam rangkaian ETK menuju Banyumas yang menjadi lokasi puncak peringatan HUT ke-65 Gerakan Pramuka. Menurutnya, Tunas Kelapa memiliki makna sebagai simbol kesiapan generasi muda untuk meneruskan perjuangan dan pengabdian para pendahulu.
“Seperti yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah, ada semangat Ngopeni dan Nglakoni, yakni semangat untuk melayani dan bekerja keras. Semoga ke depan generasi muda kita menjadi generasi penerus yang tangguh,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekalongan, M. Amhar Azet, mengatakan ETK merupakan salah satu rangkaian Bulan Bakti Pramuka yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
Selain ETK, Bulan Bakti Pramuka di Kota Pekalongan juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, seperti bersih-bersih sanggar serta tempat-tempat ibadah.
“Yang pasti semangat dari anak-anak untuk terus kita lanjutkan melalui estafet Tunas Kelapa ini. Apalagi kegiatan ini juga membawa semangat swasembada pangan,” ujarnya.
ETK Kwarda Jawa Tengah 2026 berlangsung pada 31 Agustus hingga 9 September 2026 dengan melibatkan 14 titik start kabupaten/kota. Estafet dilakukan secara bergantian antar-Kwarcab hingga menuju Kabupaten Banyumas. Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026 di GOR Satria, Kabupaten Banyumas.
"Melalui ETK, semangat kepramukaan tidak sekadar diwujudkan dalam perjalanan estafet, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai disiplin, gotong royong, kerja keras, kepedulian, dan pengabdian kepada generasi muda,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF