Enam Tahun Berjalan, Program Adaptation Fund Bawa Perubahan Nyata di Pekalongan

Enam Tahun Berjalan, Program Adaptation Fund Bawa Perubahan Nyata di Pekalongan

Kota Pekalongan – Program Adaptation Fund (AF) yang telah berjalan hampir enam tahun di Kota Pekalongan dinilai memberikan dampak nyata dalam upaya adaptasi perubahan iklim, penanganan rob, banjir, hingga pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, saat memberikan pengarahan pada kegiatan Kunjungan Lapangan Implementasi Program Adaptation Fund (AF) Pekalongan Kemitraan Indonesia di Hotel Aston Pekalongan, Jumat (26/6/2026).

Sekda Nur Pri, sapaan akrabnya mengungkapkan, Kota Pekalongan sslama ini menghadapi tantangan besar berupa rob dan genangan akibat air hujan yang tidak dapat mengalir dengan baik ke sungai. Pada tahun 2021, genangan bahkan mencapai sekitar 23 persen dari luas wilayah Kota Pekalongan 42 kilometer persegi. Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Kota Pekalongan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kemitraan Indonesia melalui Program AF telah membantu mengurangi dampak tersebut melalui berbagai intervensi fisik maupun nonfisik.

“Program ini tidak hanya membangun infrastruktur seperti penanganan rob dan banjir, MCK komunal, ekowisata, dan sarana lainnya, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui sosialisasi, seminar, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan sistem informasi kebencanaan,” tuturnya.

Ia menambahkan, berbagai inovasi yang lahir dari program tersebut, termasuk pengembangan Rumah Livelihood 'Brayan Urip' telah mendorong partisipasi masyarakat dan generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Kemitraan Indonesia yang konsisten mendampingi Kota Pekalongan sejak tahun 2021. Sekda Nur Pri berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut dan hasil-hasil yang telah dibangun dapat dijaga serta dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Sementara itu, Team Leader PMU Adaptation Fund (AF) Pekalongan, Arief Mahmudi, menjelaskan bahwa kunjungan lapangan tersebut merupakan tindak lanjut dari Seminar Nasional Program AF beberapa hari lalu di Jakarta. Para peserta, termasuk perwakilan Sekretariat Adaptation Fund dari Washington, Amerika Serikat, Mr. Hugo ingin melihat secara langsung berbagai capaian program yang telah dilaksanakan di Pekalongan.

“Setelah mendapatkan paparan capaian program di seminar, mereka ingin melihat langsung implementasinya di lapangan. Mulai dari breakwater, revitalisasi Pekalongan Mangrove Park, urban farming di Kandang Panjang, MCK komunal, hingga pengelolaan sampah di TPST Kuripan Kertoharjo,” jelas Arief.

Menurut Arief, keberhasilan Program AF di Pekalongan menunjukkan bahwa penanganan perubahan iklim harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari penguatan kebijakan hingga pemberdayaan masyarakat terdampak. Berbagai program seperti pembangunan breakwater, pengembangan silvofishery, rumah bibit mangrove, serta penciptaan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat pesisir menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

“Tujuan akhirnya adalah membantu masyarakat beradaptasi dan tetap memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim yang terus meningkat,” pungkasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)