Eksistensi Manji Keren Kian Terasa, Layanan Antar Narapidana Bebas Rutan Pekalongan Makin Optimal

Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik dan berorientasi kemanusiaan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Salah satu inovasi yang kini kian terasa manfaatnya adalah program “Manji Keren” atau Mobil Antar Jemput Integrasi Keren, yang memberikan layanan antar jemput bagi narapidana yang telah memperoleh hak integrasi, seperti cuti bersyarat, asimilasi rumah, atau bebas murni.
Pada Rabu (15/10/2025, layanan “Manji Keren” kembali dioperasikan untuk mengantar salah satu narapidana yang mendapatkan hak cuti bersyarat ke rumahnya di Kabupaten Pemalang. Proses pengantaran berlangsung aman, tertib, dan penuh kehormatan, mencerminkan semangat kemanusiaan serta dukungan nyata terhadap proses reintegrasi sosial mantan warga binaan.
Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menjelaskan bahwa, kehadiran “Manji Keren” merupakan bentuk inovasi pelayanan yang menempatkan aspek empati dan penghormatan kepada warga binaan sebagai prioritas utama.
“Manji Keren adalah inovasi nyata yang kami hadirkan sebagai wujud kepedulian terhadap warga binaan yang berhak mendapatkan hak integrasi. Kami ingin memastikan mereka bisa pulang dengan tenang, penuh rasa hormat, dan keluarganya pun merasa terbantu dengan adanya layanan antar jemput ini,” ujar Karutan Nanang.
Ia menambahkan, layanan ini tidak hanya meringankan beban keluarga dalam menjemput anggota keluarganya dari Rutan, tetapi juga menjadi sarana mempererat sinergi antara pihak pemasyarakatan dengan masyarakat.
" Melalui pendekatan ini, diharapkan proses adaptasi sosial bagi narapidana yang kembali ke lingkungan asal dapat berlangsung lebih mudah dan positif,"tuturnya.
Menurutnya, program “Manji Keren” menjadi salah satu inovasi unggulan Rutan Pekalongan dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan berintegritas. Program ini juga sejalan dengan semangat Transformasi Pemasyarakatan yang dicanangkan Kementerian Hukum dan HAM RI, yaitu menghadirkan layanan yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga kesejahteraan dan martabat manusia.
Nanang menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan program ini agar manfaatnya semakin luas dirasakan oleh warga binaan yang telah memenuhi syarat memperoleh hak integrasi.
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang tidak hanya efisien, tetapi juga memperhatikan aspek kemanusiaan. Layanan antar ini akan terus kami evaluasi dan tingkatkan agar semakin banyak warga binaan yang mendapatkan manfaat maksimal dari hak integrasi mereka,” ungkapnya.
Salah satu penerima manfaat layanan “Manji Keren”, sebut saja S, menyampaikan rasa terima kasih dan haru atas perhatian pihak Rutan.
“Saya sangat terbantu dengan adanya Manji Keren ini. Biasanya saya harus memikirkan bagaimana cara pulang, tapi sekarang semuanya dibantu sampai rumah. Ini sangat berarti bagi saya dan keluarga,” tuturnya penuh rasa syukur.
Keluarga S juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Rutan Pekalongan atas pelayanan yang dianggap tidak hanya membantu secara praktis, tetapi juga menyentuh secara emosional. Mereka mengaku merasa lebih tenang dan dihormati dengan adanya perhatian semacam ini.
"Pendekatan yang humanis ini diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus menegaskan eksistensi Rutan Pekalongan sebagai lembaga yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi manusia seutuhnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF