Edukasi Snake Awareness, Exalos Ajak Masyarakat Ubah Cara Pandang terhadap Reptil

Kota Pekalongan – Komunitas Exotic Animal Lovers (Exalos) Regional Pekalongan terus mengampanyekan literasi reptil kepada masyarakat, khususnya terkait pemahaman yang benar tentang ular. Edukasi bertajuk Snake Awareness digulirkan sebagai upaya menghapus stigma negatif dan menumbuhkan kesadaran bahwa reptil bukan semata ancaman, melainkan bagian penting dari keseimbangan ekosistem.
Perwakilan Exalos Pekalongan, Malika, saat ditemui pada kegiatan edukasi reptil di salah satu lembaga PAUD, TK Ma'had Islam Kota Pekalongan belum lama ini, menjelaskan banyak orang masih menganggap ular sebagai hewan berbahaya atau membawa unsur mistis. Padahal, keberadaan ular memegang peranan besar dalam menjaga populasi hama dan rantai makanan di alam.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa ular tidak selalu menakutkan. Reptil ini punya fungsi ekologis, dan keberadaannya justru membantu menjaga keseimbangan alam,” jelasnya.
Dalam edukasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada berbagai jenis ular dan reptil lain, termasuk cara membedakan ular berbisa dan tidak berbisa. Exalos juga memberikan penjelasan tentang langkah pertama penanganan gigitan sebelum bantuan medis tiba, agar masyarakat dapat bersikap tenang dan tidak panik.
Malika menegaskan, pemahaman yang benar dapat mengurangi insiden pembunuhan ular di pemukiman. Dengan mengetahui cara berpikir dan berperilaku aman di sekitar reptil, masyarakat bisa menjaga keselamatan diri tanpa harus merusak habitat atau membunuh hewannya.
"Jika tidak mengerti penangganan ular, jauhi ular dan segera menghubungi orang atau kelompok yang sudah profesional. Jangan mengambil langkah asal-asalan secara gegabah," tandasnya.
Exalos berharap kampanye seperti ini mampu menumbuhkan empati terhadap satwa liar dan mendorong generasi muda untuk lebih peduli pada konservasi. Edukasi mengenai reptil juga dinilai penting sebagai bagian dari pembelajaran lingkungan yang nyata dan berkelanjutan.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
Perwakilan Exalos Pekalongan, Malika, saat ditemui pada kegiatan edukasi reptil di salah satu lembaga PAUD, TK Ma'had Islam Kota Pekalongan belum lama ini, menjelaskan banyak orang masih menganggap ular sebagai hewan berbahaya atau membawa unsur mistis. Padahal, keberadaan ular memegang peranan besar dalam menjaga populasi hama dan rantai makanan di alam.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa ular tidak selalu menakutkan. Reptil ini punya fungsi ekologis, dan keberadaannya justru membantu menjaga keseimbangan alam,” jelasnya.
Dalam edukasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada berbagai jenis ular dan reptil lain, termasuk cara membedakan ular berbisa dan tidak berbisa. Exalos juga memberikan penjelasan tentang langkah pertama penanganan gigitan sebelum bantuan medis tiba, agar masyarakat dapat bersikap tenang dan tidak panik.
Malika menegaskan, pemahaman yang benar dapat mengurangi insiden pembunuhan ular di pemukiman. Dengan mengetahui cara berpikir dan berperilaku aman di sekitar reptil, masyarakat bisa menjaga keselamatan diri tanpa harus merusak habitat atau membunuh hewannya.
"Jika tidak mengerti penangganan ular, jauhi ular dan segera menghubungi orang atau kelompok yang sudah profesional. Jangan mengambil langkah asal-asalan secara gegabah," tandasnya.
Exalos berharap kampanye seperti ini mampu menumbuhkan empati terhadap satwa liar dan mendorong generasi muda untuk lebih peduli pada konservasi. Edukasi mengenai reptil juga dinilai penting sebagai bagian dari pembelajaran lingkungan yang nyata dan berkelanjutan.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF