Duta Muda Jadi Ujung Tombak Edukasi BPJS Kesehatan bagi Generasi Sebaya

Duta Muda Jadi Ujung Tombak Edukasi BPJS Kesehatan bagi Generasi Sebaya

BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan terus memperkuat upaya edukasi kepesertaan jaminan kesehatan dengan menggandeng kalangan generasi muda melalui program Duta Muda. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepesertaan aktif BPJS Kesehatan sekaligus mendukung pengembalian status Universal Health Coverage (UHC) Prioritas di sejumlah daerah wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan, Sri Mugirahayu menjelaskan, pada tahun sebelumnya sejumlah kabupaten/kota di wilayah eks Karesidenan Pekalongan berhasil mencapai status UHC Prioritas. Namun memasuki awal tahun 2026, terdapat beberapa daerah yang mengalami penurunan status akibat berbagai faktor, terutama kemampuan pembiayaan daerah yang mengalami penyesuaian.

“Tahun lalu dari Pemkab Batang hingga Pemalang berstatus UHC Prioritas, sehingga layanan kesehatan bisa diberikan 100 persen. Namun awal 2026 Kabupaten Batang, Pekalongan dan Pemalang tidak berstatus UHC Prioritas lagi, karena faktor kemampuan finansial tiap daerah berkurang, tinggal Kota Pekalongan yang masih berstatus UHC Prioritas,” ujar Sri Mugirahayu atau akrab disapa Cici saat dikonfirmasi usai kegiatan Duta Muda Edu Tour Komunitas dan Media Gathering di De.Blado Cafe and Resto, Kamis (7/5/2026) siang.

Menurutnya, salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan sebuah daerah mempertahankan status UHC Prioritas adalah tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar iuran BPJS Kesehatan secara rutin. Dalam hal ini, Kota Pekalongan dinilai memiliki tingkat literasi masyarakat yang cukup baik sehingga kesadaran untuk menjaga kepesertaan aktif juga relatif tinggi.

“Itu dilihat dari tingkat literasi warganya yang cukup baik, sedangkan Pemalang dirasa memiliki tingkat kepatuhan pembayaran yang kurang optimal,” jelasnya.

Cici menegaskan, pihaknya terus melakukan berbagai pendekatan edukatif kepada masyarakat agar pemahaman mengenai pentingnya jaminan kesehatan semakin meningkat. Edukasi tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga generasi muda yang dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di lingkungan sebayanya.

“Kami menargetkan akhir 2026 ini mengembalikan status kepesertaan ketiga daerah tersebut menjadi UHC Prioritas, salah satunya melalui peran Duta Muda," tegasnya.

Melalui program tersebut, ia berharap duta muda mampu menjadi penyambung informasi sekaligus penggerak literasi digital dan kesehatan di kalangan generasi muda. Kehadiran anak-anak muda dinilai efektif untuk menyampaikan pesan-pesan edukasi dengan pendekatan yang lebih dekat, komunikatif dan mudah diterima oleh teman sebaya.

"Kehadiran Duta Muda ini diharapkan sebagai generasi muda yang mampu mengambil peran nyata dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan, sekaligus memperkuat komitmen bersama menuju tercapainya kembali status UHC Prioritas di seluruh wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan,"tegasnya.

Duta Muda BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan  dan Kedeputian Wilayah VI, Nadi Pertiwi yang saat ini duduk di bangku kelas X ini mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan edukasi BPJS Kesehatan. Ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengajak generasi muda memahami manfaat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak dini.

“Kemarin sudah sosialisasi ke teman-teman di SMA/SMK di Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, sekarang sosialisasinya sama masyarakat umum di Kabupaten Batang yang perlu tahu manfaat layanan BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Menurut Nadi, pemahaman mengenai BPJS Kesehatan penting dikenalkan sejak usia muda agar masyarakat memiliki kesiapan lebih awal ketika sewaktu-waktu membutuhkan layanan kesehatan. Selain itu, generasi muda juga perlu memahami bahwa kepesertaan aktif merupakan bentuk perlindungan jangka panjang bagi diri sendiri maupun keluarga.

Ia pun mengaku telah merasakan langsung manfaat layanan BPJS Kesehatan sejak kecil. Pengalaman tersebut menjadi motivasi tersendiri baginya untuk ikut menyebarluaskan informasi positif terkait program jaminan kesehatan nasional kepada masyarakat luas.

“Kemanfaatannya sudah Saya rasakan sejak kecil, karena sudah pernah menggunakan layanan yang dulu bernama ASKES, misalnya mau periksa gigi juga pakai BPJS Kesehatan dan lainnya. Melalui kolaborasi antara BPJS Kesehatan dan generasi muda ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kepesertaan aktif BPJS Kesehatan semakin meningkat,"pungkasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)