Dua Pekan Mengungsi, Pemkot Terus Dampingi Warga Terdampak Banjir

Kota Pekalongan – Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid melakukan peninjauan langsung ke dua lokasi pengungsian banjir, yakni di Kelurahan Pasirkratonkramat (PKK) dan Kantor Eks Kelurahan Kraton Kidul, Jumat (30/1/2026). Dalam tinjauan tersebut, Wali Kota Aaf memastikan kondisi warga terdampak yang telah mengungsi selama kurang lebih dua pekan, sekaligus mengecek pemenuhan kebutuhan dasar serta layanan bagi para pengungsi.
Dalam tinjauannya, Wali Kota Aaf didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Sugiyo, Kepala Dinsos-P2KB Kota Pekalongan, Yos Rosidi, Camat Pekalongan Barat, Muchamad Natsir dan Lurah PKK, Dwi Indah Widiastuti. Wali Kota Aaf menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat cukup banyak warga yang bertahan di pengungsian, terutama warga dari wilayah Pasirsari.
Ia menerangkan bahwa ketinggian genangan air di wilayah tersebut masih relatif tinggi, rata-rata mencapai sepaha orang dewasa, sehingga warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing. Bahkan, sebagian pengungsi telah berada di lokasi pengungsian hampir dua pekan.
“Di Pasirsari memang surutnya paling lama. Di dua titik ini masih banyak pengungsi, sementara di wilayah kecamatan lainnya sebagian besar warga sudah kembali ke rumah,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan telah melakukan berbagai upaya percepatan penanganan banjir, salah satunya dengan menambah pompa air mobile di wilayah Pasirsari dan Kramatsari. Namun, dengan kondisi debit air sedang tinggi, kemampuan pompa untuk menyedot air memang tidak dapat bekerja secara maksimal.
“Kita berharap curah hujan ke depan lebih kondusif. Berdasarkan perkiraan BMKG, hujan diprediksi berakhir di bulan Januari, mudah-mudahan sesuai sehingga banjir bisa segera surut,” jelasnya.
Selain meninjau kondisi lapangan, ia berdialog langsung dengan para pengungsi untuk mengetahui kebutuhan dan kendala yang masih dihadapi. Dari hasil komunikasi tersebut, kebutuhan logistik secara umum dinyatakan sudah terpenuhi. Meski demikian, perhatian khusus diberikan kepada pengungsi yang memiliki anak kecil, terutama terkait kebutuhan susu formula.
“Kebutuhan logistik pada dasarnya sudah tercukupi. Untuk anak-anak yang membutuhkan susu formula, sudah kami koordinasikan dengan Dinas Sosial dan P2KB agar dapat segera dipenuhi,” tandasnya.
Di sisi layanan kesehatan, Wali Kota Aaf memastikan monitoring dan pengawasan rutin dari Puskesmas setempat. Ketersediaan obat-obatan dinyatakan aman dan pelayanan kesehatan bagi pengungsi terus berjalan.
“Mudah-mudahan semuanya tetap sehat. Kami terus lakukan monitoring dan kontrol kesehatan agar kondisi pengungsi tetap terjaga,” sambungnya.
Adapun jumlah pengungsi yang tercatat hingga saat ini mencapai 105 orang di lokasi eks Kelurahan Kraton Kidul dan 88 orang di Kelurahan Pasirkratonkramat.
Ia menambahkan, Pemerintah akan terus melakukan pemantauan intensif di kedua lokasi tersebut hingga kondisi banjir benar-benar surut dan warga dapat kembali ke rumah dengan aman.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF