DPR RI Perkuat Upaya Penanganan Banjir dan Rob di Kota Pekalongan

DPR RI Perkuat Upaya Penanganan Banjir dan Rob di Kota Pekalongan
Kota Pekalongan – Upaya penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah dan DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, mendorong pembenahan infrastruktur pengendalian banjir, khususnya pompa yang menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat. Hal tersebut disampaikan Rizal saat menyerap aspirasi sejumlah ketua RT dan RW di Aula Kantor Kelurahan Panjang Baru, Kota Pekalongan, belum lama ini.
Menurutnya, persoalan pompa menjadi salah satu aspirasi yang berulang kali disampaikan masyarakat maupun jajaran kewilayahan saat terjadi hujan dan rob.
Rizal menyebut sedikitnya 11 pompa berukuran besar menjadi perhatian untuk mendapatkan rehabilitasi maupun penggantian secara bertahap. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat sistem pengendalian genangan, sembari menunggu pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan rob dalam skala yang lebih besar.
“Yang penting adalah kita kejar untuk masalah yang paling penting, masalah banjir dan rob. Kita awali pompa,” ujarnya.
Selain pompa, penanganan banjir dan rob juga perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan kondisi sungai, tanggul, serta sistem pengendalian air. Untuk jangka panjang, pembangunan tanggul laut Pantura dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam upaya perlindungan kawasan pesisir dari ancaman rob.
Di sisi lain, Rizal juga mendorong pemanfaatan program CSR BUMN untuk mendukung kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan. Sejumlah kebutuhan seperti peninggian jalan, pembangunan saluran air hingga renovasi fasilitas umum dapat diusulkan melalui proposal yang jelas dan sesuai prioritas.
"Dengan sinergi antara DPR RI, pemerintah daerah, masyarakat, serta dukungan berbagai pihak, penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan diharapkan dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, baik melalui perbaikan infrastruktur yang mendesak maupun penguatan program jangka panjang,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Upaya penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah daerah dan DPR RI. Anggota Komisi VI DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Tengah X, Rizal Bawazier, mendorong pembenahan infrastruktur pengendalian banjir, khususnya pompa yang menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat. Hal tersebut disampaikan Rizal saat menyerap aspirasi sejumlah ketua RT dan RW di Aula Kantor Kelurahan Panjang Baru, Kota Pekalongan, belum lama ini.
Menurutnya, persoalan pompa menjadi salah satu aspirasi yang berulang kali disampaikan masyarakat maupun jajaran kewilayahan saat terjadi hujan dan rob.
Rizal menyebut sedikitnya 11 pompa berukuran besar menjadi perhatian untuk mendapatkan rehabilitasi maupun penggantian secara bertahap. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat sistem pengendalian genangan, sembari menunggu pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan rob dalam skala yang lebih besar.
“Yang penting adalah kita kejar untuk masalah yang paling penting, masalah banjir dan rob. Kita awali pompa,” ujarnya.
Selain pompa, penanganan banjir dan rob juga perlu dilakukan secara terpadu dengan memperhatikan kondisi sungai, tanggul, serta sistem pengendalian air. Untuk jangka panjang, pembangunan tanggul laut Pantura dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam upaya perlindungan kawasan pesisir dari ancaman rob.
Di sisi lain, Rizal juga mendorong pemanfaatan program CSR BUMN untuk mendukung kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan. Sejumlah kebutuhan seperti peninggian jalan, pembangunan saluran air hingga renovasi fasilitas umum dapat diusulkan melalui proposal yang jelas dan sesuai prioritas.
"Dengan sinergi antara DPR RI, pemerintah daerah, masyarakat, serta dukungan berbagai pihak, penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan diharapkan dapat dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, baik melalui perbaikan infrastruktur yang mendesak maupun penguatan program jangka panjang,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF