Dorong Semangat Badan Publik, Pemkot Serahkan Penganugerahan Innovation Award 2024

Pemerintah Kota Pekalongan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Festival Inovasi dengan menyerahkan penganugerahan innovation award kepada organisasi perangkat daerah, sekolah dan komponen lain, berlangsung di ruang Jlamprang, Kantor Sekretariat Daerah setempat, Selasa (17/12/2024). Penyerahan penganugerahan innovation award diberikan Walikota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid bersama Sekretaris Daerah Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, Asisten Administrasi Umum Kota Pekalongan, Agust Marhaendayana, Kepala Bappeda Kota Pekalongan, Cayekti Widigdo dan lainnya.
Walikota Pekalongan yang akrab disapa Aaf mengatakan bahwa dalam 1 tahun pihaknya menargetkan agar masing-masing organisasi perangkat daerah minimal membuat 1 inovasi, dan hingga saat ini sudah dijalankan. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan di tahun mendatang, kriteria inovasi ini bukan berdasarkan pembiayaan tetapi pemberdayaan sumber daya yang sudah ada. “Selamat kepada pemenang tahun ini, saya berharap kedepan semuanya saling berlomba-lomba untuk bersama-sama berinovasi memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat Kota Pekalongan,” katanya.
Lebih lanjut, Aaf menambahkan bahwa kota Pekalongan di tahun 2024 meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA). “Ini menjadi satu prestasi yang patut dibanggakan nomor 7 se-Indonesia, ini merupakan bentuk kerja keras dari semuanya, mudah-mudahan tahun berikutnya komitmen ini bisa kita jaga dan tingkatkan,” tambahnya.
Sementara itu, Cayekti menuturkan bahwa penganugerahan ini mendorong semangat dari OPD, sekolah, puskesmas, kelurahan, komponen lain untuk terus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Terkait IGA, dilakukan 2 penjaringan yaitu ide inovasi ada sekitar 300 ide dan inovasi sebanyak 150, yang sudah terjaring akan dikuatkan dokumen yang akan masuk di ajang IGA Kemendagri. “Untuk inovasi-inovasi sebelumnya sampai dengan saat ini masih ada yang dipakai, dan bisa ada penambahan namun harus berdasarkan hasil kajian dan masukan dari masyarakat bahwa inovasi ini ada penambahan agar masyarakat berkualitas, inti inovasi harus tetap tetapi penambahan fitur menu masih mungkin. Yang masih digunakan antara lain Kakap Emas, Digital Katalis, Bembi dan lainnya,” tukasnya.
Adapun pemenang festival inovasi 2024 antara lain kategori ide inovasi perangkat daerah yaitu RSUD Bendan dan Bappeda, kategori ide inovasi sekolah yakni SMPN 6, SMPN 8 dan SDN Kradenan 1, kategori inovasi perangkat daerah yaitu RSUD Bendan, Bappeda dan Dinperpa serta kategori inovasi sekolah yakni SDN Kradenan 1, PGRI Kota Pekalongan dan SMP Islam Al-Azhar 60. Sedangkan pemenang organisasi perangkat daerah terinovatif antara lain RSUD Bendan, Disdukcapil, DKP, Puskesmas Kramatsari dan SMPN 8 Kota Pekalongan.
(Dinkominfo Kota Pekalongan)
Walikota Pekalongan yang akrab disapa Aaf mengatakan bahwa dalam 1 tahun pihaknya menargetkan agar masing-masing organisasi perangkat daerah minimal membuat 1 inovasi, dan hingga saat ini sudah dijalankan. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan di tahun mendatang, kriteria inovasi ini bukan berdasarkan pembiayaan tetapi pemberdayaan sumber daya yang sudah ada. “Selamat kepada pemenang tahun ini, saya berharap kedepan semuanya saling berlomba-lomba untuk bersama-sama berinovasi memberikan layanan yang terbaik untuk masyarakat Kota Pekalongan,” katanya.
Lebih lanjut, Aaf menambahkan bahwa kota Pekalongan di tahun 2024 meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA). “Ini menjadi satu prestasi yang patut dibanggakan nomor 7 se-Indonesia, ini merupakan bentuk kerja keras dari semuanya, mudah-mudahan tahun berikutnya komitmen ini bisa kita jaga dan tingkatkan,” tambahnya.
Sementara itu, Cayekti menuturkan bahwa penganugerahan ini mendorong semangat dari OPD, sekolah, puskesmas, kelurahan, komponen lain untuk terus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Terkait IGA, dilakukan 2 penjaringan yaitu ide inovasi ada sekitar 300 ide dan inovasi sebanyak 150, yang sudah terjaring akan dikuatkan dokumen yang akan masuk di ajang IGA Kemendagri. “Untuk inovasi-inovasi sebelumnya sampai dengan saat ini masih ada yang dipakai, dan bisa ada penambahan namun harus berdasarkan hasil kajian dan masukan dari masyarakat bahwa inovasi ini ada penambahan agar masyarakat berkualitas, inti inovasi harus tetap tetapi penambahan fitur menu masih mungkin. Yang masih digunakan antara lain Kakap Emas, Digital Katalis, Bembi dan lainnya,” tukasnya.
Adapun pemenang festival inovasi 2024 antara lain kategori ide inovasi perangkat daerah yaitu RSUD Bendan dan Bappeda, kategori ide inovasi sekolah yakni SMPN 6, SMPN 8 dan SDN Kradenan 1, kategori inovasi perangkat daerah yaitu RSUD Bendan, Bappeda dan Dinperpa serta kategori inovasi sekolah yakni SDN Kradenan 1, PGRI Kota Pekalongan dan SMP Islam Al-Azhar 60. Sedangkan pemenang organisasi perangkat daerah terinovatif antara lain RSUD Bendan, Disdukcapil, DKP, Puskesmas Kramatsari dan SMPN 8 Kota Pekalongan.
(Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF