Dorong Kreativitas, WBP Rutan Kelas IIA Pekalongan Hasilkan Produk Berkualitas

Kota Pekalongan – Rutan Kelas IIA Pekalongan terus berinovasi dalam menggali potensi warga binaan pemasyarakatan (WBP), ada dua program pembinaan yang ditujukan untuk WBP yakni program kepribadian dan program kemandirian. Pada program kepribadian difokuskan pada pembinaan watak dan mental narapidana sehingga diharapkan dapat membentuk penguatan karakter. Sedangkan untuk program pembinaan kemandirian diarahkan pada pembinaan minat dan bakat untuk menggali potensi dan keterampilan WBP.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Anggit Yongki Setiawan saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (11/12/2020). “Program kepribadian kami bekerjasama dengan beberapa pihak seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Bapas Pekalongan, tiap Jumat kami agendakan pertemuan untuk memberikan penguatan karakter kepada para WBP. Kami juga bekerja sama dengan pihak ketiga pada program kemandirian untuk mendorong WBP menghasilkan produk baik kerajinan tangan maupun ketahanan pangan dibidang pertanian dan perikanan,” ungkap Anggit.

Ia menambahkan, pada program kemandirian ada beberapa kegiatan diantaranya yakni memproduksi kerajinan tangan seperti keset dan keranjang yang bernilai ekonomis. Selain itu, guna mendukung ketahanan pangan dengan cara budidaya ikan dan bercocok tanam.

“Hasil kerajinan tangan keset berbahan dasar kain perca dibandrol dengan harga mulai dari Rp10-30 ribu. Sedangkan kerajinan tangan berupa keranjang dibandrol mulai dari harga Rp10-25 ribu tergantung besar kecilnya ukuran keranjang. Untuk hasil pertanian, diantaranya cesin, kemangi, tomat, cabai, terong, dan singkong. Dari hasil karya produksi tersebut, WBP mendapatkan keuntungan bagi hasil dari penjualan produk,” terang Anggit.

Terkait dengan penjualan produk, Anggit menjelaskan bahwa pemasaran produk dilakukan secara offline maupun online. Selain itu, hasil karya WBP juga memiliki kualitas produksi yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. “Peminatnya alhamdulilah banyak, baik kerajinan tangan maupun sayur mayur kami pasarkan ke warga sekitar. Selain hasil produksi kami jual di ruang pamer rutan, Kami juga menjual secara online yang dipasarkan oleh mantan narapidana maupun petugas rutan yang ikut menjual hasil produksi. Mudah-mudahan kedepan hasil produksinya semakin meningkat terlebih dari segi kualitas. Sehingga, dapat mendorong para WBP untuk terus berkarya dan mengembangkan kreativitas mereka,” tutur Anggit.


(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)