Dorong Daya Saing Generasi Muda, Pemkot Pekalongan Bekali Gen Z Keahlian Membuat Kue Khas Perancis

Dorong Daya Saing Generasi Muda, Pemkot Pekalongan Bekali Gen Z Keahlian Membuat Kue Khas Perancis
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) setempat terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas kompetensi peserta pelatihan agar mampu bersaing di industri kuliner modern. Pada pelatihan gelombang terbaru, BLK menghadirkan materi pembuatan Entremets atau mousse cake, kue berlapis premium khas Perancis, sebagai bagian dari kejuruan pembuatan roti dan kue.
Instruktur Pariwisata BLK Kota Pekalongan, Subekti, mengatakan menu tersebut sengaja dipilih untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta sekaligus menjadi pembeda dibandingkan materi pada gelombang sebelumnya.
"Entremets memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi dan proses pembuatannya sangat tricky. Peserta harus menguasai teknik dasar hingga lanjutan, termasuk menjaga adonan agar tetap stabil dan tidak pecah saat proses pelapisan," kata Subekti.
Ia menambahkan, selain mempelajari pembuatan Entremets, peserta juga mendapatkan materi dasar pembuatan roti dan kue, mulai dari teknik membuat roti manis, proses proofing, hingga berbagai teknik pengolahan adonan sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Menurutnya, pelatihan tahun ini didominasi oleh peserta dari kalangan Generasi Z. Meski kerap mendapat stigma sebagai generasi yang rapuh, Subekti menilai para peserta justru menunjukkan kemampuan belajar yang cepat.
"Anak-anak Gen Z ternyata memiliki daya tangkap yang sangat baik. Mereka cepat memahami teori, hanya saja instruktur memang harus lebih aktif memancing mereka untuk berdiskusi di dalam kelas," tandasnya.
Subekti berharap para lulusan BLK Kota Pekalongan mampu menjadi bagian dari pengembangan industri kuliner di Kota Pekalongan, baik dengan bekerja di perusahaan maupun merintis usaha sendiri.
Setelah menyelesaikan pelatihan selama 18 hari, para peserta juga akan mengikuti program pemagangan di sejumlah hotel dan toko roti mitra. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat keterampilan teknis sekaligus membentuk mental kerja sebelum terjun ke dunia industri.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) setempat terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas kompetensi peserta pelatihan agar mampu bersaing di industri kuliner modern. Pada pelatihan gelombang terbaru, BLK menghadirkan materi pembuatan Entremets atau mousse cake, kue berlapis premium khas Perancis, sebagai bagian dari kejuruan pembuatan roti dan kue.
Instruktur Pariwisata BLK Kota Pekalongan, Subekti, mengatakan menu tersebut sengaja dipilih untuk meningkatkan kemampuan teknis peserta sekaligus menjadi pembeda dibandingkan materi pada gelombang sebelumnya.
"Entremets memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi dan proses pembuatannya sangat tricky. Peserta harus menguasai teknik dasar hingga lanjutan, termasuk menjaga adonan agar tetap stabil dan tidak pecah saat proses pelapisan," kata Subekti.
Ia menambahkan, selain mempelajari pembuatan Entremets, peserta juga mendapatkan materi dasar pembuatan roti dan kue, mulai dari teknik membuat roti manis, proses proofing, hingga berbagai teknik pengolahan adonan sebagai bekal memasuki dunia kerja.
Menurutnya, pelatihan tahun ini didominasi oleh peserta dari kalangan Generasi Z. Meski kerap mendapat stigma sebagai generasi yang rapuh, Subekti menilai para peserta justru menunjukkan kemampuan belajar yang cepat.
"Anak-anak Gen Z ternyata memiliki daya tangkap yang sangat baik. Mereka cepat memahami teori, hanya saja instruktur memang harus lebih aktif memancing mereka untuk berdiskusi di dalam kelas," tandasnya.
Subekti berharap para lulusan BLK Kota Pekalongan mampu menjadi bagian dari pengembangan industri kuliner di Kota Pekalongan, baik dengan bekerja di perusahaan maupun merintis usaha sendiri.
Setelah menyelesaikan pelatihan selama 18 hari, para peserta juga akan mengikuti program pemagangan di sejumlah hotel dan toko roti mitra. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat keterampilan teknis sekaligus membentuk mental kerja sebelum terjun ke dunia industri.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF