Dinkes Siagakan Layanan Kesehatan dan Tes NAPZA bagi Sopir Bus Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran

Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menyiagakan layanan kesehatan bagi para pengemudi bus selama masa arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan kondisi kesehatan para sopir tetap prima sehingga perjalanan penumpang berlangsung aman dan nyaman.
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti, menyampaikan bahwa, selain menyiagakan petugas kesehatan di sejumlah pos pengamanan Lebaran, pihaknya juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan khusus bagi pengemudi bus, terutama sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang membawa penumpang selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
 
“Selain pos pengamanan di beberapa titik seperti Pospam THR, Pospam Exit Tol, dan sebagainya, kami dari Dinkes juga melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi pengemudi bus khususnya sopir bus AKAP yang membawa penumpang untuk arus mudik maupun balik Lebaran Idulfitri Tahun 2026,” ujar Puji saat ditemui disela-sela pantauannya ke Pos Layanan Kesehatan di Terminal Tipe A Pekalongan, Senin sore (16/3/2026).
 
Ia menjelaskan bahwa, pemeriksaan kesehatan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama digelar pada 16 Maret 2026 untuk mengantisipasi arus mudik, sementara tahap kedua akan dilaksanakan pada 26 Maret 2026 untuk memantau kondisi pengemudi saat arus balik Lebaran.
 
Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan meliputi tes kesehatan dasar seperti pengecekan tekanan darah (tensi), kadar gula darah, serta pemeriksaan kondisi umum kesehatan pengemudi. Selain itu, petugas juga melakukan tes NAPZA dan alkohol guna memastikan para sopir bebas dari pengaruh zat terlarang maupun minuman beralkohol saat mengemudikan kendaraan yang membawa penumpang.
 
“Pemeriksaan kesehatan meliputi tes NAPZA dan alkohol bagi para pengemudi serta tes kesehatan dasar seperti tensi, gula darah, dan sebagainya. Ini merupakan bagian dari deteksi dini untuk memastikan para pengemudi dalam kondisi sehat dan tidak berada di bawah pengaruh zat berbahaya,” jelasnya.
 
Puji menambahkan, pemeriksaan NAPZA dilakukan melalui tes urin yang dikawal oleh petugas, sementara tes alkohol dilakukan dengan metode hembusan napas menggunakan alat khusus. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hasil pemeriksaan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
 
Apabila dalam pemeriksaan ditemukan sopir dengan kondisi kesehatan yang kurang prima, petugas kesehatan akan memberikan penanganan lebih lanjut. Pengemudi akan diarahkan untuk beristirahat sejenak dan diberikan obat sesuai dengan keluhan yang dirasakan agar kondisinya kembali stabil.
 
“Jika ditemukan kondisi kesehatan sopir yang kurang prima, kami berikan penanganan lebih lanjut. Sopir bisa diminta untuk istirahat sejenak dan diberikan obat sesuai keluhan agar tidak membahayakan penumpang ketika mengemudikan bus. Kami juga akan menyampaikan kepada pihak PO bus agar menyiapkan sopir cadangan,” terangnya.
 
Selain menyasar pengemudi bus, Dinkes Kota Pekalongan juga memfasilitasi layanan kesehatan bagi para penumpang yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan selama perjalanan mudik. Dengan adanya layanan ini, diharapkan masyarakat yang melakukan perjalanan jauh tetap dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan dengan cepat apabila mengalami keluhan kesehatan.
 
Puji menegaskan bahwa, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran dan keselamatan arus mudik serta arus balik Lebaran.
 
Pihaknya berharap dengan adanya pemeriksaan kesehatan dan tes NAPZA bagi pengemudi, potensi kecelakaan akibat faktor kesehatan maupun penyalahgunaan zat terlarang dapat diminimalkan.
 
“Kami ingin memastikan bahwa para pengemudi yang membawa penumpang benar-benar dalam kondisi sehat dan siap mengemudi. Ini demi keselamatan bersama, baik sopir maupun para penumpang yang melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran,” tegasnya.
 
Salah satu sopir bus AKAP yang mengikuti pemeriksaan kesehatan, Sutrisno, mengaku menyambut baik kegiatan yang digelar oleh Dinkes Kota Pekalongan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan sangat membantu memastikan kondisi para pengemudi tetap fit sebelum membawa penumpang menempuh perjalanan jauh.
 
“Menurut Saya ini sangat bagus, karena dengan adanya pemeriksaan kesehatan seperti ini kami jadi tahu kondisi tubuh kami sebelum berangkat. Apalagi perjalanan mudik biasanya jaraknya jauh dan penumpangnya banyak, jadi memang harus benar-benar siap,” ungkapnya.
 
Ia juga menilai pemeriksaan NAPZA dan alkohol menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan penumpang.
 
"Dengan adanya tes tersebut, para pengemudi diharapkan lebih disiplin dan bertanggung jawab saat menjalankan tugasnya di jalan,"tukasnya.
 
 
(Tim Liputan Kominfo/Dian)