Dindik Siapkan Jalur Offline, Pastikan Kesempatan Sekolah bagi Calon Murid Terbuka

Dindik Siapkan Jalur Offline, Pastikan Kesempatan Sekolah bagi Calon Murid Terbuka

Kota Pekalongan – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan memastikan seluruh calon murid tetap memiliki kesempatan memperoleh sekolah melalui mekanisme Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) offline bagi satuan pendidikan yang masih memiliki kuota kosong atau belum terpenuhi kuotanya.

Kepala Dindik Kota Pekalongan, Mabruri melalui Sekretaris Dinasnya, Siti Nurul Izzah menjelaskan, setelah pengumuman hasil SPMB online pada 1 Juli 2026 lalu, peserta yang dinyatakan diterima saat ini tengah menjalani proses daftar ulang selama tiga hari, terhitung mulai Kamis-Sabtu, 2-4 Juli 2026. Selanjutnya, sistem akan melakukan verifikasi dan membuka peluang bagi peserta cadangan apabila terdapat calon murid yang tidak melakukan daftar ulang.

“Kalau ada yang tidak daftar ulang, sistem akan memanggil peserta berikutnya. Pengumuman peserta cadangan akan dilakukan pada 6 Juli, kemudian daftar ulang peserta cadangan pada 7 Juli, dan tanggal 8 Juli akan diumumkan hasil final penerimaan murid,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis siang (2/7/2026).

Lanjut Izzah menjelaskan, Dindik juga menyiapkan jalur SPMB offline untuk sekolah yang pada pengumuman SPMB online masih belum memenuhi daya tampung. Untuk jenjang SMP Negeri, sekolah yang masih memiliki kuota adalah SMP Negeri 9 kurang 69 murid, dari kuota 128, baru terisi 59 murid dan SMP Negeri 10 dari kuota 128 baru terisi 122 murid. 

"Selain SMP Negeri, ada 6 SMP Swasta yang berpartisipasi dalam SPMB online juga daya tampungnya belum terpenuhi yakni SMP Al Irsyad Al Islamiyyah dari kuota 63 terisi 29 lewat SPMB Online, SMP Islam dari 64 baru terisi 4, SMP Islam YPI Buaran kuota 96 baru 11 orang, SMP Muhammadiyah 64 kuotanya baru terisi 2, SMP Satyawiguna kuota 64 baru oran dan SMP Wahid Hasyim kuota 50 baru terisi 9 orang,"bebernya.

 Sementara itu, lanjutnya, sejumlah SD Negeri dan SD Swasta juga masih membuka peluang penerimaan melalui jalur offline.

“SPMB offline kami khususkan bagi satuan pendidikan yang saat pengumuman kemarin belum terpenuhi daya tampungnya. Ini menjadi upaya agar calon murid yang belum mendapatkan sekolah tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi belum terpenuhinya kuota di sejumlah sekolah dipengaruhi oleh jumlah lulusan yang lebih sedikit dibandingkan daya tampung yang tersedia. Dimana, jumlah lulusan kelas 6 SD yang akan naik ke kelas 7 (kelas 1 SMP) tahun ajaran kemarin sejumlah 3.126 murid. Sementara daya tampung SMP adalah 3.435 atau selisih 309 anak. Sementara, untuk daya tampung SD ada 3.790 murid, dan lulusan PAUD yang akan naik ke kelas 1 SD ada 2.731 murid atau selisihnya ada 1.059. 


Meski demikian, ia optimistis seluruh proses penerimaan berjalan lancar dan transparan. Selain itu, penerapan sistem SPMB online tahun ini merupakan adaptasi dari sistem yang digunakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sistem tersebut dipilih karena dinilai efektif dan menjadi salah satu model SPMB terbaik di Indonesia.

"Dengan berbagai mekanisme yang disiapkan, kami berharap seluruh calon murid dapat terlayani dengan baik serta memperoleh akses pendidikan yang merata sesuai ketentuan yang berlaku,"pungkasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)