Dindik Gelar Bimtek PAUD HI Tahap Dua

Kota Pekalongan- Mendukung Peraturan Walikota (Perwal) perihal mewajibkan anak usia dini untuk mengenyam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) secara formal minimal satu tahun sebelum memasuki jenjang pendidikan selanjutnya, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan Kota Pekalongan (Dindik) kembali menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) tahap kedua di Aula Dindik, Senin(22/11/2021).
Bimtek PAUD HI tahap kedua ini dibuka secara langsung oleh Bunda Paud Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya Ssn, dihadiri oleh Sekretaris Dindik Kota Pekalongan, Mabruri S.Pd., Kepala Bidang PAUD dan PNF Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah S.Psi., dan para peserta bimtek PAUD HI.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kota Pekalongan menekankan pentingnya PAUD, hal ini dikarenakan anak pada usia dini ini merupakan periode emas, sekaligus masa kritis sehingga keberhasilannya sangat mempengaruhi kualitas anak di masa dewasanya. Inggit juga mengajak agar sebagai orang tua, tenaga pendidik, masyarakat maupun pemerintah harus memberi perhatian yang khusus dan melindungi anak-anak dari kekerasan, penelantaran, perilaku yang salah, maupun eksploitasi.
“Tumbuh kembang anak yang mencakup gizi, kesehatan, pendidikan, pengasuhan, perawatan, kesejahteraan merupakan hal yang wajib dipenuhi baik oleh keluarga, masyarakat maupun pemerintah, dimana semua aspek tersebut juga merupakan layanan yang masuk ke dalam layanan PAUD HI, ucap Inggit.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan PNF Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah S.Psi., menyebutkan mengenai jumlah lembaga PAUD yang terdaftar di DAPODIK yaitu sebanyak 310 dimana Lembaga PAUD aktif mencapai 265.
“Bimtek PAUD HI ini sudah kita laksanakan dua kali dengan peserta yang berbeda, dimana tahap pertama dihadiri 100 Lembaga PAUD kemudian tahap kedua ini ini dihadiri sebanyak 60 Lembaga PAUD,” tutur Sherly.
Sherly berharap dengan diadakannya bimtek PAUD HI ini lembaga yang hadir semakin memahami bahwa layanan essential yang diberikan ke anak usia dini itu tidak diberikan oleh Lembaga PAUD itu sendiri, tetapi harus bekerjasama dengan masyarakat maupun OPD terkait.
“Harapannya setelah bimtek ini , teman-teman semakin tahu perannya, kalau dulu deteksi dini tumbuh kembang itu dilakukan sendiri, tapi sekarang mereka harus bergandengan tangan dan bekerjasama dengan OPD terkait seperti puskesmas, rumah sakit, jadi mereka tidak sendiri,” pungkas Sherly.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
Bimtek PAUD HI tahap kedua ini dibuka secara langsung oleh Bunda Paud Kota Pekalongan, Hj. Inggit Soraya Ssn, dihadiri oleh Sekretaris Dindik Kota Pekalongan, Mabruri S.Pd., Kepala Bidang PAUD dan PNF Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah S.Psi., dan para peserta bimtek PAUD HI.
Dalam sambutannya, Bunda PAUD Kota Pekalongan menekankan pentingnya PAUD, hal ini dikarenakan anak pada usia dini ini merupakan periode emas, sekaligus masa kritis sehingga keberhasilannya sangat mempengaruhi kualitas anak di masa dewasanya. Inggit juga mengajak agar sebagai orang tua, tenaga pendidik, masyarakat maupun pemerintah harus memberi perhatian yang khusus dan melindungi anak-anak dari kekerasan, penelantaran, perilaku yang salah, maupun eksploitasi.
“Tumbuh kembang anak yang mencakup gizi, kesehatan, pendidikan, pengasuhan, perawatan, kesejahteraan merupakan hal yang wajib dipenuhi baik oleh keluarga, masyarakat maupun pemerintah, dimana semua aspek tersebut juga merupakan layanan yang masuk ke dalam layanan PAUD HI, ucap Inggit.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan PNF Kota Pekalongan, Sherly Imanda Hidayah S.Psi., menyebutkan mengenai jumlah lembaga PAUD yang terdaftar di DAPODIK yaitu sebanyak 310 dimana Lembaga PAUD aktif mencapai 265.
“Bimtek PAUD HI ini sudah kita laksanakan dua kali dengan peserta yang berbeda, dimana tahap pertama dihadiri 100 Lembaga PAUD kemudian tahap kedua ini ini dihadiri sebanyak 60 Lembaga PAUD,” tutur Sherly.
Sherly berharap dengan diadakannya bimtek PAUD HI ini lembaga yang hadir semakin memahami bahwa layanan essential yang diberikan ke anak usia dini itu tidak diberikan oleh Lembaga PAUD itu sendiri, tetapi harus bekerjasama dengan masyarakat maupun OPD terkait.
“Harapannya setelah bimtek ini , teman-teman semakin tahu perannya, kalau dulu deteksi dini tumbuh kembang itu dilakukan sendiri, tapi sekarang mereka harus bergandengan tangan dan bekerjasama dengan OPD terkait seperti puskesmas, rumah sakit, jadi mereka tidak sendiri,” pungkas Sherly.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF