Dindagkop-UKM Ajak Generasi Muda Aktif Berkoperasi

Dindagkop-UKM Ajak Generasi Muda Aktif Berkoperasi
Kota Pekalongan – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan mengajak generasi muda untuk lebih mengenal, memahami, dan aktif berkoperasi sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan. Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan Talk Show Generasi Muda Berkoperasi bertema “Muda Bergerak, Koperasi Berdampak” dalam rangkaian Pekan Batik Nusantara (PBN) 2026 di Gapura Nusantara Alun-Alun Kota Pekalongan, Rabu (14/10/2026).
Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, saat mewakili Wali Kota Aaf membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa, pengenalan koperasi kepada generasi muda menjadi langkah penting untuk menyiapkan regenerasi pelaku dan penggerak koperasi di masa mendatang.
"Kegiatan ini menyasar pelajar tingkat SMP dan SMK agar mereka mendapatkan wawasan mengenai peran koperasi dalam mendukung kegiatan ekonomi dan kewirausahaan,"tutur Wismo.
Menurutnya, selama ini koperasi masih kerap dipandang sebagai lembaga ekonomi yang identik dengan generasi tua. Padahal, prinsip kebersamaan, gotong royong, partisipasi, dan kesejahteraan anggota sangat relevan dengan karakter generasi muda yang kreatif, inovatif, serta akrab dengan perkembangan teknologi.
“Generasi muda adalah generasi yang sangat aktif dan inovatif. Mereka mampu melihat peluang dari berbagai sudut pandang. Ketika potensi tersebut ingin dikembangkan melalui sebuah kelembagaan, koperasi bisa menjadi salah satu solusinya,” ujarnya.
Wismo menjelaskan, kegiatan ini juga sejalan dengan program Kementerian Koperasi dan UKM melalui insersi pendidikan koperasi di lingkungan pendidikan, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK atau sederajat.
"Melalui pengenalan sejak dini, para pelajar diharapkan semakin memahami prinsip dan manfaat koperasi sehingga tumbuh minat untuk terlibat dalam pengembangan koperasi modern,"kata Wismo.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 100 peserta yang berasal dari sejumlah sekolah di Kota Pekalongan mengikuti talk show bersama praktisi dan penggerak koperasi. Antusiasme pelajar terlihat dari tingginya jumlah pendaftar yang melampaui kuota peserta yang disediakan panitia.
Wismo berharap, wawasan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas dan potensi kewirausahaan.
"Dengan berkoperasi, generasi muda dapat membangun kolaborasi, mengembangkan usaha bersama, serta menciptakan peluang ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian/Saif)
Kota Pekalongan – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan mengajak generasi muda untuk lebih mengenal, memahami, dan aktif berkoperasi sebagai salah satu upaya memperkuat perekonomian yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan. Ajakan tersebut disampaikan melalui kegiatan Talk Show Generasi Muda Berkoperasi bertema “Muda Bergerak, Koperasi Berdampak” dalam rangkaian Pekan Batik Nusantara (PBN) 2026 di Gapura Nusantara Alun-Alun Kota Pekalongan, Rabu (14/10/2026).
Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Wismo Aditiyo, saat mewakili Wali Kota Aaf membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa, pengenalan koperasi kepada generasi muda menjadi langkah penting untuk menyiapkan regenerasi pelaku dan penggerak koperasi di masa mendatang.
"Kegiatan ini menyasar pelajar tingkat SMP dan SMK agar mereka mendapatkan wawasan mengenai peran koperasi dalam mendukung kegiatan ekonomi dan kewirausahaan,"tutur Wismo.
Menurutnya, selama ini koperasi masih kerap dipandang sebagai lembaga ekonomi yang identik dengan generasi tua. Padahal, prinsip kebersamaan, gotong royong, partisipasi, dan kesejahteraan anggota sangat relevan dengan karakter generasi muda yang kreatif, inovatif, serta akrab dengan perkembangan teknologi.
“Generasi muda adalah generasi yang sangat aktif dan inovatif. Mereka mampu melihat peluang dari berbagai sudut pandang. Ketika potensi tersebut ingin dikembangkan melalui sebuah kelembagaan, koperasi bisa menjadi salah satu solusinya,” ujarnya.
Wismo menjelaskan, kegiatan ini juga sejalan dengan program Kementerian Koperasi dan UKM melalui insersi pendidikan koperasi di lingkungan pendidikan, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga SMK atau sederajat.
"Melalui pengenalan sejak dini, para pelajar diharapkan semakin memahami prinsip dan manfaat koperasi sehingga tumbuh minat untuk terlibat dalam pengembangan koperasi modern,"kata Wismo.
Dalam kegiatan tersebut, sekitar 100 peserta yang berasal dari sejumlah sekolah di Kota Pekalongan mengikuti talk show bersama praktisi dan penggerak koperasi. Antusiasme pelajar terlihat dari tingginya jumlah pendaftar yang melampaui kuota peserta yang disediakan panitia.
Wismo berharap, wawasan yang diperoleh melalui kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas dan potensi kewirausahaan.
"Dengan berkoperasi, generasi muda dapat membangun kolaborasi, mengembangkan usaha bersama, serta menciptakan peluang ekonomi yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian/Saif)
PRINT +
DOWNLOAD PDF