Dindagkop UKM Komitmen Perbanyak Jumlah Eksportir

Puluhan calon eksportir dan eksportir pemula di Kota Pekalongan mendapatkan pembekalan dan edukasi seputar menjalankan ekspor yang dikemas dalam kegiatan Temu Eksportir dengan Usaha Kecil Menengah (UKM) potensi Ekspor Tahun 2023 yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop-UKM), Kamis siang (14/12/2023).
Plt Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Supriono mengungkapkan bahwa, pihaknya memberi dukungan penuh kepada wirausaha pemula maupun para UMKM di Kota Pekalongan untuk mengekspor produk-produk potensial yang dimiliki. Dimana, bisnis ekspor tak hanya dilakukan perusahaan berskala besar. Perseorangan dengan modal terbatas pun bisa merintis bisnis ekspor mulai dari nol. Menurutnya, peluang pasar ekspor terbuka lebar bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan usaha kecil menengah (UKM).
"Dindagkop-UKM menyelenggarakan temu FGD terkait potensi ekspor kepada eksportir pemula dan calon eksportir. Pertemuan ini merupakan rangkaian dari pelatihan ekspor yang telah kami selenggarakan tiga kali di tahun ini untuk mematangkan kesiapan mereka untuk siap ekspor produk usahanya,"ucapnya.
Supriono menyebutkan, dalam temu ekspor kali ini melibatkan narasumber dari tiga orang praktisi ekspor yang telah direkomendasikan oleh Kementerian Perdagangan RI yakni eksportir dari Purworejo, Bapak Haryono yang telah mengekspor komoditi kopi dan lintah, Ibu Turaya yang telah berhasil ekspor produk craft, dan Ibu Mufrida, seorang eksportir batik dan craft. Dengan pelaksanaan temu eksportir ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan wawasan, serta pengetahuan supaya para UMKM di Kota Pekalongan ini bisa siap melakukan ekspor secara mandiri. Mengingat, kegiatan ekspor barang dan jasa ini sangat penting bagi kemajuan suatu negara, yakni memperkuat citra perekonomian Indonesia, dimana di dalamnya ada cadangan devisa yang kuat, menstabilkan mata uang Rupiah dan saling transfer teknologi dan pengetahuan.
Lanjut Supriono menyebutkan, saat ini jumlah eksportir Kota Pekalongan yang tercatat di data Dindagkop-UKM pada Tahun 2023 ada 28 orang eksportir. Namun, Supriono memprediksi jumlah eksportir ini bisa lebih banyak lagi. Sebab, banyak wirausaha di Kota Pekalongan tidak melakukan ekspor produknya secara langsung, namun melalui perantara pihak ketiga.
"Ke depan diharapkan para wirausaha atau calon eksportir di Kota Pekalongan bisa menjalin komunikasi dan melaporkan perkembangan usahanya kepada Pemkot melalui Dindagkop-UKM. Mayoritas produk unggulan di Kota Pekalongan yang sudah berhasil di ekspor diantaranya adalah produk batik dan craft, serta hasil produk perikanan," tandasnya.
Plt Kepala Dindagkop-UKM Kota Pekalongan, Supriono mengungkapkan bahwa, pihaknya memberi dukungan penuh kepada wirausaha pemula maupun para UMKM di Kota Pekalongan untuk mengekspor produk-produk potensial yang dimiliki. Dimana, bisnis ekspor tak hanya dilakukan perusahaan berskala besar. Perseorangan dengan modal terbatas pun bisa merintis bisnis ekspor mulai dari nol. Menurutnya, peluang pasar ekspor terbuka lebar bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan usaha kecil menengah (UKM).
"Dindagkop-UKM menyelenggarakan temu FGD terkait potensi ekspor kepada eksportir pemula dan calon eksportir. Pertemuan ini merupakan rangkaian dari pelatihan ekspor yang telah kami selenggarakan tiga kali di tahun ini untuk mematangkan kesiapan mereka untuk siap ekspor produk usahanya,"ucapnya.
Supriono menyebutkan, dalam temu ekspor kali ini melibatkan narasumber dari tiga orang praktisi ekspor yang telah direkomendasikan oleh Kementerian Perdagangan RI yakni eksportir dari Purworejo, Bapak Haryono yang telah mengekspor komoditi kopi dan lintah, Ibu Turaya yang telah berhasil ekspor produk craft, dan Ibu Mufrida, seorang eksportir batik dan craft. Dengan pelaksanaan temu eksportir ini dimaksudkan untuk memberikan motivasi dan wawasan, serta pengetahuan supaya para UMKM di Kota Pekalongan ini bisa siap melakukan ekspor secara mandiri. Mengingat, kegiatan ekspor barang dan jasa ini sangat penting bagi kemajuan suatu negara, yakni memperkuat citra perekonomian Indonesia, dimana di dalamnya ada cadangan devisa yang kuat, menstabilkan mata uang Rupiah dan saling transfer teknologi dan pengetahuan.
Lanjut Supriono menyebutkan, saat ini jumlah eksportir Kota Pekalongan yang tercatat di data Dindagkop-UKM pada Tahun 2023 ada 28 orang eksportir. Namun, Supriono memprediksi jumlah eksportir ini bisa lebih banyak lagi. Sebab, banyak wirausaha di Kota Pekalongan tidak melakukan ekspor produknya secara langsung, namun melalui perantara pihak ketiga.
"Ke depan diharapkan para wirausaha atau calon eksportir di Kota Pekalongan bisa menjalin komunikasi dan melaporkan perkembangan usahanya kepada Pemkot melalui Dindagkop-UKM. Mayoritas produk unggulan di Kota Pekalongan yang sudah berhasil di ekspor diantaranya adalah produk batik dan craft, serta hasil produk perikanan," tandasnya.
PRINT +
DOWNLOAD PDF