Dikurasi dari Ratusan UMKM, 25 Pelaku Usaha Pekalongan Masuk Brincubator Lokal BRI

Dikurasi dari Ratusan UMKM, 25 Pelaku Usaha Pekalongan Masuk Brincubator Lokal BRI
Kota Pekalongan – Dari ratusan UMKM yang mendaftarkan diri, sebanyak 25 pelaku usaha terpilih mengikuti Brincubator Local 2026, program inkubasi UMKM yang diselenggarakan BRI melalui Rumah BUMN Pekalongan. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM Kota Pekalongan sekaligus memperkuat upaya pendampingan yang dilakukan Pemerintah Kota Pekalongan.
Fasilitator Rumah BUMN Pekalongan, Noviyanti, menerangkan 25 UMKM tersebut telah melalui proses kurasi dengan mempertimbangkan omzet, keunikan dan value produk, kapasitas pemilik usaha, hingga keberadaan produk di marketplace.
“Dari seratusan UMKM yang kami kurasi, ada 25 yang lolos, terdiri dari sembilan UMKM makanan, sembilan UMKM fashion, serta tujuh UMKM kerajinan, home decor, dan craft,” terangnya saat ditemui pada pembukaan kegiatan tersebut, Kamis (24/9/2026) di aula Dindagkop-UKM Kota Pekalongan.
Dijelaskan Novi, Brincubator Local dirancang dengan silabus dan modul yang telah ditetapkan BRI pusat. Materi mencakup keterampilan komunikasi, digital marketing, laporan keuangan, manajemen operasional bisnis, hingga manajemen rantai pasok.
Kehadiran program tersebut turut melengkapi pendampingan UMKM yang dilakukan Pemkot Pekalongan, khususnya dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha agar tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengapresiasi dukungan BRI melalui Rumah BUMN tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk memberikan bekal yang lebih komprehensif kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas usaha dan naik kelas.
“Pelaku usaha tidak hanya membutuhkan modal atau produk yang bagus, tetapi juga harus bisa berkomunikasi dan bernegosiasi. Kita harus mampu memperkenalkan produk, menjelaskan keunggulannya, serta bernegosiasi dengan calon pembeli maupun supplier,” katanya.
Dari 25 peserta, selanjutnya akan dipilih tiga UMKM terbaik yang masing-masing memperoleh apresiasi Rp5 juta untuk juara pertama, Rp3 juta untuk juara kedua, dan Rp2 juta untuk juara ketiga.
Program tersebut juga akan dilanjutkan dengan pendampingan di tingkat nasional. Keberlanjutan ini diharapkan semakin memperkuat jejaring dukungan bagi UMKM Kota Pekalongan sekaligus membantu memperluas akses pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Kota Pekalongan – Dari ratusan UMKM yang mendaftarkan diri, sebanyak 25 pelaku usaha terpilih mengikuti Brincubator Local 2026, program inkubasi UMKM yang diselenggarakan BRI melalui Rumah BUMN Pekalongan. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM Kota Pekalongan sekaligus memperkuat upaya pendampingan yang dilakukan Pemerintah Kota Pekalongan.
Fasilitator Rumah BUMN Pekalongan, Noviyanti, menerangkan 25 UMKM tersebut telah melalui proses kurasi dengan mempertimbangkan omzet, keunikan dan value produk, kapasitas pemilik usaha, hingga keberadaan produk di marketplace.
“Dari seratusan UMKM yang kami kurasi, ada 25 yang lolos, terdiri dari sembilan UMKM makanan, sembilan UMKM fashion, serta tujuh UMKM kerajinan, home decor, dan craft,” terangnya saat ditemui pada pembukaan kegiatan tersebut, Kamis (24/9/2026) di aula Dindagkop-UKM Kota Pekalongan.
Dijelaskan Novi, Brincubator Local dirancang dengan silabus dan modul yang telah ditetapkan BRI pusat. Materi mencakup keterampilan komunikasi, digital marketing, laporan keuangan, manajemen operasional bisnis, hingga manajemen rantai pasok.
Kehadiran program tersebut turut melengkapi pendampingan UMKM yang dilakukan Pemkot Pekalongan, khususnya dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha agar tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Sementara itu, pada kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengapresiasi dukungan BRI melalui Rumah BUMN tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak diperlukan untuk memberikan bekal yang lebih komprehensif kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kualitas usaha dan naik kelas.
“Pelaku usaha tidak hanya membutuhkan modal atau produk yang bagus, tetapi juga harus bisa berkomunikasi dan bernegosiasi. Kita harus mampu memperkenalkan produk, menjelaskan keunggulannya, serta bernegosiasi dengan calon pembeli maupun supplier,” katanya.
Dari 25 peserta, selanjutnya akan dipilih tiga UMKM terbaik yang masing-masing memperoleh apresiasi Rp5 juta untuk juara pertama, Rp3 juta untuk juara kedua, dan Rp2 juta untuk juara ketiga.
Program tersebut juga akan dilanjutkan dengan pendampingan di tingkat nasional. Keberlanjutan ini diharapkan semakin memperkuat jejaring dukungan bagi UMKM Kota Pekalongan sekaligus membantu memperluas akses pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF